MU Ingin Menang Besar dari Leicester

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 20 September 2014 | 12:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United akan melanjutkan tren kemenangan dalam laga pekan kelima Premier League, Sabtu malam WIB nanti, 20 September 2014, ketika bertandang ke kandang Lecester City tanpa memberi jaminan kepada pemain bintangnya sebagai “starter.”

Louis van Gaal, sehari sebelum laga MU ke kandang Leicester, menegaskan ia tidak akan memberi jaminan kepada Di Maria, Luke Shaw, Daley Blind atau Radamel Falcao untuk ditutunkan sebagai starter.

“Posisi mereka sama. Saya akan menurunkan pemain yang paling siap. Tak peduli mereka pemain bintang atau pemain mahal. Kalau siap saya akan oke,” ujar pelatih asal Belanda itu.

Khusus untuk Wayne Rooney, karena ia kapten tim, van Gaal akan memberi prioritas khusus. “Ia akan mendapat tempat utama. Itu kalau ia berada dalam kondisi fit. Kalau tidak saya akan menggantikannya dengan wakil kapten,” ujarnya

banyaknya pemain bagus di dalam skuat yang ditanganinya saat ini, imbas dari pembelian besar-besaran senilai hampir 152 juta poundsterling musim panas lalu.

Setelah tampil impresif dan memenangkan laga dengan skor empat gol tanpa balas di Old Trafford dua pekan lalu atas Queens Park Rangers, Manchester United bertekad untuk melanjutkannya menjadi serentetan hasil positif. Laga melawan Leicester City akhir pekan ini jadi ajang pembuktian tekad itu.

Kemenangan atas QPR itu memang tidak bisa dibilang istimewa, mengingat status tim besutan Harry Redknapp tersebut sebagai tim promosi. Namun, buat United yang selalu gagal meraih kemenangan dalam tiga laga perdana di Premier League, itu adalah penghapus dahaga.

Buat ‘Setan Merah’, kemenangan atas QPR adalah sinyal positif yang menunjukkan bahwa mereka masih punya potensi untuk bangkit. Belum lagi kenyataan tampil apiknya sejumlah pemain anyar pada laga tersebut.

Angel Di Maria sukses mencetak satu gol dan menyumbang satu assist, dan demikian pula Ander Herrera. Sedangkan Daley Blind tampil apik dalam menjaga tempo dan sirkulasi bola di lini tengah.

Kendati demikian, bukan berarti performa United pada laga tersebut sudah sempurna. Blind masih suka tertarik ke pinggir ketika lawan menyerang lewat sayap. Ini membuat area di depan kotak penalti United menjadi lowong dan rawan ditembus. Siapa pun bisa saja melepaskan tembakan dari area tersebut.

Di Maria yang tampil impresif juga terlihat mengalami kram sepuluh menit menjelang laga selesai dan akhirnya diganti. Bagi Louis van Gaal, itu berarti Di Maria bekerja amat keras –dan dia menyukainya. Namun, di sisi lain, Van Gaal juga mengakui bahwa itu berarti Di Maria masih punya nilai minus.

“Biasanya Anda harus bisa bermain selama sembilan puluh menit tanpa kram. Tapi, itu adalah simbol positif bahwa dia mengeluarkan seluruh kemampuannya,” ujar Van Gaal seperti dilansir CNN

“Ketika Anda ikut mengkreasikan tiga gol dan mencetak satu gol atas nama Anda sendiri, itu berarti Anda tidak tampil buruk. Tapi, dia banyak kehilangan bola yang tidak perlu, jadi artinya dia bisa tampil lebih baik lagi.”

“Kami masih bisa tampil lebih baik lagi, bahkan seorang Angel Di Maria.”

Sementara itu dalam laga melawan Leicester, Michael Carrick, Phil Jones, dan Chris Smalling masih akan absen karena belum pulih dari cedera. Ini artinya Van Gaal kemungkinan besar masih akan bermain dengan susunan pemain seperti ketika melawan QPR.

Bek kiri anyar United, Luke Shaw, sudah bermain bersama tim U-21 kala menundukkan Sunderland. Jika dia diturunkan sebagai bek kiri, ada kemungkinan Marcos Rojo akan digeser ke pos bek tengah untuk berduet dengan Jonny Evans.

Jika Rojo pada akhirnya dipertahankan sebagai bek kiri, Evans kemungkinan besar akan tetap bermain dengan pemain hasil akademi sendiri, Tyler Blackett.

Yang juga jadi pertanyaan adalah siapa yang akan diturunkan Van Gaal di lini depan. Akhir pekan lalu, Wayne Rooney dan Robin van Persie diduetkan dengan Radamel Falcao hadir sebagai cameo. Jika Van Persie sedang tidak tajam, ada kemungkinan Van Gaal akan mencoba memainkan Falcao sebagai starter.

MU yang sudah membeli sederet pemain dengan harga tinggi pun seperti punya “kewajiban” untuk selalu memainkan agar kebijakan transfer tak mendapat kritik, di samping tentunya untuk kebutuhan tim.

Namun Van Gaal tak mau memusingkan soal nama besar dan banderol tinggi dari setiap pemainnya. Karena itu bukan tolak ukur baginya untuk menentukan siapa-siap yang akan mengisi starting eleven.

Hanya Rooney sebagai kapten tim yang disebutnya punya kans paling besar untuk selalu jadi pilihan utama.

“Saya rasa tidak ada pemain yang posisinya aman, hanya kapten yang punya keuntungan lebih dan pemain lain tidak. Semua tahu soal itu,” tegas Van Gaal seperti dikutip Sky Sports.

Selain soal itu, Van Gaal juga mengomentari perihal pemilihan strikernya saat ini di antara Robin van Persie atau Falcao. Dengan Rooney dipastikan selalu ada di starter, berarti kedua pemain itu harus bersaing dari pekan ke pekan untuk menyegel satu tempat di tim inti The Red Devils.

“Saya pikir Falcao tidak akan merasa terganggu dengan Van Persie atau Van Persie merasa terganggu dengan Falcao. Falcao itu striker yang hebat. Saya juga suka Van Persie; dia juga striker yang hebat,” lanjutnya.

Komentar