Lionel Messi Mengalami Krisis Gol

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 2 November 2013 | 11:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Penyerang Barcelona Lionel Messi tidak lagi menjadi “kunci” kemenangan klub Nou Camp itu di tujuh laga terakhir, dua di antaranya tanpa kehadirannya di lapangan akibat cedera hamstring, sehingga mengubah polarisasi maupun rotasi pemain di klub “catalonia” itu dalam laga-laga La Liga dan Champions League.

Di tiga pertandingan terakhir La Liga, Alexis Sanchez, Neymar dan Cecs Fabregas mengambil alih “kekosongan” gol Messi, yang sekaligus pula makin mengikis ketergantungan tim terhadap peran “Si Kutu” dalam memenangkan Barcelona.

“Marca,” tabloid terbitan Madrid, yang menjadi rujukan analis dan pengamat dalam membuka isi “dapur” klub-klub La Liga, menuliskan dengan “depth” kekosongan gol Messi dan perubahaan “style” permainan Barca di bawah “bossas” gerrardo Martino.

Khusus terhadap kekosongan gol Messi, Carlos Alberto, redaktur senior sport “Marca,” menuliskan dengan tajam tentang kehilangan “touch” Barcelona dalam ekselarasi tiki taka. Akselarasi, yang kata Alberto, perpaduan antara unsur naluri dan teknik individu pemain dalam mempercepat terjadinya gol.

Seketat apa pun pertahanan lawan, dengan tiki taka yang memecahkan pergerakan pemain dengan arah bola yang secara dinamis mengikuti pergerakan pemain, pasti ada celah longgar yang bisa menjadi jalan masuk bagi “stiker” Barca. Aapakah itu Messi, Sancehz, Fabregas, Pedro atau pun Neymar.

Alberto dengan tajam mengkritisi keteledoran permainan Barca ketika frustrasi menghadapi “palang pintu” Espanol, Sabtu dini hari WIB. Martino yang memasang “trible striker,” Messi-Sanchez-Neymar, tak menemukan jalan menuju “shot on gol” ke gawan Espanola.

“Mereka menguasai seluruh jalan pertandingan. Mengutak-atik bola. Melakukan terobosan, tapi tidak membuka arah yang pas bagi lahirnya gol. Tanpa finishing yang akurat. Harus ada strategi baru yang disesuai dengan “individual at technicalling,” tulis Alberto.

Di lima laga terakhir, Lionel Messi gagal menjebol gawang lawan. Untuk itu pelatih Barcelona Gerardo Martino tidak cemas dan yakin tanpa mencetak golpun Messi tetap berkontribusi buat tim.

Messi terakhir kali mencetak gol sewaktu Barca bermain imbang 1-1 melawan AC Milan di Liga Champions. Itu artinya, dalam lima laga beruntun Messi belum lagi mencatatkan namanya di papan skor.

Kendati begitu, pemain terbaik dunia empat kali itu masih tetap produktif. Dalam 13 laganya di seluruh kompetisi, Messi sudah menyumbang 12 gol dan empat assist.

Bahkan ketika Barcelona akan menjamu rival sekotanya Espanyol di Camp Nou, Sabtu dinihari WIB Messi juga tampil “non goal.”.

“Dia bermain sangat baik melawan Celta dan karena situasi dia tidak mencetak gol. Itu bukan sebuah krisis, memang seperti itulah yang terjadi tapi saya tidak paham mengapa orang-orang berpikir Messi sedang mengalami masalah-masalah itu,” lanjut Martino.

“Leo adalah seorang pemain yang punya mental yang sangat kuat. Menjadi pemain terbaik di dunia dalam waktu yang lama, tidak terjadi pada setiap orang. Saya pikir dia sendiri tidak khawatir jika dia tidak mencetak gol di satu, dua atau tiga pertandingan.. ”

“Sebuah laga yang buruk bagi Messi selalu menghasilkan sesuatu yang baik untuk tim. Apa yang kami inginkan adalah dia ada dalam kondisi fisik terbaiknya,” tegas Martino.

Barcelona masih menang dan kembali mengokohkan posisinya di puncak klasemen. Tapi Gerardo Martino merasa masih ada yang kurang dari permainan Los Cules, terutama saat melawan Espanyol.

Tentang performa Barca, Martino mengatakan,anak-anak asuhnya belum optimal di laga ini. Sepanjang 90 menit memang Barca kesulitan menembus pertahanan Espanyol, hanya mampu membuat lima upaya yang tepat sasaran meski mendominasi ball possesion 74 persen.

“Kami nyaris sempurna soal hasil. Tapi kami bisa bermain lebih baik lagi, kami selalu bisa bermain lebih baik,” ujar Martino seperti dilansir situs resmi Barca.

“Ini adalah pertandingan yang bagus dan dimenangi dengan baik. Espanyol bermain bertahan dengan luar biasa. Kami memang sudah dikenali dan kami tidak kekurangan intensitas ketika menyerang, yang kurang hanyalah konsistensi,” lanjutnya.

“Apa yang perlu kami lakukan ke depannya adalah menjamin kami selalu menang. Seiring waktu kami akan menemukan apa yang kurang. Kami memang layak memenangi setiap pertandingan yang kami menangi. Penampilan kami belumlah luar biasa tapi kami selalu superior terhadap para lawan.”

Komentar