Mourinho “Pergi” Karena Diusir Pemain?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 Desember 2015 | 15:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua pendapat kuat kini bertarung untuk memosisikan “kepergian” Jose Mourinho dari Stamford Bridge dua pekan lalu. Satu pendapat menebarkan rumor bahwa terusirnya Mou karena “kekuatan” pemain.

Pendapat lainnya yang datang dari sobat Mourinho, Dieter Hamman, mantan pemain Jerman, menegaskan kepergian Mourinho karena ia sendiri minta dipecat untuk mengakhiri krisi kepercayaan para pemain Chelsea.

Mantan pemain Chelsea , Clive Walker mengklaim bahwa ‘kekuatan pemain’lah yang memaksa Jose Mourinho meninggalkan Stamford Bridge, hanya beberapa bulan setelah ia membantu klub meraih trofi Premier League musim lalu.

Chelsea memang tengah berada di periode negatif setelah kalah sembilan kali dari enam belas laga dan terpuruk di posisi enam belas dan hanya berselisih satu poin dari zona degradasi.

Mourinho sendiri secara terbuka mengkritik para pemainnya usai timnya dikalahkan Leicester City.
Saat itu Mourinho juga menyebut bahwa ia merasa telah dikhianati oleh pemainnya.

“Saya menduga bahwa ia mungkin telah kehilangan para pemainnya setelah hari Senin. Dia telah mencoba segalanya, meninggalkan pemain di bangku cadangan, mengubah metode latihan, mengubah gaya dan taktik,” ujarnya seperti dilansir Goal International .

“Pergerakan terakhir adalah untuk mengkritik pemainnya dan dia akan tahu bahwa itu adalah pertaruhan besar. Dia akan berharap mereka ‘menyerah’ setelah mendapatkan kritik, tapi mungkin itu justru bergerak ke arah lain,” tambahnya.

Dan Walker mengungkapkan keyakinannya bahwa keputusan klub untuk mengakhiri kerjasama dengan Mourinho datang setelah kritik dari sang pelatih kepada para pemainnya itu.

Menurutnya, para pemain yang ‘memaksa’ klub untuk mencapai kesepakatan berpisah dengan Mourinho.

“Ada beberapa kepribadian besar dalam ruang ganti dan beberapa dari mereka mungkin tak suka perkataan Mourinho usai kalah di Leicester dan menyuarakan protes ke petinggi klub dan itu mungkin yang menjadi penentu nasib Mourinho,” tandasnya

Analisa mengejutkan lainnya datang dari mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann.

Menurut dia, Jose Mourinho sengaja memelas agar dipecat oleh Chelsea.

“Sepertinya Jose Mourinho memelas agar dipecat Chelsea. Dia sepertinya sengaja mencari masalah dengan para pemainnya sendiri.”

“ Jika Anda ingin mendapatkan reaksi dari pemain, Anda cukup menempatkannya di bangku cadangan. Seperti yang dia lakukan terhadap Eden Hazard,” ungkap Mourinho seperti dilansir Daily Mail.

“Hal itu sebenarnya tak jadi masalah. Akan tetapi, jangan memasukkan dia pada menit akhir karena itu akan membuat sang pemain bertambah malu,” Hamann menambahkan.

Mourinho sempat melayangkan kritik pedas kepada kapten John Terry usai dikalahkan Manchester City di pekan kedua Premier League.

Kala itu, Mou berujar bahwa dia yang telah menyelamatkan karier Terry.

“Terry merasa dipermalukan dengan kata-kata Mourinho usai pertandingan melawan Manchester City. Jika Anda melihat kondisi ruang ganti Chelsea saat ini, semua pemain ingin Mourinho pergi? Saya rasa demikian,” Hamann mengakhiri pembicaraan.

Lantas bagaimana kondisi ruang ganti Chelsea usai Mou pergi?

Gelandang Chelsea Jon Obi Mikel menjawabnya, ruang ganti Chelsea sangat cerah meski mereka belum bisa menunjukkannya di atas lapangan.

Mourinho dilepas oleh pemilik The Blues, Roman Abramovich, pada pertengahan Desember lalu dengan alasan utama “adanya keretakan hubungan yang terlihat jelas antara manajer dan pemain”.

Mikel percaya bahwa kedatangan Guus Hiddink membawa semangat baru ke dalam ruang ganti The Blues.

“Kami telah beranjak dari masalah itu dan sekarang pergantian manajer membuat suasana ruang ganti meningkat,” kata Mikel seperti dikutip dari Goal. “Sekarang kami baik-baik saja, hanya saja belum terlihat lewat hasilnya.”

Meski mengatakan hal itu, Mikel tetap menegaskan Mourinho adalah manajer dan pria yang hebat. Ia juga menyatakan keputusan pemecatan Mourinho belum tentu membawa kebaikan dalam jangka waktu panjang.

“Tapi sepak bola terkadang adalah permainan yang kejam, dan Anda harus melupakan itu semua.”

Dengan kondisi ruang ganti yang telah meningkat, bukan berarti langkah Mikel bersama Chelsea akan lebih mudah. Secara pribadi, Mikel harus mengatasi masalah kurang mendapat kesempatan bermain sehingga performanya anjlok.

Sementara soal tim, Mikel mengakui tidak tahu alasan di balik terperosoknya Chelsea ke papan bawah.

“Seperti pemain-pemain lainnya, saya kebingungan,” ucapnya. “Saya tidak sering bermain di bawah Mourinho sehingga tidak tahu apa yang salah. Ini masalah kolektif — baik manajer dan pemain sama-sama tidak berperforma baik.”

Komentar