Tunggu Kemenangan “Iblis Merah” dari QPR

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 8 November 2014 | 11:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai kalah di derby Manchester pekan lalu dari Manchester City satu gola tanpa balas, dan adanya jeda internasional pada pekan depan, Manchester United ditegaskan harus memetik kemenangan ketika menjamu Crystal Palace.

Akhir pekan lalu ‘Setan Merah’ dikalahkan tim tetangganya di Etihad Stadium dalam laga derby.
Kekalahan ini bagi bek MU Luke Shaw tidah harus dijadikan alasan bahwa peforma timnya menurun. Ia menilai performa timnya belakangan sudah relatif lebih baik.

Akan tetapi, pasukan Louis van Gaal disebutnya memang masih punya Pekerjaan Rumah untuk bermain oke selama sembilan puluh menit dan bukan cuma sesekali memperlihatkan aksi impresif. Hal itu akan coba mereka perlihatkan saat menjamu Palace, Sabtu malam WIB nanti.

Tiga angka atas Palace juga menjadi krusial, bukan cuma agar MU segera bangkit dari kekalahan derby tapi juga karena setelah ini akan ada jeda internasional yang sudah menanti dengan laga The Red Devils berikutnya adalah menghadapi Arsenal pada tanggal 23 November.

“Saya pikir kami kini mulai bisa unjuk gigi. Kami semua berusaha nyetel sebagai sebuah tim dan kami sudah memperlihatkan kemampuan kami dalam beberapa pertandingan. Kini tinggal bagaimana unjuk kemampuan di satu pertandingan, bukan cuma di babak pertama atau babak kedua,” kata Shaw di situs resmi MU.

“Meraih kemenangan lawan Palace penting sekali. Kami kini harus mulai meraih angka, terutama setelah derby dan adanya jeda internasional dua pekan sampai laga berikutnya.”

“ Kami selalu menghadapi pertandingan dengan penuh kepercayaan diri karena tahu kami mampu. Kami cuma harus memastikan bahwa apa yang kami lakukan di latihan juga ditunjukkan dalam pertandingan,” ujar Shaw.
MU, selama dilatih van Gaal, sudah melakoni sepuluh laga di Premier League dengan memetik tiga kali kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kali menelan kekalahan.

Catatan poin Van Gaal itu bahkan empat poin lebih sedikit jika dibandingkan dengan koleksi poin David Moyes bersama MU musim lalu.

Soal perkembangan MU bersama Van Gaal, bekas gelandang United, Paul Scholes, masih belum banyak mengalami kemajuan bersama Van Gaal.

“Louis van Gaal berbicara mengenai proses. Well, saya mengharapkan bahwa Manchester United bisa mempunyai rekor lebih baik pada tahap ini di musim ini,” ujar seperti ditulis di Evening Standard.

“Sulit untuk memahami apa yang dimau Van Gaal selama pertandingan. Sepanjang laga sikapnya tak berubah. Dia tampak sedkit tenang. Jelas, dia tampak menjadi orang yang berbeda dibandingkan yang Anda lihat di pinggir lapangan saat putaran final Piala Dunia.”

“Dan masalah pada lini belakang, seharusnya bisa ditangani saat musim panas. Itu bukanlah seolah-olah Van Gaal tak waspada bahwa Phil Jones, Chris Smalling, dan Jonny Evans, rentan cedera,” imbuhnya.

Di bawah arahan Louis van Gaal, Manchester United belum memperlihatkan laju impresif. Tetapi kejayaan Van Gaal di masa lalu membuatnya dinilai masih cukup aman dari hujan kritikan.

Kendatipun start MU musim ini jauh dari meyakinkan, Van Gaal masih relatif aman dari cibiran dan kritikan.

Pengamat dan komentator Andy Gray menilai Van Gaal saat ini masih terselamatkan rekam jejaknya dalam menangani klub-klub macam Barcelona dan Bayern Munich, tapi jelas ada sesuatu yang tidak tepat di Old Trafford.

“Anda tahu kenapa ia Van Gaal berbeda dengan David moyes dan tak diusik? Karena ia orang asing dan ia datang dengan latar belakang kepeltihan yang amat mengilap setelah menangani klub-klub terbesar di dunia,” kata Gray di talkSPORT.

“Saya cuma bisa menduga itu memberinya waktu lebih banyak. Tapi dengan 250 juta poundsterling mereka adalah tim termahal dalam sejarah Premier League dan mereka belum memenangi satu partai tandang pun di Premier League musim ini. Ada sesuatu yang keliru.”

“Performa di menit akhir lawan City membuat Van Gaal lepas dari tekanan karena penampilan itu penuh semangat, tapi dengan 250 juta poundterling semangat mestinya otomatis ada. Itu harusnya tak jadi perkara,” sebutnya.

Walau pun masih menghadapi pemain belakang yang keropos, Van Gaal diberitakan tidak akan terjun ke bursa transfer pada Januari.

United memang tidak punya pasangan bek tengah yang pasti. Van Gaal sudah mencoba berbagai pasangan untuk menjadi bek tengah, mulai dari Jonny Evans dan Tyler Blackett, Marcos Rojo dan Blackett, lalu Rojo dan Paddy McNair, Rojo dan Chris Smalling, sampai McNair dan Michael Carrick –yang aslinya adalah gelandang tengah.

Untuk itu, Van Gaal dikabarkan bakal membeli seorang bek tengah pada bursa transfer Januari mendatang. Dana juga sudah dikabarkan disediakan oleh pihak klub.

Namun, belakangan media Inggris, The Guardian, melansir kabar bahwa Van Gaal telah memilih untuk fokus pada skuat yang dimilikinya saat ini. Kalaupun akan melakukan pembelian lagi, Van Gaal bakal melakukannya pada musim panas tahun depan.

Ada sejumlah nama yang belakangan dikait-kaitkan dengan United, dua di antaranya adalah bek Borussia Dortmund, Mats Hummels, dan bek Barcelona, Gerard Pique.

Hummels mengaku masih betah dan bahagia bermain untuk Dortmund. Kalaupun harus pindah, Hummels menginginkan situasi yang sama-sama mengenakkan –baik untuk klub yang membelinya ataupun Dortmund sendiri.

“Saya tidak bisa lebih bahagia dari sekarang jika bermain di klub lain. Kalaupun saya pindah, saya menginginkan kesepakatan yang pantas untuk semua pihak,” ujar Hummels seperti dilansir Guardian.

Komentar