Messi “Bunuh” Ambisi Juve untuk Menang

Penulis: Darmansyah

Rabu, 13 September 2017 | 09:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Gol Lionel Messi mengubah Barcelona sebagai tim “maut” dalam laga perdanya di babak penyisihan laga grup D Piala Champions Rabu dini hari, 13 September, ketika menaklukkan Juventus tiga gol  tanpa balas di Nou Camp.

“Kami melawan finalis Liga Champions musim lalu, tetapi berhasil mencatatkan clean sheet dan mencetak tiga gol,” kata Ernesto Valverde, sang pelatih,  kepada UEFA.

“Secara keseluruhan, kami tampil bagus, tetapi kami memang mesti sabar dalam merebut bola dan menciptakan peluang,” ucap Valverde.

Selain itu, Valverde bersyukur karena bukan menjadi musuh dari Messi lagi.

“Gol Messi mengubah segalanya. Setiap kali Messi memegang bola, Anda hanya akan berpikir bahwa sesuatu yang bagus bisa terjadi,” ujar Valverde.

“Saya sangat menderita ketika harus menghadapi Messi sebagai pelatih tim lawan. Namun, sekarang saya menikmati permainannya,” tutur Valverde.

Dalam laga itu Messi benar-benar tampil prima dan berhasil menaklukkan Gianluggi Buffon, kiper Juve.

Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Lionel Messi tak pernah bisa menaklukkan Gianluigi Buffon.

Kali ini, giliran Messi yang jadi mimpi buruk bagi kiper veteran Italia tersebut.

Saat Barcelona jadi juara Liga Champions dua tahun silam dengan menaklukkan Juventus di babak final, Messi tak mampu membobol gawang mantan kiper Parma tersebut.

Ketangguhan Buffon di hadapan Messi makin terlihat jelas pada babak perempat final Liga Champions musim lalu.

Messi tak bisa membobol gawang Juventus dalam dua laga yang dimainkan. Alhasil, Barcelona pun tersingkir dengan agregat  gol oleh Juventus.

Bila Buffon jadi mimpi buruk bagi Messi pada musim lalu, kali ini giliran Messi yang jadi mimpi buruk bagi Buffon.

Messi sukses menghancurkan Buffon dan membawa Barcelona mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.

Pada awal laga, Messi dan Barcelona sejatinya kesulitan menghadapi rapatnya pertahanan Bianconeri yang dikomandoi oleh Andrea Barzagli. Namun kemudian Messi memecah kebuntuan tersebut lewat kejeniusannya di akhir babak pertama.

Messi memberikan bola pada Luis Suarez yang mengerti keinginan Messi.

Suarez pun kembali mengirim bola pada Messi yang langsung melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang Juventus.

Buffon sama sekali tak bisa menduga tembakan Messi sehingga ia hanya terpaku menyaksikan bola meluncur masuk ke gawang.

Di awal babak kedua, Messi sejatinya berpeluang mencetak gol kedua ke gawang Buffon.

Sayang tembakan Messi dari luar kotak penalti hanya membentur tiang gawang. Bola liar mengenai badan Buffon dan keluar dari arena pertandingan.

Gol kedua Messi akhirnya tercipta di menit keenam puluh sembilan. Lewat sebuah skema serangan cepat, Messi mengakhiri aksinya dengan tembakan kaki kiri andalannya. Mesi lagi-lagi berhasil menipu Buffon yang salah menduga arah datangnya bola.

Kemenangan tersebut tak hanya menghadirkan tiga poin, namun juga menghadirkan kepercayaan diri bagi para pemain Barcelona menghadapi kompetisi musim ini.

Pasalnya, Barcelona sempat diragukan bisa tampil apik musim ini karena sejumlah masalah yang mereka terima.

Buffon mengira Messi akan mengirim bola ke sisi kanan gawang namun ternyata bintang Argentina itu mengirim bola ke arah sebaliknya.

Dengan gol Messi ke gawang Juventus kali ini, itu berarti Messi sukses mengakhiri hampa gol ke gawang Buffon

Dua gol Messi ke gawang Juventus juga menunjukkan bahwa Messi sukses untuk tampil menggigit di awal musim ini.

Selain dua gol di laga perdana Liga Champions musim ini, Messi sudah mencetak lima gol dari tiga laga La Liga.
Di balik kemenangan meyakinkan atas Juventus tersebut, ada fakta menarik yang dikutip dari Opta:

Gol pertama Lionel Messi ke gawang Gianluigi Buffon di laga ini merupakan momen pertama Messi menyentuh bola di kotak penalti lawan.

Juventus sudah kebobolan tiga gol di laga perdana babak penyisihan grup Liga Champions musim ini.

Padahal di musim lalu, Juventus mampu mengakhiri babak penyisihan grup dengan hanya kebobolan dua gol dari enam laga yang dimainkan.

Komentar