Hina Wasit Clattenburg, Mou Dihukum

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 November 2016 | 15:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Jose Mourinho menerima sanksi yang diberikan Asosiasi Sepak Bola Inggris  atau FA yang menghukumnya telah menghina wasit,  dan mengharuskan sang pelatih Manchester United itu absen ketika timnya berlaga melawan Swansea City di Stadion Liberty, Minggu mendatang

FA menjatuhkan hukuman kepada Mourinho satu larangan memimpin MU dan denda lima puluh delapan ribu poundsterling

Manajer berjuluk The Special One itu dijatuhi hukuman atas dua insiden berbeda.

FA dalam pernyataan resminya mengatakan, Mourinho dijatuhi hukuman denda g atas komentar miringnya terhadap wasit jelang pertandingan MU melawan Liverpool pada 17 Oktober lalu.

Manajer asal Portugal tersebut juga dijatuhi hukuman satu larangan memimpin MU atas pernyataannya  yang dianggap menghina terhadap wasit Mark Clattenburg jelang babak kedua melawan Burnley di Old Trafford, akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari The Guardian, MU dan Mourinho memutuskan untuk tidak melakukan banding terhadap sanksi tersebut.

Mourinho, dikatakan pihak MU, mengakui telah mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Clattenburg.

“Tuan Mourinho akan menjalani satu larangan memimpin tim setelah dia mengakui telah menggunakan kata-kata kasar atau menghina ofisial pertandingan dan menerima hukuman,” demikian pernyataan resmi MU lewat situs resmi klub.

Sanksi ini diberikan setelah Mourinho dianggap telah menghina wasit Mark Clattenburg dalam laga kontra Burnley, akhir pekan kemarin.

Pelatih asal Portugal ini marah karena MU tak diberi hadiah penalti  saat Matteo Darmian dijatuhkan Jon Flanagan di kotak terlarang.

Atas protes tersebut, Clattenburg mengusir manajer tim berjuluk Setan Merah itu ke tribun penonton di babak kedua. Kini, dia harus menghadapi dakwaaan baru.

“Jose Mourinho telah didakwa dengan pelanggaran menyusul laga Manchester United melawan Burnley, Sabtu 29 Oktober,” demikian pernyataan FA usai pertandingan itu.

Mourinho semula diperkirakan bisa terkena sanksi hingga empat pertandingan.

Pasalnya, selain kasus Clattenburg, Mourinho juga tersandung kasus karena komentar miringnya terkait wasit Anthony Taylor yang mengawal jalannya laga Liverpool kontra MU.

The Sun melaporkan panel disiplin FA muak dengan seringnya Mourinho melakukan ulah tidak terpuji. FA akan menjatuhkan hukuman larangan mendampingi tim empat kali kepada Mourinho.

Bahkan hukuman dari FA bisa diperberat menjadi berupa larangan datang ke stadion.

Mourinho sendiri dalam konferensi pers jelang melawan Fenerbahce di Istanbul, Kamis, 03 November 2016, enggan mengomentari hukuman teranyar yang didapatnya dari FA.

“Tidak, tidak ada komentar. Pertanyaan berikutnya,” ujar Mourinho ketika salah satu jurnalis bertanya mengenai hukuman dari FA.

Dengan absennya Mourinho, maka MU akan dipimpin tangan kanan sang pelatih, Rui Faria, ketika melawan Swansea.

Dalam pertemuannya dengan wartawan di Istanbul itu, Mourinho menyebut Liga Europa kini bergengsi lantaran hadiah tiket Liga Champions bagi sang pemenang.

Beberapa musim sebelumnya, ajang Liga Europa sering dianggap kurang bergengsi oleh klub-klub besar yang lebih sering berlaga di Liga Champions.

Mourinho sendiri sempat jadi pihak yang tak mempedulikan Liga Europa. Saat Chelsea jadi juara Liga Europa di bawah Rafa Benitez, Mourinho tak menganggap hal itu sebagai sebuah indikasi sukses.

Mourinho tak memungkiri hal itu dan menyebut perbedaan hadiah yang ada jadi salah satu sebab perubahan pandangan Mourinho terhadap Liga Europa.

“Opini saya terhadap Liga Europa berubah karena ada peraturan yang berubah. Peraturan itu adalah pemenang Liga Europa bisa lolos kualifikasi menuju Liga Champions.”

“Kini Liga Europa memiliki arti yang penting bagi klub besar Eropa,” kata Mourinho seperti dikutip dari BBC Sport.

Manchester United sendiri saat ini bersaing ketat dengan Feyenoord dan Fenerbahce dalam perebutan tiket menuju babak Enam Belas Besar.

United wajib menghindari kekalahan dari Fenerbahce bila tak ingin terlempar ke posisi ketiga klasemen sementara.

Komentar