MU Memberlakukan Istimewa Van Gaal

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Januari 2015 | 19:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United memperlakukan Louis van Gaal secara berbeda dengan David Moyes ketika klub Old Trafford itu memiliki raihan setara ketika memasuki pekan kedua Premier League setahun lalu.

Louis van Gaal dibela oleh seluruh komunitas dan fan Manchester United ketika tampil “kurang” meyakinkan di laga-laga awal paruh kedua musim ini. Van Gaal diberi kebebasan untuk melakukan revisi terhadap penampilan “Setan Merah” yang masih bberada di bawah standard impresifnya.

Salah satu legenda Manchester United, Bryan Robson, tak mempersoalkan raihan MU yang setara dengan catatan setahun lalu. Dia menilai Louis van Gaal sudah membuat banyak perkembangan di ‘Setan Merah’.

MU kadung memasang ekspektasi tinggi ketika merekrut van Gaal sebagai manajer tim musim ini. Hanya finis di urutan ketujuh, pelatih asal Belanda itu diharapkan bisa membuat MU kembali tampil Liga Champions.

Sempat tampil kurang meyakinkan di awal musim, akhirnya MU bisa ke posisi ketiga. Tapi, setelah enam pekan ada di urutan ketiga The Red Devils turun satu trap setelah kekalahan dari Southampton.

Menilik posisi itu, MU masih aman ke Liga Champions. Tapi, polesan van Gaal disorot tajam karena poin yang dikoleksi pada pekan ke-dua puluh satu itu setara dengan apa yang diraih MU bersama David Moyes musim lalu.

Robson yang kini menjadi Global Ambassador MU mempunyai penilaian berbeda. Menurut dia, penampilan MU tak bisa semata-mata dinilai dengan angka.

“Saya menyaksikan apa yang sudah dilakukan Louis van Gaal dan saya rasa kami makin berkembang. Meskipun mencatatkan poin yang sama, saya rasa kami sudah makin meningkat dibandingkan posisi kami di akhir musim lalu,” kata Robson seperti dikutip Sports Mole.

“Kami harus bisa mengamankan tiket ke Liga Champions lagi. Jika kami bisa melakukannya, maka musim ini akan jadi musim yang oke,” kata pria 57 tahun itu.

Usai kekalahan itu MU dijadwalkan berjumpa dengan Queens Park Rangers di laga tandang pada 17 Januari 2015. Dalam pertemuan pertama, MU meraih kemenangan telak empat gol.

Manchester United masih tertinggal cukup jauh dari persaingan di jalur juara Premier League. Meski demikian, MU tak ingin hanya bersaing untuk memperebutkan posisi di zona Eropa.

Inkonsistensi yang masih menghinggapi MU di musim ini membuat mereka tercecer dari Chelsea dan Manchester City. ‘Setan Merah’ ada di posisi keempat –batas akhir zona Liga Champions– dengan tiga puluh tujuh.

Dari Chelsea yang ada di posisi teratas, MU tertinggal dua belas poin. Sementara dari City, MU berjarak sepuluh angka. Situasi tersebut membuat posisi empat besar menjadi target realistis untuk Wayne Rooney.

Namun Michael Carrick tak ingin timnya hanya berjuang untuk memperebutkan tempat di empat besar. Menurutnya, posisi teratas harus tetap jadi target MU. Karena itu, Carrick berharap MU bisa lekas bangkit dari kekalahan kembali merangkai kemenangan.

“Bagi kami, ini soal melihat pada tim kami sendiri dan kembali melaju dan tampil lagi demi membangkitkan momentum, jadi kami melihat ke depan lagi,” sahut Carrick kepada MUTV.

“Anda tidak ingin hanya bertarung untuk posisi ketiga atau keempat, kami ingin ada di atas sana, tepat di posisi teratas dan itulah tantangan yang harus kami pasang pada diri sendiri.”

“Anda harus memulai lagi. Saya pikir, terlepas dari hasilnya, Anda harus memulai lagi dari pekan ke pekan. Kekalahan ini tidak akan terlalu memukul kami karena kami akan belajar dari kesalahan. Kami tentu kecewa, tapi kami akan bangkit pekan depan,” lugasnya.

Sementara itu situs “Standar,” yang mengkhususkan pemberitaannya tentang pendapatan pemain di liga-liga Europa, Selasa, 13 Januari merilis Manchester United menjadi klub dengan jumlah gaji pemain tertinggi di Liga Inggris musim ini.

Sementara itu, Manchester City dan Chelsea berturut-turut ada di belakang The Red Devils.

Belanja besar yang dilakukan oleh MU untuk memperbaiki skuat awal musim ini berimbas pada jumlah gaji yang dikeluarkan untuk para pemain bintangnya.

MU membelanjakan lebih dari seratus lima puluh juta juta poundsterling pada bursa transfer awal musim ini. ‘Setan Merah’ merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli Angel Di Maria, Ander Herrera, Marcos Rojo, dan Daley Blind. Selain itu mereka juga meminjam Radamel Falcao dari AS Monaco.

Dengan deretan pemain bintang itu, Standart melansir bahwa MU harus mengeluarkan uang sebesar dua ratus empat belas juta juta poundsterling untuk gaji pemain.

Sementara rival sekota MU, The Citizens ada di posisi kedua klub pembayar gaji terbanyak dengan total tagihan bayaran pemain sebesar dua ratus lima juta poundsterling.

Komentar