Misi “Sapu Bersih” Barca Gagal di San Siro

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 Oktober 2013 | 08:42 WIB

Dibaca: 1 kali

Milan menahan “kutukan” lewat permainan “grendel” super defensive, usai mempreteli misi “sapu bersih” kemenangan ala Barcelona di fase grup Champions League, pada laga “matchday” sesi ketiga, di Stadion San Siro, Rabu, 23 Oktober 2013, dinihari WIB, yang berakhir seri 1-1.

AC Milan, klub paling elitis di Liga Champions, yang mengalami masa-masa sulit pada awal musim ini, dengan “brillian” mampu membuat tamunya, “Blaugrana,” kehilangan kesejatiannya sebagai tim paling produktif lewat permainan umpan pendek.

Barca bukan hanya kehilangan “touch” tiki taka yang magis dengan umpan pendek dan pergerakan dinamis antar blok Tapi juga kehilangan “attacking fors” untuk memecahkan kebuntuan “grendel” ala “cattenacio” yang dibangun klub San Siro itu, persis seperti tampilan “basic” permainan “italiano.”

Milan, yang dalam tiga tahun terakhir di”kutuk” untuk tampil bersama Barca di fase grup, tahu persis bagaimana “gaduh”nya permainan klub Catalan itu. Kkegaduhan dan keruwetan permainan Barca, bagi Milan memiliki plus minus sebagai hafalan bagaimana harus melawan gaya bermain Blaugrana.

“Kami sudah tahu Barcelona akan banyak memegang bola. Kami menggunakan taktik yang sama seperti musim lalu. Kali ini kami member mereka pelajaran tentang grendel dan beraani keluar dengan bermain agresif sembari terus menerus menutup ruang mereka,” kata pelatih AC Milan Allegri kepada “Sky Italia” usai pertandingan.

“Milan adalah Milan. Mereka klub bersejarah yang mengerti cara bermain di kompetisi seperti ini. Mereka bisa membuat segala hal yang baik untuk menguntungkan mereka,” jelas Direktur Olahraga Andoni Zubizarreta.

“Kami kehilangan dua poin, padahal semestinya bisa menang. Sebab, kami punya lebih banyak kans mencetak gol. Kami memberi Milan kesempatan mengambil inisiatif sehingga mereka mencetak gol, tetapi kami sanggup menebusnya,” kata Martino.

Di sisi lain, Martino juga mengeluhkan taktik bertahan yang dilakukan Milan meski ia memuji penampilan Messi.

“Messi dan pemain lain tampil baik. Tetapi, tak mudah melawan tim yang menumpuk pemain di area pertahanan sendiri. Sayang kami tak bisa mencetak gol dari semua kans yang kami punya,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Barcelona tetap memimpin klasemen sementara dengan raihan tujuh poin, hasil dari dua kali menang dan sekali seri. Sementara itu, Milan menempati peringkat kedua, terpaut dua angka dari Barcelona, yang pada matchday keempat akan ganti menjamu Milan di Camp Nou.

Dengan hasil ini, Barcelona tetap memimpin klasemen sementara dengan raihan tujuh poin, hasil dari dua kali menang dan sekali seri. Sementara itu, Milan menempati peringkat kedua, terpaut dua angka dari Barcelona, yang pada matchday keempat akan menjamu Milan.

Di awal laga, Milan, yang kehilangan sejumlah pilarnya, kiper Cristian Abbiati, Daniel Bottera, Stephan El Sharaway, Pazzini, bahkan Mario Balotelli yang masuk di menit ke-71, tampil cukup agresif untuk mengimbang Barcelona. Tetapi, permainan kedua tim lebih banyak terjadi di lapangan tengah.

Milan yang hanya memiliki Robinho, malah membuat kejutan di menit ke-sembilan lewat golnya yang, memanfaatkan kesalahan Gerard Pique.B ola yang ingin dihalau Pique menjauh dari daerah pertahanan mengenai Robinho yang langsung mengontrol dan memberikan umpan kepada Kaka yang bermain di sayap kiri.

Mantan playmaker Real Madrid ini berhasil menembus kotak penalti dan kembali menyodorkan umpan kepada Robinho, yang melesakkan bola ke pojok kanan bawah.

Barca menyamakan kedudukan lewat Lionel Messi, yang baru pulih dari cedera “hamstring”nya, setelah mengecoh tiga pemain belakang tuan rumah. Setelah merangsek ke dalam kotak penalti dan melewati tiga pemain lawan, Messi melepaskan tendangan datar dengan kaki kirinya ke pojok kiri.

Barcelona, seperti biasanya, mendominasi dan mengontrol jalannya pertandingan. Ini membuat Milan memasang jerat lewat “cattenacio” dan mengandalkan serangan balik, tetapi sangat membahayakan pertahanan Barcelona..

Di babak kedua, Barcelona tak melepaskan kendali permainan. Akan tetapi, pasukan Catalan ini kesulitan menembus pertahanan tuan rumah. Dan Milan n melakukan dua pergantian pemain. Mario Balotelli menggantikan Robinho, sementara itu Urby Emanuelson menggantikan Kaka. Meski demikian, mereka sulit keluar dari tekanan Barcelona..

Akan tetapi, penguasaan bola Barcelona menjadi “sia-sia” karena mereka kesulitan menembus kotak penalti Milan. Alhasil, laga dua tim favorit di Grup H ini berakhir dengan skor 1-1 karena tak ada gol yang tercipta di paruh kedua.

Barcelona memiliki pengalaman buruk bertandang ke San Siro pada lawatan terakhir. Gol dari Kevin-Prince Boateng dan Sulley Muntari gagal dibalas Barcelona. Jika pada laga mendatang tak waspada, Barcelona terancam kembali pulang dengan membawa oleh-oleh sebuah kekalahan.

Komentar