“Moyes, MU Sudah Sangat Menderita”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Januari 2014 | 08:24 WIB

Dibaca: 2 kali

David Moyes kecewa. Tapi, sebuah poster yang dibentangkan suporter Manchester United, di sudut timur tribune Old Trafford, Kamis, 23 Januari 2014, dinihari WIB itu, lebih kecewa lagi. Sebuah poster bernada menyindir untuk sang pelatih,”Moyes, MU Sangat Menderita.”

Manchester United memang sangat menderita usai gagal mengejar trofi penyelamat, Piala Liga, usai disingkirkan calon klub degradasi Premier League, Sunderland, di “dream theatre,” Old Trafford.

Sunderland yang datang dengan semboyan “vini-vidi-vici,” saya datang, saya bertarung dan saya menang, tak takut dengan keangkeran Old Trafford. Mereka datang dengan agregat gol 2-1 setelah menang pada laga kandang di leg pertama.

“Kami sudah buktikan bisa menaklukkan teater impian. Kami tidak pernah takut berkelahi di sini. Kami memenangkannya. Ini langkah besar bagi kami untuk laga-laga di Premier League,” ujar penjaga gawang Sunderland Vito Mannone dengan mantap kepada “Sky Sports” usai pertandingan yang disudahi adu penalti itu.

Sebelum lagi, David Moyes berjanji akan “mengobat” kejengkelan publik Old Trafford untuk menghadirkan “duo” Manchester di laga final Piala Liga setelah sehari sebelumnya Manchester “Biru,” The Citizien,” melumat Wast Ham dengan sembilan gol agregat untuk melangkah ke Wembley.

Kekalahan di Piala Liga ini memang memupus ambisi Moyes untuk mendapat trofi di musim pertamanya bersama United. Di Piala FA mereka sudah duluan terjungkal di perempat final. Sedangkan di Premier League posisi “Setan Merah” ini berada di urutan ke tujuh terpaut empat belas angka dari pemuncak klasemen Arsenal.

MU hanya menyisihkan satu harapan di Champions League, yang oleh banyak p[rediksi pengamat juga akan tercampak di perempat final. Bila tersingkir dari Champions League maka lengkaplah derita MU di musim pertamanya dengan David Moyes usai Sir Alex Ferguson pensiun tahun lalu.

David Moyes, di ruang pertemuan kepada wartawan, usai laga, mengungkapkan kekecewaannya atas tersingkirnya Manchester United dari Piala Liga Inggris. Moyes juga mengakui bahwa “The Red Devils” bermain tak cukup baik, tapi tidak mampu mengalahkan Sunderland.

MU hanya sampai di babak semifinal. Mereka tersingkir setelah kalah adu penalti dari Sunderland. MU sebenarnya sempat memimpin 1-0 lewat gol Jonny Evans pada babak pertama. Gol Evans tersebut membuat skor agregat menjadi 2-2 karena MU kalah 1-2 di leg pertama.

Skor tak berubah hingga waktu normal habis dan laga harus dilanjutkan ke extra time. Kalau bisa mempertahankan keunggulan hingga selesainya extra time 2×15 menit, MU akan lolos ke final karena Piala Liga Inggris baru menghitung gol tandang setelah extra time. Tapi, MU tak bisa melakukan hal tersebut.

Sunderland menyamakan skor di ujung laga setelah tembakan Phillip Bardsley tak bisa dijinakkan David de Gea. MU kemudian langsung meresponsnya dengan gol yang diciptakan oleh Javier Hernandez.

Skor 2-1 menandai akhir extra time. Karena agregat sama kuat 3-3 dan tak ada tim yang lebih unggul dalam jumlah gol tandang, penentuan pemenang pun harus dilakukan lewat adu penalti.

Dalam drama adu penalti ini, cuma dua eksekutor Sunderland yang berhasil, yakni Marcos Alonso dan Ki Sung-Yueng. Tapi, algojo-algojo MU juga tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Dari lima penendang, cuma Darren Fletcher saja yang bisa menaklukkan Vito Mannone. Alhasil, Sunderland keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

“Kami tidak bermain cukup baik untuk lolos. Sunderland datang ke sini dan layak mendapatkan tempat di final,” ujar Moyes di Mirror.

“Pada akhirnya, saya pikir kami tidak punya level performa yang kami butuhkan untuk lolos. Itu ditentukan lewat adu penalti, dan penalti kami sangat buruk,” katanya.

“Tapi, kekecewaan yang lebih besar adalah bagaimana kami bermain. Tentu saja Anda mengharapkan standar yang lebih baik karena, jangan lupa, ada banyak pemain internasional di sana,” tutur mantan manajer Everton ini.

“Ini adalah bagian dari pekerjaan. Akan selalu ada tim yang menjadi pecundang di semifinal dan itu terjadi pada kami. Kami tidak mengeksekusi penalti kami dengan cukup baik,” tambahnya.

Sunderland yang lolos ke final selanjutnya akan menghadapi Manchester City di Stadion Wembley, 2 Maret mendatang.

Komentar