Mou Menang Perjudian di Stamford Bridge

Penulis: Darmansyah

Rabu, 9 April 2014 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Jose Mourinho memenangkan laga perjudian di Stamford Bridge, Rabu dinihari WIB, 09 April 2014, dengan menyingkirkan Paris Saint-Germain di pertandingan leg kedua perempat final Champions League, dengan membalikkan semua prediksi pengamat dan mengembalikan sejarah dua tahun lalu ketika Chelsea melakukan “salto” kemenangan dari Napoli di perdelapan final.

Kemenangan dua gol tanpa balas di Stamford Bridge mengantar Chelsea keperempat final lewat agregat gol tiga banding tiga, tapi The Blues diuntungkan dengan satu gol tandang ketika di kalahkan Paris Saint-Germain tiga banding satu di Parc des Prince pekan lalu.

Paris Saint-Germain, klub juara Ligue 1, yang hanya membutuhkan hasil seri di Stamford Bridge terhenyak ketika publik “The Blues” memberi aplaus gemuruh ketika laga berakhir dalam suasana yang amat tegang.

Sebelum laga, Jose Mourinho, seperti dikatakannya kepada “Sky Sports,” tahu betul bagaimana harus mengalahkan PSG di Stamford Bridge. Di stadion, yang digelar dengan “Yankee” itu, Mourinho membenahi semua lini permainan Chelsea.

Dia melakukan rotasi sempurna di blok pertahanan dengan melakukan adaptasi sempurna lewat penutupan celah serangan PSG. “Sebuah strategi dan taktik amat menarik. Mu memang jenius,” puji “Sky Sports.”

“Sempurna,” tulis “Mirror” tentang gol Demba Ba yang menjadi kunci kemenangan Chelsea.

Gol Demba Ba ini menjadi kontroversi oleh ulah Jose Mourinho yang merayakannya sampai i harus berlari menghampiri para pemainnya di sudut lapangan. Namun, hal itu dilakukan Mourinho hanya untuk mengingatkan pemainnya bahwa laga belum tuntas.

Gol pertama Chelsea dicetak lewat aksi Andre Schuerrle.

Butuh waktu satu jam lebih untuk The Blues memastikan diri lolos ke semifinal berkat gol Demba Ba. Sontak setelah sontekan Ba dari jarak dekat menjebol jala Salvatore Sirigu itu, seisi stadion pecah dan tak hanya fans, pemain pun menyambut lega gol krusial itu.

Sampai-sampai Mourinho pun seperti tak mau ketinggalan melakukan selebrasi di mana ia kemudian berlari-lari menghampiri pemainnya yang sedang mengerubungi Ba di pojok lapangan.

Tapi rupanya Mourinho bukan mau ikut larut dalam perayan gol itu, melainkan ia meminta para pemainnya segera menyudahinya karena laga belumlah tuntas dan PSG pun punya kemungkinan untuk mencetak satu gol yang bisa memupus impian Chelsea.

“Aku berlari ke sudut lapangan bukan untuk merayakan gol. Aku bilang pada mereka bahwa aku akan melakukan pergantian taktik. Masih ada waktu tiga menit plus tambahan waktu yang tersisa dan cara bermain kami mengundang risiko,” ujar Mourinho di BBC.

“Aku ingin Demba Ba bermain di depan bek dan Fernando Torres mengawal Maxwell. Aku ingin memberi peran berbeda untuk mereka,” sambungnya

Chelsea tampil menyerang dan tak memberi kesempatan sedikit pun untuk tim tamu mengembangkan permainan.

Meski sempat kehilangan Eden Hazard di awal babak pertama, tapi Chelsea mampu menutup fase ini dengan gol dari Andre Schuerrle..

Kedua tim bermain dengan tempo tinggi sejak awal pertandingan. Chelsea yang mengejar selisih dua gol mencoba menusuk jantung pertahanan PSG melalui kombinasi Eden Hazard, Frank Lampard, dan Samuel Eto’o.

Sementara itu, PSG yang bertanding tanpa Zlatan Ibrahimovic bermain sabar dengan lebih banyak menunggu di barisan pertahanan sendiri. Beberapa kali skuad asuhan Laurent Blanc itu menekan Chelsea melalui serangan balik.

Di babak kedua, Chelsea masih terus mencari gol kedua di saat PSG mulai lepas dari tekanan dan membahayakan gawang tuan rumah sampai akhirnya Demba Ba mencetak gol yang mengunci kemenangan Chelsea.

“Saya pikir kami tampil bagus di awal babak kedua untuk coba mencetak gol sebelum kami melakukannya. Sementara yang berlawanan adalah PSG dan apa yang mereka ingin lakukan. Di babak kedua murni soal penguasaan bola. Tapi sulit untuk kami melakukan penetrasi. Kami melakukannya di sesi latihan kemarin, dengan tiga sistem berbeda yang kami pakai semuanya. Para pemain tahu apa yang mereka lakukan.

“Sangat pantas tim yang bermain bertahan mendapat hukuman seperti itu. Tim yang bermain dengan hati pantas untuk lolos,” sambungnya.

“Anda harus selalu yakin dan itu selalu yang kami tanmnkan. Anda tahu seperti apa sepakbola. Tidak ada orang-orang yang menyangka gol ketiga di Paris. Kenapa kami tidak bsia malam ini?.”

“Para gelandang kami bermain sangat bagus. Di Prancis mereka mendominasi. Gaya sepakbola Prancis tak ada hubungannya dengan taktik saya. Kami punya banyak momen yang menguntungkan. Gol Demba Ba sangat berarti untuk kami,” papar manajer asal Portugal itu.

Kapten Chelsea, John Terry, menilai Demba Ba layak mendapat apresiasi atas keberhasilan mencetak gol yang membuat timnya melaju ke semifinal Liga Champions

“Kami bekerja dengan banyak skenario berbeda dan dengan masuknya Demba Ba, kami tahu harus membantunya dan melihat apa yang akan terjadi. Dia mencetak gol hebat dan pantas mendapatkan pujian,” ujar Terry.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Chelsea menguasai bola sebanyak 53 persen dan melepaskan 10 tembakan akurat dari 16 usaha. Adapun PSG menciptakan enam peluang emas dari 13 percobaan.

sumber: sky sports, mirror, uefa.com dan bbc

Komentar