MU v Arsenal di Piala FA Bukan Laga Medioker

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 Februari 2015 | 15:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah memastikan lolos ke laga perempat final Piala FA, Manchester United akan bertemu salah satu klub Premier League lainnya, Arsenal, dan mengakhiri pertandingan antar tim elitis liga melawan klub medioker

Manchester United, Selasa dinihari WIB, 17 Februari 2015, baru saja melepaskan diri dari cengkeraman tim medioker setelah mengalahkan Preston North End. Sebelumnya di kompetisi yang sama United juga dihadang tim kasta rendah Cambridge.

Meski berhadapan dengan tim yang terbilang kuat, pelatih Red Devils, Louis van Gaal, menyambut positif hasil undian tersebut.

Bahkan, meneer asal Belanda itu bersyukur timnya tidak berhadapan dengan tim kecil dan senang bisa bertemu dengan The Gunners.

Sekadar informasi, tim-tim kecil atau klub yang bermain di kasta lebih rendah dibanding Premier League memang sempat membuat kejutan.

Chelsea yang notabene pemimpin klasemen sementara Premier League, dikalahkan Bradford City yang bermain di kasta ketiga sepakbola Inggris.

Sementara itu, Manchester City mesti bertekut lutut di kandangnya sendiri oleh Middlesbrough, meski akhirnya tim asuhan Aitor Karanka itu gugur usai dikandaskan Arsenal.

“Kami memiliki keuntungan karena bermain di kandang, yang mana penting halnya bermain di markas sendiri pada ajang Piala FA. Saya senang kami bertanding melawan Arsenal di kandang sendiri,” jelasnya seperti mengutip Sportsmole, Selasa 17 Februari 2015.

“Setiap laga di Piala FA sangat menyulitkan karena semua tim akan memberikan segalanya untuk meraih kemenangan. Anda lihat di babak ini, bermain melawan tim yang kelasnya lebih rendah tak menjamin tim besar bisa meraih kemenangan,” sambungnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, kami sangat senang bisa menghadapi Arsenal dan untuk pertama kalinya kami berlaga di kandang di ajang Piala FA musim ini,” urainya.

Laga perempatfinal sendiri akan diselenggarakan pada 7 Maret 2015. Menarik untuk disimak siapakah yang mampu meraih gelar juara di kompetisi paling tua sepakbola dunia tersebut.

Sementara itu, di laga melawan Preston, Martin Keown, yang kini bekerja sebagai koresponden sepakbola untuk “BBC,” mengkritik kebiasaan Manajer Louis van Gaal yang hanya di Stadion Deepdale.

Keown yang juga hadir menonton langsung laga Preston versus Manchester United di Deepdale melihat kebiasaan Van Gaal yang hanya duduk di bangku cadangan bukan hal yang tepat.

“Saya pikir, Louis van Gaal harus meninggalkan tempat duduknya sesekali. Saya mengerti itu bukan kebiasaannya. Namun, dia butuh berinteraksi dengan para pemain,” kata Keown.

Van Gaal memang merupakan pelatih yang jarang berdiri di pinggir lapangan untuk memberikan instruksi kepada para pemain. Tugas tersebut lebih sering diberikan kepada asistennya, Ryan Giggs dan Albert Stuivenberg.

Keown juga berkomentar soal permainan Manchester United yang dinilai lambat.

“Manchester United harus bermain dengan perputaran bola yang cepat. Klub-klub besar bermain dengan intensitas dan kecepatan. Sedangkan, Manchester United tidak melakukan hal itu,” kata Keown.

Dalam laga itu pula, Stan Collymore, mantan striker tim Inggris, mengecam Wayne Rooney dengan tudingan diving

Namun, tidak demikian dengan mantan bek Three Lions, Gary Neville, dan manajer timnas Inggris, Roy Hodgson.

Rooney terjatuh ketika berduel satu lawan satu dengan kiper Thorsten Stuckman. Namun, banyak yang berpendapat sang bomber melakukan diving untuk mendapatkan hadiah penalti.

Collymore menyatakan tindakan Rooney itu sangat tidak pantas, apalagi dalam kapasitasnya sebagai kapten ‘Setan Merah’ serta timnas Inggris. “Dia harus menghormati ban di lengannya,” kata Collymore.

Tapi, pendapat itu coba dimentahkan Neville dan Hodgson. Mereka membela Rooney dengan menyebut tidak melakukan diving, melainkan menyelamatkan kakinya.

“Anda mungkin bilang itu diving, tapi jika kaki kirinya tetap di sana mungkin akan patah. Dia harus menjatuhkan diri untuk menghindar,” kata Neville yang juga mantan punggawa MU.

Hal senada disampaikan oleh Hodgson. “Saya pikir Rooney hanya menghindar. Kiper lawan bermain kasar, dia melakukan sliding dengan dua kaki. Rooney menyentuh bola untuk melewatinya.”

Komentar