Mourinho: City Kandidat Juara League

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Januari 2014 | 09:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Walau pun menempati posisi “runner up” di klesemen Premier League, Manchester City, merupakan kandidat paling kuat untuk menjuarai liga musim ini. Pernyataan itu diungkapkan oleh Jose Mourinho ketika diwawancarai “Sky Sports,” Rabu, 15 Januari 2014, tentang peta kekuatan tim di Premier league musim ini.

Mourinho yang ingin bersama Chelsea dalam waktu yang lama, kecuali jika dipecat, menunjuk City sebagai sebuah tim yang menakutkan di Liga Inggris. Konsistensi dan kemampuannya memorakporandakan pertahanan lawan menjadi indikasi bahwa City akan bisa tampil sebagai juara.

Mou tidak melihat Arsenal sebagai potensi besar. Ia juga, dengan jujur mengatakan kalau Chelsea, harus bisa konsisten sepanjang musim. “City sudah menemukan performanya. Kami belum. Masih ada hambatan,” ujarnya tentang Chelsea.

Manchester City memang memiliki skuad yang begitu bagus di musim ini. Manajer Chelsea Jose Mourinho menganggap rivalnya itu sebagai kandidat terkuat juara di akhir musim.

Meski sempat melalui pekan-pekan awal yang seret, City kini melesat. Sejak kalah 0-1 dari Sunderland pada November 2013, pasukan Manuel Pellegrini itu tidak terkalahkan dengan membukukan sembilan dari 10 laganya.

‘Si Manchester Biru’ juga tampil begitu meyakinkan dan menjadi tim tersubur di liga kendati sampai sekarang masih belum mampu menggusur Arsenal di puncak klasemen. Chelsea berada di strip di bawah City dengan selisih satu angka.

Chelsea, hanya sekali kalah dan meraih sembilan kemenangan di 10 laga terakhirnya. John Terry dkk. juga tercatat cuma sekali kalah di markas Everton dari tim-tim penghuni posisi tujuh besar di klasemen sementara.

Namun demikian, Mourinho menilai Chelsea tidak sekuat City. Seandainya Chelsea mengalahkan City dalam perburuan gelar musim ini, maka itu akan jadi pencapaian terbaik dalam kariernya di klub.

“Di Chelsea, itu akan menjadi pencapaian terbaik saya jika kami bisa mengalahkan City dalam persaingan gelar di musim ini,” sahut Mourinho seperti yang diberitakan Mirror.

“Kami pernah jadi juara sebelumnya, tapi kami adalah tim yang dulu jadi juara, menyerang titel, terutama dalam musim kedua saya, ketika kami sudah membunuh persaingan sejak awal. Tapi ini (Chelsea sekarang) adalah sebuah tim yang sedang dalam perkembangan dan jika Anda memenangi banyak titel saat ini, maka itu bukan tergantung Anda.

“City dalam hal kekuatan skuatnya, ada di dimensi lain. Anda tidak bisa membandingkan situasi mereka dengan klub lain. Beberpa orang akan tidak setuju atau sejumlah manajer merasa mereka seharusnya tidak berkata seperti ini, tapi saya cuma mengatakan apa yang saya rasakan: City berbeda,” kata Mourinho lagi.

“Ini bukan soal memiliki para pemain berkualitas, klub-klub lainnya juga memiliki kualitas. Tapi City sedang ada dalam momen yang sempurna. Mereka tidak memiliki pemain tua dan muda — satu-satunya pemain mudanya adalah Matija Nastasic dan dia bermain beberapa kali saja. Setelah itu, mereka berada dalam usia 25-29 tahun dan semuanya dalam momen terbaiknya,” lugas dia.

Chelsea mengalahkan City 2-1 di Stamford Bridge pada pertemuan pertama di musim ini. Kedua tim akan kembali bersua di Etihad pada 4 Februari mendatang.

Tentang hubungan timbale baliknya dengan Chelsea Mou mengatakan, saya adalah milik Chelsea, Chelsea adalah milik saya. Saya memberikan banyak gelar untuk Chelsea pada masa lalu, tetapi mereka juga memberikan banyak hal bagi saya. Ini hubungan profesional berbeda.

Mourinho menangani Chelsea pada 2004-2007. Ia kemudian pindah ke Inter Milan dan Real Madrid. Setelah mengakhiri kerja sama dengan Madrid pada akhir musim 2012-2013, Mourinho menerima tawaran Roman Abramovich untuk kembali melatih Chelsea.

Menurut Mourinho, selain karena ikatan emosional, ia kembali ke Chelsea karena nyaman dengan suasana kota London.

“Saya bukan seseorang dengan kehidupan sosial yang besar. Saya hanya ingin hal-hal sederhana meskipun saya kehilangan hal-hal sederhana itu di Italia, Spanyol, dan Portugal. Saya pikir, London adalah satu-satunya tempat di Eropa, di mana saya bisa menjaga hal-hal kecil dalam hidup. Saya bisa pergi ke sekolah dan menunggu anak saya,” ungkap Mourinho.

“Saya bisa berjalan di Sloande Street atau Old Bond Street. Jika seseorang mengganggu saya, itu pasti bukan orang Inggris. Itu beberapa wisatawan yang melihat saya dan mereka tidak bisa mengontrolnya. orang Inggris jauh lebih sopan dan hormat,” tuturnya.

Komentar