Mourinho : “Saya Orang Portugal yang Tak di Sukai”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 Maret 2013 | 09:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari setelah wawancaranya yang penuh emosional di jaringan televisi terkenal Portugal, “RTP-1,” dan mengaku tak pernah membaca surat kabar atau melihat televisi Spanyol karena banyak menyajikan “infotainment” yang berisi “sasus,” rumor dan sering kali menekan dirinya, Jose Mourinho dikecam sebagai “buldog” yang memekakkan telinga dan menutup mata yang hanya berkata untuk dan atas nama kebenaran dirinya.

Harian “AS,” yang biasanya cukup “lembut” terhadap setiap kontroversialnya, menulis dengan huruf “capital” di “headline cover”nya, “Mou Bicaralah Dengan kultur Espana!” Surat kabar itu mengirim pesan kepada Mourinho untuk lebih beradab lagi dengan budaya “espanyola.” Anda seorang genius, bukan seorang autis yang paranoid,” tulis “AS” dengan tajam.

Harian “Marca” terbitan Madrid yang biasanya memusuhi apa saja tingkah yang dibuat Mourinho di lapangan dan luar lapangan, tak banyak komentar dengan ucapan “Si Special One” itu. “Ah, dia memang tukang cuci piring yang sombong.”

Sementara itu, tabloid sepakbola yang terbit harian dan sangat prestiseus di Madrid karena analisis preview dan reviewnya yang akurat, dan sering menjadi rujukan bagi penggemar sepakbola Spanyol, “Espana Football” juga tak terlalu serius menanggapi pernyataan Mourinho yang mengatakan, “Ia merasakan tekanan berat sebagai orang Portugal yang tinggal di Spanyol. “Espana” hanya menulis di halaman dalamnya tanggapan beberapa tokoh sepakbola Spanyol tentang pernyataan Mourinho itu.

“Biarlah ia bikin heboh di luar sana. Kita tetap menghormatinya sebagai pelatih hebat yang datang dari Portugal dan bermukim di Madrid. “No problem” untuk Mou di tanah Spanyol,” tutup “Espana,” tabloid berbahasa Inggris itu.

“Espana” enggan menulis lebih panjang tentang kesejarahan Spanyol dan Portugal yang coba dibuka dengan sentimental oleh Mourinho. Itu masa lalu. Tak ada persaingan dan pelecehan terhadap seorang Portugal di Spanyol.

Walau pun wawancara eksklusifnya itu dikecam habis-habisan oleh media Spanyol Mou dikabarkan, santai saja menghadapinya ketika memimpin latihan terakhir timnya menghadapi pertandingan La Liga akhir minggu. Ia malah mengatakan akan pergi ke Istanbul, Turki, untuk menyaksikan pertandingan Galatasaray.

Galatasaray adalah tim yang akan dihadapi oleh Real Madrid dalam laga perempat final Liga Champions awal bulan depan. Mou mengatakan, tidak menganggap enteng klub juara liga Turki itu karena di sana ada Sneijder dan bekas anak asuhnya di Chelsea, Didier Drogba.

Saat wawancara dengan RTP1, Mou banyak membantah tentang rumor dirinya yang akan hengkang dari Madrid. “Itu berita omong kosong. Saya tak menyetujui atau menandatangani apa pun untuk meninggalkan Real Madrid. Grup di Madrid sebagus seperti sebelumnya,” tegasnya.

“Saya tak membaca surat kabar Spanyol. Saya juga tak melihat televisi Spanyol. Sangat berat menjadi orang Portugal yang tinggal di Spanyol. Tapi, tak ada yang memengaruhi saya atau mengganggu saya. Tak ada yang lebih memotivasi saya selain hasrat saya sendiri,” ujarnya.

Dalam wawancara itu, Jose Mourinho juga menuduh Rafael Benitez, seorang pelatih asal Madrid yang kini menjadi pelatih “caretaker” di Chelsea, mencoba membuang semua memori tentang dirinya di Inter Milan. Ini, katanya, ia lakukan agar para pemain melupakannya dan hanya menurut kepada Benitez.

Mourinho memiliki hubungan yang baik dengan para pemain Inter, ketika menangani klub itu. Ia juga mampu membawa tim meraih tiga gelar pada 2010, yakni Coppa Italia, Liga Serie-A, dan Liga Champions. Akhir musim, ia langsung pindah ke Real Madrid dan posisinya digantikan oleh Benitez yang ternyata hanya bertahan 6 bulan karena dipecat.

“Benitez ingin membuang foto-foto saya. Tapi, mereka (para pemain Inter) kembali mengingat saya setelah ia (Benitez) pergi,” kata Muorinho kepada RTP1.

Sebelum berumur 50 tahun, Mou sukses sebagai pelatih saat menangani FC Porto, Chelsea, Inter, dan kini Real Madrid. Kini, pelatih asal Portugal lain yang dinilai mengikuti kesuksesannya adalah Andre Villas-Boas. Namun, Mou menolak dibandingkan dengan Pelatih Tottenham Hotspur tersebut.

“Saya tak melihat kesamaan sedikit pun dengan Andre Villas-Boas. Dia berada di tempat lain. Saya juga mengikuti perkembangan kariernya. Saya tahu, ada efek Jose Mourinho terhadap anak-anak muda Portugal. Banyak anak muda yang bermimpi menjadi pelatih. Padahal, 20 tahun lalu anak muda selalu bermimpi menjadi pemain, bukan pelatih,” ujar Mourinho.

Tentang kemungkinan dirinya kembali ke Inter Milan, Mourinho tidak menutup kemungkinan itu. Mantan pelatih Chelsea itu mengaku akan senang jika mendapatkan kesempatan tersebut.

“Saya menghabiskan dua musim yang fantastis di Italia bersama Inter. Saya tidak tahu apakah bisa kembali ke sana suatu saat nanti. Tetapi, jika itu terjadi, maka saya akan menjalaninya dengan senang hati,” kata Mou.

Seperti diketahui, masa depan Mourinho belakangan marak dibicarakan. Rumornya, Mourinho berniat meninggalkan Madrid terkait dengan penampilan kurang maksimal Madrid di Liga BBVA.

Tidak hanya itu, Mourinho juga mengeluarkan kebijakan tak populer sehingga dicemooh fans dengan mencadangkan kiper Iker Casillas saat melawan Malaga dan Real Sociedad. Selain Inter, Manchester United dan Paris Saint-Germain (PSG) dikabarkan tertarik untuk memboyong Mourinho.

Komentar