MU dan Van Gaal Berburu Trofi FA Cup

Penulis: Darmansyah

Minggu, 4 Januari 2015 | 17:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Walau menyimpan ambisi untuk menjuarai Premier League, Manchester United tetap menjadikan FA Cup sebagai target paling realistis untuk meraih trofi di musim ini.

FA Cup akan menjadi buruan klub Old Trafford itu setelah jarak poin di Liga Primer dengan Chelsea dan Manchester City belum juga terpangkas, sembilan angka. Chelsea dan Manchester City berada di puncak klasemen dengan angka yang sama dan selisih gol sama, tapi The Blues diuntungkan oleh alphabet.

Sikap optimisme pasukan United untuk merebutkan salah satu gelar di musim ini di akui oleh bek mereka Phil Jones. Ia mengatakan, bahwa rekan setimnya siap meraih gelar FA Cup tahun ini, trofi yang paling mungkin mereka dapatkan.

The Red Devils sebenarnya diuntungkan dengan tidak turut serta di turnamen Eropa musim ini. Dengan begitu, tenaga dan konsentrasi mereka dapat difokuskan hanya untuk mengarungi beberapa kompetisi di tanah Inggris.

Sayang, Louis van Gaal yang baru mengambil alih kursi kepelatihan United tak lantas nyetel dengan kerasnya sepakbola Inggris dan mereka telah tersingkir di ajang Capital One Cup oleh klub kasta ketiga, MK Dons awal musim ini.

Meski begitu, performa United yang tengah menanjak coba dimanfaatkan Jones dalam persaingan di FA Cup. Dengan melawan Yeovil Town malam nanti , Wayne Rooney dkk jelas lebih diunggulkan di atas kertas.

“FA Cup akan menjadi kompetisi besar bagi kami musim ini. Kami tidak dalam Liga Champions, sehingga ada harapan lebih untuk pergi dan menempatkan kinerja pada pertandingan lawan Yeovil. Ini adalah gelar yang paling mungkin didapat,” kata Jones, seperti dilansir Sportsmole, Minggu malam WIB.

“Dengan tidak berada di Eropa, Piala FA adalah tujuan kami dan pasti kami ingin menang. Terutama karena klub ini belum memenangkan gelar tersebut untuk waktu yang lama,” tambahnya.

Melawan Yoevil Minggu malam adalah pertandingan wajib menang bagi MU. Hal ini berkaitan dengan target pelatih Louis van Gaal yang ingin mempersembahkan trofi pertamanya di Inggris.

FA Cup menjadi ajang paling realistis setelah di Capital One mereka tersisih lebih cepat dari MK Dons.

“Berlaga di kandang lawan akan selalu sulit. Kami memiliki masalah pada cedera dan membuat pelatih sulit melakukan rotasi seperti yang ia pernah lakukan, mempertimbangkan jadwal pertandingan, dan jarak di klasemen,” kata Evans kepada MUTV, Minggu.

Lebih lanjut, bek itu mengatakan, merasakan motivasi yang sama dengan Van Gaal. Ia berhasrat untuk kembali membawa trofi FA Cup ke Old Trafford, terakhir kali The Red Devils menjuarai ajang ini pada 2004.

“Berada di klub seperti United seharus kami tidak puasa lama. Saya rasa dengan hadirnya Van Gaal, dan ini tahun pertamanya maka ia akan mencoba sekuat tenaga untuk memenangkannya,” tuntasnya.

Meski sempat menemui kesulitan di awal musim, seiring waktu berjalan Manchester United mampu bangkit dari keterpurukan. Bahkan sang pelatih, Louis van Gaal, tampak begitu berambisi untuk mengakiri kompetisi di puncak klasemen.

Tentang ambisinya untuk mengejar Chelsea dan Manchester dalam perburuan trofi Premier League, van Gaal merasa pesimis persaingan juara musim ini masih sangat terbuka.

Optimisme ini didasarkan pada melihat performa Setan Merah yang terus menanjak.

Dari sepuluh laga yang dimainkan mereka di Premier League, United belum sekalipun menderita kekalahan. Padahal, di awal musim raihan minor bak teman akrab Wayne Rooney dkk di beberapa laga.

Situasi tersebut yang mendasari optimisme Van Gaal, dalam melewati tantangan demi tantangan di kompetisi domestik. Di mana ia menyatakan resolusi pada 2015 adalah untuk meningkatkan permainan apik, hingga menyabet gelar juara.

“Saya pikir 2014 sudah sangat menarik bagi saya dan pemain saya, tapi saya harap kami bisa terus bersaing. Saya berharap dan dapat meyakini fans, pada akhir musim di 2015 kami bisa berada di nomor satu dalam klasemen,” Van Gaal kepada Sportsmole, Minggu, 04 Januari 2015.

“Resolusi tahun baru saya adalah untuk terus meningkatkan kinerja kami, karena Anda tidak pernah benar-benar bahagia sebagai seorang manajer. Anda selalu ingin bahwa permainan yang sempurna.”

“ Kami mulai kompetisi sangat buruk dan sekali lagi kami kehilangan dua poin di pertandingan tandang. Kami harus memperbaiki itu, jika ingin menjadi juara di akhir musim,” lanjutnya.

Komentar