Messi Jadi Gunjingan Legenda “Tango”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 16 Juli 2014 | 10:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Lionel Messi menjadi gunjingan dua legenda Argentina dari generasi berbeda, Mario Kempes dan Diego Maradona. Keduanya setuju terhadap pendapat bahwa Messi tidak tampil menonjol dalam Piala Dunia 2014 di Brasil, dan mereka menegaskan, “La Pulga” tidak layak mendapat “golden ball.”

Mario Kempes, kampiun Argentina di Piala Dunia 1974, ketika “Tango” menangalahkan Belanda di Estadio beunos Aires, mengkritik penampilan Lionel Messi pada Piala Dunia 2014 Brasil.

Menurut dia, Messi bermain di bawah standar pada turnamen tersebut.

Messi sebenarnya mampu bermain baik pada babak penyisihan dan mampu mencetak empat gol. Namun, bomber Barcelona itu tampil kurang agresif pada babak selanjutnya.

Saat melawan Jerman di partai final, Messi pun seakan tidak berkutik saat dijaga ketat oleh para pemain Jerman. Alhasil, Argentina pun takluk satu gol tanpa balas dan Jerman-lah yang memastikan diri sebagai juara dunia.

“Argentina butuh Messi seperti ikan membutuhkan air. Tetapi, dia harus lebih banyak terlibat. Kami kurang pemain dengan otak seperti dia dalam dunia sepak bola,” ujar Kempes.

“Menurut saya, Messi tidak berada dalam standarnya di Piala Dunia. Dia mungkin bisa mencetak empat gol di beberapa awal laga, tetapi saya tidak percaya dia menunjukkan bahwa dia adalah pemain terbaik di dunia pada akhir turnamen,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kempes juga berkomentar perihal kegagalan Argentina saat melawan Jerman. “Perhatian utama kami adalah barisan pertahanan, tetapi ketika pertandingan terakhir itu berubah menjadi masalah penyerangan,” kata Kempes.

Berlainan dengan Kempes, Maradona dengan lebih lugas mempertanyakan gelar pemain terbaik Messi ini.

Dikutip dari Goal, Maradona menganggap FIFA telah membuat keputusan yang salah karena telah memberikan penghargaan pemain terbaik untuk pemain Barcelona tersebut.

Maradona menyebutkan, Messi tidak layak mendapatkan Golden Ball karena penampilannya selama Piala Dunia tidak begitu mengesankan.

“Messi? Aku akan memberinya surga jika mungkin,” kata Maradona dalam acaranya di Telesur.

“Namun, itu tidak benar ketika seseorang memenangkan sesuatu yang sebenarnya ia tak layak menang, hanya karena alasan rencana pemasaran.”

Menurut Maradona, Thomas Muller, Arjen Robben, dan James Rodriguez lebih pantas mendapatkan gelar terbaik tersebut.

Mengomentari kekalahan Argentina, Maradona sangat menyesali Messi dkk tidak dapat mengalahkan Jerman dan gagal juara.

“Saya ikut bersedih untuk negara saya. Gol Mario Goetze sangat menyakitkan. Ada kesedihan mendalam di hati saya saat kami gagal di final,” tutur Maradona.

Messi terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan sembilan pemain lain yang sebelumnya juga dinominasikan sebagai pemenang yakni James Rodriguez, Toni Kroos, Thomas Muller, Mats Hummels, Philipp Lahm, Angel di Maria, Javier Mascherano, Neymar dan Arjen Robben.

Terpilihnya Messi kemudian menjadi kontroversi. Sepp Blatter mengaku terkejut dengan hasil tersebut, sementara Diego Maradona menyebut terpilihnya Messi berbau kepentingan marketing. Sebuah media di Argentina pun berpendapat demikian dan menganggap Javier Mascherano lebih pantas dapat penghargaan tersebut.

Terlepas dari beragam silang pendapat yang muncul, pemilihan pemain terbaik Piala Dunia 2014 memang berjalan dengan prosedur yang berbeda. Di tahun ini, siapa pemain terbaik dipilih oleh 13 pakar yang tergabung dalam Technical Study Group of FIFA.

Padahal sebelumnya pemilihan pemain terbaik Piala Dunia selalu dilakukan bersama oleh Technical Study Group of FIFA bersama dengan wartawan yang memiliki akreditasi Piala Dunia. Demikian dikutip dari Marca.

Keputusan FIFA untuk menghilangkan masukan dari wartawan disebabkan munculnya tuduhan teori konspirasi yang terjadi di Piala Dunia 2010 lalu. Disebutkan kalau di Afrika Selatan empat tahun lalu beberapa wartawan melakukan lobi terhadap koleganya untuk memilih satu nama, yakni Diego Forlan, dan bukan pemain asal Spanyol.

Sebagai catatan, mereka yang berada di dalam Technical Study Group of FIFA terdiri dari mantan pemain dan pelatih dari seluruh penjuru dunia.

Komentar