MU Berburu Kemenangan untuk Euro Zona

Penulis: Darmansyah

Minggu, 18 Januari 2015 | 15:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United masih membutuhkan kemenangan lanjutan untuk memelihara peluangnya tampil di Zona Champions, terutama konsistensi, setelah Minggu malam memenangkan laga tandangnya atas Queens Park Rangers pada laga lanjutan Premier League.

Pengamat sepakbola di Sky Sport,” Gary Neville mengatakan United mesti menjaga momentum jika ingin tampil di Liga Champions musim depan.

Pada pertandingan yang digelar di Loftus Road, Sabtu 17 Januari 2015 malam WIB, Fellaini dan Wilson menjadi pembawa keunggulan Setan Merah.

Dengan hasil tersebut, MU sebenarnya sempat menggeser Southampton dari posisi tiga klasemen sementara. Namun, itu hanya bertahan beberapa jam saja, karena The Saints lalu menang dan kembali menempati peringkat tiga. MU pun kini ada di posisi empat.

Neville mengatakan, posisi empat sangatlah tidak aman. Apalagi, tim-tim yang ada di posisi di belakangnya yaitu Totteham Hotspur, Arsenal, dan Liverpool terus mengintai.

Tim asuhan Louis van Gaal kini unggul tiga angka saja dari Tottenham di peringkat lima.

“Mereka harus memenangi setiap pertandingan untuk terus berada di empat besar. Setiap tim ingin bermain di Liga Champions, jadi United harus terus meraih kemenangan di banyak pertandingan agar lolos,” kata Neville sebagaimana dilansir Sky Sport.

MU sendiri musim ini absen di Liga Champions, setelah hanya mampu finis di peringkat tujuh pada Premier League musim lalu.

Dan, dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang, plus Van Gaal, kembali ke ajang paling gengsi di Eropa tersebut menjadi target mereka.

Dalam laga melawan QPR, terutama di babak pertama, Manchester United sempat dibuat kesulitan dan kebingungan dengan pola yang diterapkan QPR.

Secara khusus, Redknapp menerapkan cara yang berbeda untuk mematikan peran Rooney dan Mata di lini tengah United.

Pada babak pertama, United seperti kebingungan. Mereka memegang bola, tapi tidak tahu akan diarahkan pada siapa. Sementara itu, QPR menunggu sambil berharap bola berhasil di-intercept, sehingga merekapun bisa melakukan serangan balik.

Penampilan Blind sendiri masih terlihat kurang meyakinkan ketimbang saat ia duet dengan Ander Herrera di lini tengah.

Visi yang dimiliki Blind nyatanya memperlambat United kala melakukan serangan. Ia tidak menunjukkan kecepatan kala menyisir lapangan seperti yang biasa diperagakan Ashley Young maupun Valencia.

Perubahan skema yang dilakukan Van Gaal pada babak kedua berhasil mengubah keadaan. Di Maria dikembalikan ke sisi kanan, sementara Wilson dan Falcao ditempatkan di lini serang.

Keandalan Di Maria terlihat saat ia mengirim umpan silang ke kotak penalti, yang disambut sundulan Falcao. Ini menunjukkan dirinya lebih tepat untuk memaksimalkan akurasi umpan untuk memanjakan penyerang, ketimbang menjadi penyerang itu sendiri.

Sebagai penyerang, ia melepaskan empat tendangan, dan tidak ada satupun yang mengarah ke gawang. Sementara saat bermain di sayap, ia melepaskan empat umpan silang, yang dua di antaranya mencapai target.

Di lini pertahanan, Carrick bermain lebih disiplin. Saat Blind naik menyerang, Carrick turun membantu Phil Jones, Jonny Evans, dan Marcos Rojo.

Karena permainan Mata yang tak berkembang, Fellaini pun dimasukkan. Ia mampu memberi perubahan dengan melakukan pressing ketat di area yang biasa ditempati Mata.

Perubahan tersebut membuat serangan QPR tak lagi menjadi efektif. Mereka tak lagi memanfaatkan kelemahan pertahanan MU dengan cara melakukan serangan balik.

Setelah gol pertama United, QPR mulai menekan MU. Ini menjadi tidak efektif karena selain lambat, para pemain MU pun sudah bersiaga di area kotak penalti.

Kemenangan United atas QPR tidak lain karena kejelian Van Gaal mengubah cara bermain mereka, utamanya pada babak kedua. QPR sebenarnya mampu menahan gempuran-gempuran MU, dengan sesekali melakukan serangan balik cepat.

Mereka mestinya paham satu kesalahan kecil saja kala menghadapi United, akan mampu mengubah hasil akhir pertandingan, dan itu yang terjadi semalam.

Seusai pertandingan Louis van Gaal, yang gregetan dengan penampilan Radamel Falcao kembali melontarkan kritikannya.

Falcao dipercaya tampil sejak menit pertama di Loftus Road setelah tercoret dari tim melawan Southampton pekan lalu, penyerang Kolombia ini malah sering buang kesempatan.

Dua kali usahanya digagalkan oleh Robert Green. Setelah itu Falcao gagal menyambut dua umpan matang beberapa saat kemudian.

Meski Van Gaal mengakui kalau Falcao memberikan dimensi lebih pada permainan MU, tidak hanya gol, namun sang pelatih menegaskan kalau pemainnya tersebut harusnya bisa mencetak gol ke gawang QPR.

“Pada babak pertama, kami membuat hanya satu kesempatan yang saya pikir seharusnya Falcao mencetak gol. Kemudian dia memiliki tiga peluang di babak dua,” ujar Van Gaal pada Sky Sports.

“Tak penting apa yang pikirkan soal Falcao karena dia ingin mencetak gol. Saya harus menilai bagaimana permainannya tadi dan mencetak gol adalah aspek penting seorang penyerang. Buat saya, dia juga penting karena bisa jadi tumpuan penyerangan dan saya pikir dia cukup bagus,” lanjutnya.

Penampilan Falcao sejauh ini sejak dipinjam dari Monaco memang belum mengesankan. Bermain delapan kali, baru tiga gol dan tiga assists dibuatnya. Yang menjadi masalah, Falcao kerap buang peluang.

Komentar