MU Tampil Sempurna di Liberty Stadium

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 21 Februari 2015 | 13:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United, Sabtu malam WIB nanti, 21 Februari 2015, akan melanjutkan laga Premier League-nya, di pekan kedua puluh enam, ketika bertandang ke Liberty Stadium, kandang Swansea, dengan piluhan menang lewat penampilan sempurna untuk mengukuhkan posisi tiga klasemennya.

Pelatih Manchester United Louis van Gaal mengingatkan pemainnya, Swansea City, bukan tempat yang mudah untuk ditaklukkan dan ia berharap mereka dapat bermain dengan sempurna.

Berada di posisi tiga klasemen, seperti kata van Gaal, tidak mencerminkan penampilan tim Old Trafford sempurna sepenuhnya.

Sempat mengecewakan pada beberapa laga sebelumnya, tak sedikit kritik yang datang, terutama mengenai cara mereka mengembangkan permainan.

Van Gaal juga sadar akan hal tersebut. Untuk itu, dirinya meminta para pemainnya tampil lebih baik lagi dan yakin semuanya akan terjadi.

“Saya tidak pernah puas dengan permainan United. Kami tidak pernah memainkan pertandingan dengan sempurna, tetapi saya rasa kami dapat bermain lebih baik dari yang ditunjukkan saat ini,” kata Van Gaal, sebagaimana dilansir Sportsmole, Sabtu 21 Februario 2015.

“Target utama adalah menang, bukan kalah. Dan kami telah berlatih untuk mencetak gol bagus saat latihan, tetapi yang terpenting adalah semangat tim. Kami telah menunjukkan hal tersebut beebrapa kali musim ini dan itu menarik bagi fans,” tandasnya.

Sementara itu, pelatih Swansea City, Gary Monk, sehari sebelum laga kedua tim menolak pernyataan yang dilancarkan beberapa pihak terkait buruknya pola permainan yang dikembangkan Manchester United akhir-akhir ini.

Menurut Monk, United tidak bermain buruk, mereka hanya beradaptasi dengan pola permainan yang dimainkan lawannya.

Sebelumnya, pelatih West Ham United, Sam Allardyce dan Paul Scholes mengkritik gaya permainan bola-bola panjang yang diterapkan tim asuhan Louis van Gaal tersebut. Bahkan, Scholes sampai sedih dengan permainan yang diterapkan mantan timnya tersebut.

“Di dalam permainan, Anda harus bisa beradaptasi. Dalam sebuah pertandingan tentunya Anda tidak bisa memakai satu pola saja. Mereka bisa mengubah gaya permainannya dengan cepat, saat melawan West Ham dalam lima menit terakhir, United memanfaatkan keberadaan Marouane Fellaini guna meraih angka,” jelas Monk seperti mengutip Goal, Sabtu, 21 Februari 2015.

“Keputusan itu (memainkan bola-bola panjang) menunjukkan bahwa Van Gaal telah mengimplementasikan idenya ke dalam permainan United. Selain itu, saya melihat mereka bermain lebih baik di setiap pekannya,” urainya.

Patut ditunggu, apakah komentar Monk tentang United bisa terwujud kala kedua tim bertemu akhir pekan nanti.

Spekulasi lain tentang laga itu juga menyangkut posisi Wayne Rooney yang selama dua bulan terakhir diplot sebagai gelandang.

Garry Monk kepadaq “Sky Sports,” mengatakan akan mengantisipasi posisi Rooney jika kembali diplot sebagai gelandang akhir pekan ini.

Monk mengaku bahwa dirinya punya alasan untuk mewaspadai Rooney, seandainya kapten United itu kembali dipasang sebagai gelandang.

Menurut Monk, Rooney punya kebiasaan yang sama dengan bekass gelandang United, Paul Scholes. Dulu, Scholes terbiasa berdiri amat dalam di lini tengah. Jika kesempatan tiba, Scholes tidak akan segan-segan langsung mengirimkan umpan ke depan dengan operan panjang.

Rooney, kata Monk, punya kemampuan serupa. “Saya memikirkan bahwa dalam beberapa tahun Rooney akan menjadi seorang gelandang, mengingat kemampuannya dalam melepaskan operan panjang,” ujar Monk di ESPNFC.

“Tapi, saya ingat bahwa Scholes juga pernah melakukannya. Awalnya dia adalah pemain depan, tapi lama-lama mundur dan jadi seorang gelandang. Rooney juga begitu.”

“Dia berbahaya di kedua area itu. Dia punya kualitas untuk menjadi seorang gelandang dan bisa mencetak gol juga.”

“Saya paham mengapa dia dimainkan di sana sekarang. Tapi, saya mengharapkan dia dimainkan sebagai pemain depan akhir pekan ini,” kata Monk.

Rooney sempat dimainkan sebagai penyerang kala United bermain menghadapi Preston North-End di babak kelima Piala FA. Ketika itu, dia dijadikan penyerang lantaran Robin van Persie tengah cedera.

Dimainkannya Rooney sebagai gelandang telah membuat dirinya belum menorehkan satu shot on target pun di Premier League pada tahun 2015. Ini membuat pelatih tim nasional Inggris, Roy Hodgson, khawatir.

Komentar