MU Makin Dekat untuk Datangkan Pep

Penulis: Darmansyah

Senin, 14 Desember 2015 | 10:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Louis van Gaal berada di posisi sangat tidak aman sebagai pelatih Manchester United usai petinggi klub Old Trafford itu berterus terang akan mendatangkan Pep Guardiola, pelatih Bayern Muenchen, untuk menjawab melempemnya tim selama ditangani pelatih asal Belanda itu.

Media sangat terkenal keakuratan tulisannya di Inggris “The Times,” hari ini, Senin, 14 Desember 2015, menulis pemilik Manchester United dikabarkan sangat murka pada manajernya pasca tersisih dari ajang Liga Champions dan kekalahan dari klub “rendahan” AFC Bournemouth di Premier League.

Bukan hanya karena The Red Devils kalah, tapi juga karena keputusan aneh LvG di tengah pertandingan yang melakukan pergantian pemain membingungkan.

Belum ada kelanjutan soal rumor penggantian ini, tapi yang pasti kini masa depan LvG di Old Trafford semakin suram.

Dalam tulisan lainya, surat kabar “daily mail, pada hari yang sama mengungkapkan, manajemen United telah menghubungi perwakilan Guardiola dan berharap memenangkan tanda tangannya selagi ada Manchester City yang juga berminat.

Unted tak menyembunyikan lagi kontak dengan perwakilan Pep Guardiola di tengah keraguan akan masa depan Louis van Gaal di Old Trafford.

Menurut media lainnya, ESPN FC, pihak United sudah menghubungi orang terdekat Guardiola sebagaimana mereka berniat untuk memenangkan tanda tangan pria asal Spanyol itu, yang juga masuk dalam bidikan Manchester City.

Seperti diketahui, City selalu berharap bahwa hadirnya kepala eksekutif Ferran Soriano dan direktur olahraga Txiki Begiristain, yang pernah bekerja dengan Guardiola di Barcelona, akan membuat mereka berada di urutan terdepan untuk mendapatkan servisnya.

Akan tetapi, klub kaya raya Inggris itu kini disaingi oleh rival sekotanya, United, yang disebut mempertimbangkan Guardiola sebagai kandidat terbaik jika akhirnya terpaksa melengserkan Van Gaal dari kursinya.

Apakah van Gaal terganggu dengan berita pendekatan United dengan Pep Guardiola itu?

Van Gaal dengan isyarat sederhana menyatakan dirinya menerima kenyataan bahwa tidak selalu memungkinkan untuk meraih kesuksesan di dalam olahraga.

Van Gaal mendapat kritik menyusul hasil dan performa tim akhir-akhir ini,

Meski begitu, pelatih asal Belanda itu menegaskan kalau ia tidak ragu pada diri sendiri untuk terus bekerja keras demi memenuhi ekspektasi di klub.

“Tidak ada keraguan. Saya tidak ragu pada diri sendiri. Anda bisa kalah dan menang dalam olahraga. Anda harus menerimanya,” ujar van Gaal kepada wartawan.

“Saya sedang bekerja keras untuk melakukan apa yang bisa dilakukan. Masalahnya adalah kami harus memenuhi ekspektasi. Di klub seperti Manchester United, ekspektasi sangat tinggi.”

Louis van Gaal mengatakan suporter klub harus menurunkan ekspektasi terhadap tim setelah si Setan Merah tersingkir dari Liga Champions.

Van Gaal mengakui timnya kesulitan memenuhi ekspektasi tinggi fans yang tercipta akibat kesuksesan besar era Sir Alex Ferguson.

Pelatih asal Belanda mengatakan meningkatnya pendapatan klub-klub Inggris dari hak siar membuat liga semakin kompetitif dan berdampak pada tim yang bersaing di Eropa.

“Masalahnya adalah kami harus memenuhi ekspektasi dan ekspetasi di klub seperti Manchester United sangat tinggi. Ini masalah kami,” kata van Gaal.

“Anda harus menganalisa kondisi klub sekarang. Anda tidak bisa membandingkannya dengan situasi sepuluh tahun lalu karena sepakbola selalu berevolusi.”

“Sekarang Eropa dipenuhi klub dengan modal besar, mereka punya struktur dan kemampuan menjadi juara. Hal serupa menerpa Liga Primer. Tahun depan semua klub di sini bakal memiliki modal yang lebih besar dari kebanyakan tim-tim Eropa.”

“Ini yang menjadi perbedaan. Konfirmasinya terlihat setiap pekan. Tim papan bawah bisa mengalahkan tim elit.”

“Hal ini sering terjadi di Liga Primer hingga tim Liga Primer kesulitan bersaing dengan tim-tim dari kompetisi lainnya di Liga Champions,” tandas van Gaal.

Sementara itu, mantan bek sayap Manchester United, Rafael da Silva mengaku bahwa dirinya tak nyaman ketika pernah menjadi bagian dari anak asuh Louis van Gaal.

Pemain asal Brasil, yang bergabung dengan Red Devils pada tujuh tahun lalu, hengkang dari Old Trafford dan bergabung dengan Olympique Lyon usai hanya tampil sepuluh kali dalam Liga Primer Inggris musim lalu.

“Konsistensi adalah segalanya di sepakbola. Anda banyak bermain, semakin baik. Semakin menikmatinya, kebugaran Anda terjaga. Ketika Anda lama ditepikan, itu sangatlah sulit,” tutur Rafael seperti dilansir Daily Mai

Berkaca pada serangkaian performa negatif, John Hartson menilai Van Gaal tak cakap dalam menjalankan tugasnya sebagai manajer Red Devils.

Mantan bomber Celtic, John Hartson mengklaim Louis van Gaal sudah gagal dalam menjalankan tugas sebagai manajer Manchester United menyusul tersingkirnya tim dari Liga Champions.

“Fans Manchester United datang ke radio di awal pertandingan dan mengatakan Louis van Gaal tengah membangun pondasi tim,” ujar Hartson pada BBC Radio 5.

“Tapi maaf, saya tidak sependapat. Saya pikir ia mempertaruhkan reputasinya, apapun yang dikerjakannya bersama klub-klub sebelumnya tidak dilakukannya di United.”

“Saya melihat tak ada kemajuan dibandingkan era David Moyes. Van Gaal punya dana belanja melimpah dan ternyata gagal.”

Di pentas Liga Primer Inggris, United sendiri masih tertahan di posisi keempat klasemen sementara usai melewatkan empat laga terakhir tanpa kemenangan.

Komentar