MU, Sementara, di Posisi Tiga Premier League.

Penulis: Darmansyah

Minggu, 1 Februari 2015 | 12:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United kembali berpijak di posisi tiga klasemen sementara Premier League di pekan kedua puluh tiga, setelah Sabtu malam WIB, 31 Januari 2015, membenamkan Leicester City di Old Trafford, tiga gol berbanding satu, dalam laga pembalasan.

Laga dengan Leicester, klub di tubir jurang degradasi, merupakan kemenangan penting bagi MU.

Bukan hanya mengembalikan “roh”nya sebagai klub elitis, tetapi juga sebagai pembenaran bahwa mereka tak ingin kalah dalam laga “ulangan” di paruh kedua liga setelah sebelumnya, di paruh awal, kalah besar, lima gol berbanding dua.

Kemenangan ini membawa Manchester United naik kembali ke peringkat tiga klasemen sementara. MU terpaut satu angka dari Southampton, yang baru akan bermain melawan Swansea City pada Minggu malam WIB, 01 Februari 2015.

Meski gagal menciptakan clean sheet, kemenangan itu sudah cukup memuaskan ‘Setan Merah’.

Laga di Old Trafford, Sabtu malam WIB, memang menegaskan dominan MU.

Sepanjang laga mereka menguasai bola tujuh puluh satu persen ball dan mencetak dua belas percobaan dengan lima upaya yang mengarah ke gawang. Leicester hanya mampu menciptakan empat percobaan membuat gol dengan satu on target.

Robin van Persie dan Radamel Falcao menyumbang masing-masing satu gol dan gol bunuh diri bek Leicester Wes Morgan membuat MU memimpin tiga gol di paruh pertama. Di paruh kedua, gol balasan Leicester akhirnya lahir lewat Marcin Wasilewski.

“Kami senang dengan hasil ini. Kami mencoba menjaga penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang dari itu. Kami juga tim yang lebih baik,” ucap gelandang MU Daley Blind sebagaimana dilansir BBC Sport.

“Kami memainkan permainan yang bagus dengan kesabaran yang tinggi dan penguasaan bola. Babak pertama sangat bagus, di babak kedua kami mungkin terlalu sabar. Tapi kami mencoba membunuh pertandingan dengan penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang dari itu.”

“Kami semakin dekat dengan memainkan gaya Louis van Gaal. Kami berada dalam jalurnya dan akmi bahagia. Tentu Anda memang ingin mendapatkan clean sheet, tapi menang tigabanding satu di kandang sendiri, kami sudah memainkan pertandingan yang bagus dan itu adalah hasil yang bagus,”lugas pemain Belanda ini.

Louis van Gaal puas dengan kemenangan ini. Namun Van Gaal menilai MU seharusnya bisa menang dengan selisih gol yang lebih besar.

Meski tampil dominan, MU tak mampu menambah gol di babak kedua.

Kemenangan yang dibukukan MU memang membuat Van Gaal senang. Namun manajer asal Belanda itu menilai seharusnya ‘Setan Merah’ menuntaskan laga lebih cepat dengan mencetak gol lagi di babak kedua.

“Saya sangat senang karena hasil yang positif, kami kalah di laga kandang terakhir melawan Southampton jadi kami harus menunjukkan kepada fans bahwa kami kembali,” ujar Van Gaal kepada Sky Sports News.

“Kami mencetak tiga gol di babak pertama dan saya katakan pada mereka saat jeda untuk menuntaskan pertandingan dan saya pikir kami terlalu banyak mengirim bola ke belakang di babak kedua. Kami seharusnya mencetak dua atau tiga gol lagi.”

“Kami kebobolan dan itu mengecewakan karena kami dominan di babak kedua. Saya harus memberi selamat kepada tim saya karena mereka sangat disiplin hari ini. Keseimbangannya hari ini oke,” katanya menambahkan.

Sementara itu manajer Leicester City Nigel Pearson merasa gol pertama Manchester United mestinya dianulir karena offside. Namun demikian, Pearson tidak menyangkal jika MU tim yang lebih baik.

The Foxes tertinggal jauh di paruh pertama berkat Robin van Persie, Radamel Falcao, dan gol bunuh diri Wes Morgan sebelum menciptakan gol hiburan di 10 menit terakhir pertandingan lewat Marcin Wasilewski.

Secara khusus, Pearson menyoroti gol Van Persie yang terjadi di menit ke-27. Dalam tayangan ulang pertandingan, striker Belanda itu memang terlihat dalam posisi offside ketika menerima umpan Daley Blind sebelum membobol gawang Leicester.

“Gol pertama Man United offside dan kami memang tidak bagus ketika kebobolan gol kedua,” ucap Pearson yang dilansir ESPNFC.

“Tapi saya salah jika terlalu lama menunjuk-nunjukkan salah satu keputusan dalam sebuah pertandingan ketika kami sudah bermain melawan sebuah tim yang bermain dengan begitu bagus. Memang tidak membantu ketika ada keputusan yang merugikan Anda tapi begitulah adanya.”

“Pertandingan-pertandingan semacam ini adalah bonus bagi kami dan musim kami akan ditentukan dengan bagaimana cara kami bermain dan hasil yang kami dapatkan melawan tim-tim di sekitar kami,” tandas Pearson.

Komentar