Mimpi Mancini, Juventus Ditaklukkan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 12 Desember 2013 | 08:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Roberto Mancini menghidupkan mimpinya untuk membawa Galatasaeay ke babak “knock out” Champions League, setelah di Stadion Ali Sami Yen Spor, Istanbul, Kamis, 12 Desember 2013 dinihari WIB, menjungkirbalikkan prediksi pengamat sepakbola Europa dengan memulangkan Juventus ke kasta kedua Laga Europa lewat kemanangan satu gol tanpa balas.

Laga ini merupakan lanjutan dari pertandingan sehari sebelumnya, yang ditunda oleh otoritas sepak bola Europa, UEFA, karena cuaca sangat ekstrim dan lapangan diselimuti hujan es. Pada saat laga di tunda, menit ke-31, skor masih tanpa gol.

Laga Mancini bersama Galatasaray di pentas Champions, merupakan bulan madu termanis, karena bekas pelatih yang diusir dari Etihad itu baru saja bergabung bersama klub Istanbul itu satu bulan terakhir.

Kemenangan ini, seperti ditulis oleh “Sky Turk Sports,” membuat Mancini tak bisa berkata apapun. “Galatasaray telah mengirim Juventus ke pentas kasta kedua Eropa, Europa League,” tulis “Sky Turk.”

Galatasaray sendiri akhirnya menemani Real Madrid ke fase knock-out dan Mancini, menganggap timnya sudah seperti menang lotere.

Betapa tidak, Galatasaray tak hanya mengatasi sebelas pemain hebat tim Nyonya Tua, tapi juga kondisi cuaca yang tak bersahabat di kandang sendiri, di laga (lanjutan) fixture terakhir Liga Champions Grup B.

Laga ini sempat dimainkan dini hari kemarin, tapi wasit mesti menghentikan pertandingan, lantaran lapangan tertutup salju dan es. Pertandingan lanjutan pun dimainkan Rabu malam dan gol tunggal Wesley Sneijder meloloskan Galatasaray ke perdelapan final sekaligus menyingkirkan Bianconeri.

“Sungguh permainan yang sulit dimainkan dalam kondisi seperti ini dan saya katakan kemarin bahwa situasi cuaca buruk, sangat berbahaya buat pemain, jadi mungkin sebaiknya tidak dimainkan,” kata Mancini.

“Mustahil bermain kemarin malam karena es menutupi lapangan dan tak ada yang ingin melanjutkan. Saya bilang pada delegasi UEFA bahwa menurut saya, bukan hal yang tepat jika tetap melanjutkan pertandingan.”.

“Di pertengahan babak pertama, segalanya sudah terlambat. Saya sendiri setuju dengan pelatih Juve, Antonio Conte, bahwa mustahil untuk memainkan sepakbola. Jadi, kelanjutan pertandingan pun sudah seperti lotere,” lanjutnya, seperti disadur Football-Italia, Kamis, 12 Desember 2013.

Setidaknya kemenangan ini memberi kepercayaan diri lebih pada eks-gaffer Manchester City itu, di masa transisi usai mengambil alih kursi kepelatihan dari Fatih Terim, beberapa waktu lalu.

“Situasinya sulit ketika saya mengambil alih, karena kami kalah untuk kali pertama di kandang.. Kami punya tim yang bagus dan beruntung bisa mendapat satu poin di Turin, lalu kami pantas untuk memenangkan pertandingan ini,” tandasnya.

Kekalahan yang diterima Juventus dari Galatasaray memang banyak menuai reaksi, salah satunya dari sang pelatih, Antonio Conte yang mengaku sangat kecewa dengan hasil yang diraihnya ini.

Juve harus takluk dari tim raksasa Turki itu dengan skor 1-0 lewat gol tunggal yang dilesakkan Wesley Sneijder, lima menit jelang laga usai.

Kekecewaan Conte bukan terletak pada permainan anak asuhnya. Kondisi lapangan yang tak nyaman, justru menjadi kambing hitam.

Seperti diketahui, pertandingan ini seharusnya dilaksanakan pada Rabu dini hari. Tapi karena alasan cuaca bersalju yang tidak bersahabat dan menyebabkan lapangan menjadi tertutup salju, laga pun dihentikan dan baru di-rematch pada Rabu malam –WIB-

“Saya sangat marah karena kami kehilangan segala sesuatunya di pertandingan terakhir, sementara kami tidak bisa mengamankan kualifikasi lebih awal,” seru Conte, seperti dilaporkan “Sky Sport.”.

“Kami menginginkan pertandingan ditunda, tapi tidak ada yang setuju dengan saya. Ofisial UEFA meminta pendapat saya, dan saya sampaikan kepada mereka, ini akan membahayakan keselamatan para pemain. Drogba mengatakan kepada saya ‘kondisi lapangan buruk buat kami.’ Tapi, pendapatnya itu tidak juga tidak didengar,” kisah Conte

“Kami punya teknik permainan yang lebih, tapi kami tidak diuntungkan. Saya memuji para pemain saya karena mereka memberikan segala sesuatunya di lapangan yang tidak bagus. Kalau lapangan kering dan bagus, maka kami bisa mengembangkan permainan kami dan lolos,” tegasnya.

Komentar