MU Bermain “Hambar” di Old Trafford

Penulis: Darmansyah

Minggu, 4 Mei 2014 | 11:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Cukup sekali Ryan Giggs bersama Manchester United menghibur di Old Traford, ketika pekan lalu, “Iblis Merah” itu mengalahkan Norwich. Selanjutnya, malam tadi, Sabtu, 04 April 2014, “The Reds Devils” kembali terjun bebas di tendang Sunderland dalam lanjutan Premier League.

Manchester United menelan kekalahan satu gol tanpa balas walau pun memiliki beberapa peluang dalam laga yang berjalan lamban dan membosankan itu.

Dua di antaranya peluang MU didapath lewat Juan Mata dan Nani. Namun, usaha keduanya lewat tendangan dari luar kotak penalti bernasib sama: melambung di atas mistar gawang Sunderland.

Usaha United dengan melakukan akselerasi secara impresif untuk menembus lewat umpan silang juga tidak banyak berhasil. Ashley Young punya beberapa kesempatan untuk melepaskan umpan dari sisi kanan, namun beberapa kali pula umpannya gagal menemui rekan sendiri.

Sebaliknya, Sunderland berhasil memaksimalkan satu peluang bagus yang mereka miliki, yang dilepaskan oleh Connor Wickham, disambar oleh Sebastian Larsson lewat sebuah sepakan first-time. Dan menghasilkan gol tunggal untuk pertandingan malam itu.

United berusaha mendominasi laga setelahnya. Namun, tempo lambat permainan ketika menyusun serangan tidak banyak membantu mereka.

Kemenangan Sunderland ini menjadikannya sebagai tim papan bawah yang mampu mengalahkan tim besar seperti Chelsea dan MU. Bahkan ketika bertamu ke Etihad Stafium menghadapi City, “The Black Cats” ini mampu bermain imbang.

Usai laga, masih dalam balutan jas abu-abu dan dasi merah bergaris biru, Ryan Giggs tak mampu menyembunyikan perasaan hambarnya. Giggs berterus terang timnya bermain buruk. United bermain dengan datar tanpa greget.

Salah satu yang dikritisi Giggs adalah bagaimana buruknya akurasi operan pemain-pemain United. “Saya merasa hambar. Para pemain juga demikian dan saya tidak tahu kenapa,” ujar Giggs di “BBC.”

” Sunderland sedang dalam performa bagus dan mereka menciptakan peluang-peluang terbaik kali ini. Kami kekurangan kualitas di final third. Kami mengirim operan entah ke mana dan jika Anda melakukan itu di Premier League, Anda akan mendapatkan hukumannya. Kami punya masalah ketika bermain di kandang musim ini dan itu tidak bagus.”

“Kami masih punya kualitas bagus di dalam tim ini, tapi kami tidak menunjukkannya kali ini,” kata Giggs.

“Saya kecewa, lebih dari marah. Kami tak menunjukkan kualitas yang kami tampilkan pekan lalu, terutama di wilayah pertahanan lawan. Ketika Anda melakukan itu, Anda mengalami kebuntuan di Premier League,” ujar Giggs.

“Menurut saya, tim tidak berkonsentrasi ketika umpan menjadi hal yang sangat penting. Ketika Anda harus membuka pertahanan lawan, Anda harus melepaskan umpan-umpan vital atau berkonsentrasi pada penyelesaian akhir. Hal itu tak muncul pada laga tadi.”

“Saya mengatakan pekan depan kami ingin menjadikan Old Trafford sebagai benteng, karena Old Trafford selalu menjadi tempat yang sulit bagi tim tamu. Musim ini, itu menjadi masalah kami. Performa kami di kandang tak cukup bagus.”

“Tak ada kualitas. Begitu Sunderland mendapatkan gol pertama, semua pemain mereka mengambil posisi di belakang bola dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Namun, kami punya penguasaan bola yang cukup untuk menciptakan peluang lebih banyak dari yang kami ciptakan pada laga tadi.”

“Manchester United adalah tim besar. Performa tim tak cukup bagus musim ini. Saya yakin, akan ada pemain-pemain baru, pemain-pemain berkualitas. Kami harus berkembang dan bekerja lebih baik musim depan,” tutur Giggs.

Dengan kekalahan dari Sunderland, MU tertahan di peringkat ketujuh dengan nilai 60, atau kalah enam angka dari Tottenham Hotspur di tempat keenam zona Liga Europa.

Komentar