Media Italia Heboh Erick Beli Inter

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 Oktober 2013 | 08:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Media Italia, selama dua hari terakhir, menempatkan akuisisi Inter Milan sebagai berita utamanya dengan memajang secara silih berganti di foto “master”nya wajah Erick Thohir dan Massimo Moratti.

Kasus akuisisi ini, oleh media Milano, kota yang menjadi kandang Inter, disambut dengan sinis dan spekulatif. Mereka mempertanyakan kompetensi dari Erick Thohir sebagai seorang manajer bisnis sepakbola di Europa bila harus mengambil alih kepemimpinan klub dari Moratti.

“Siapa itu Erick,” tulis “Football Italian,” dengan nada sinis sembari mengingatkan otoritas Lega Calcio untuk tidak mengabaikan “fit and propert test” untuk menguji kemampuan pengusaha Indonesia itu dalam melaksanakan bisnis sepakbola.

Sementara itu, “La Gazetta,” surat kabar paling berpengaruh di Milano menurunkan laporan sumir tentang latar belakang Thohir mengelola bisnis olahraga. “Tunggu kiprahnya. Apakah ia sanggup menghadapi lega calico yang penuh intrik dan provokasi? Ia harus bisa melewati ujian,” tulis “La Gazzetta.”

Dengan memuat foto Erick Thohir di halaman depannya, “La Gazzetta dello Sport,” menulis kepala berita utamanya seputar akuisisi Inter dari Moratti ke Erick dengan huruf capital, “Indo-Inter”.

Pengusaha Indonesia itu kini resmi menguasai saham klub Italia, Inter Milan. Ia bersama dua rekannya, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo, memegang 70 persen saham Inter, sejak Selasa, 15 Oktober 2013.

“Hari ini sangat spesial buat saya,” kata Erick, 43 tahun, seperti dikutip dari situs resmi Inter.it. Erick, yang memimpin konsorsium, menjadi orang pertama asal Indonesia yang memiliki klub sepak bola dunia.

Wajahnya juga terpampang di berbagai laman di media Italia dan Amerika, antara lain di Gazetta.it dan Fox News.

Pengusaha Massimo Moratti mengatakan trio pengusaha Indonesia: Erick Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo, yang kini menguasai 70 persen saham klub sepak bola Inter Milan, dapat melanjutkan sejarah klub yang didirikan keluarga Morrati sejak 1908 itu.

“Saya pikir sejarah Inter akan lebih kaya dengan rekan internasional yang baru. Antusiasme dan pragmatisme dari rekan yang baru akan menjadi garansi bagi masa depan klub,” kata Moratti.

Menurut dia, keluarga Moratti akan bekerja sama untuk meraih kemenangan demi kemenangan klub Inter Milan dan membuatnya menjadi lebih kompetitif di Italia, Eropa dan belahan dunia lainnya. Hal ini sesuai dengan filosofi klub yang didirikan pada 1908 itu, yakni: brothers of the world.

“Saya berharap Erick, Rosan dan Handy menambah kemenangan-kemenangan baru bagi tim. Dengan kepercayaan dan persahabatan dari para suporter, keluarga dan saya akan melanjutkan sejarah ini bersama Erick, Rosan dan Handy,” kata dia.

Adapun nilai kesepakatan untuk pembelian 70 persen saham Inter Milan disebut-sebut sekitar 300 juta poundsterling atau Rp 3,9 triliun. Akan tetapi, FoxNews menyatakan nilai transaksi mencapai 475 dolar Amerika atau setara dengan Rp 5,3 triliun

Erick yang menjadi “loko” pembelian Inter adalah pengusaha sukses. Ayah empat anak ini merupakan lulusan S2 ekonomi dari Amerika Serikat. Ia mengembangkan sayap bisnisnya dengan berkiprah di bidang restoran dengan merek Hanamasa dan Pronto di awal tahun 1993-1998, sekaligus meneruskan kiprah ayahnya.

Sempat mengembangkan sayap bisnisnya ke bidang trading, ia belakangan lebih dikenal karena ketertarikannya pada bisnis televisi dan media, dengan mengibarkan dua bendera, yakni Mahaka Media dan Alif.

Ia memulai bisnisnya di bidang media pada 1993 dengan mendirikan Grup Mahaka. Lalu pada 2001 membeli koran Republika, Jak TV dan beberapa radio seperti Gen FM, Delta FM dan Female Radio. Ia juga merupakan pemegang saham minoritas di TVOne.

Saat kuliah di Amerika anak dari Teddy Thohir, rekan William Soeryadjadja ketika mendirikan perusahaan raksasa Astra Indonesia, ini sangat menyukai basket. Hobi inilah yang kemudian membawanya bergabung dalam konsorsium yang memiliki klub basket Amerika Serikat, Philadelphia 76ers, serta klub sepak bola di negara yang sama, DC United. Erick juga merupakan Presiden Federasi Basket di Asia Tenggara.

Rosan Roeslani, partner Erick dalam mengambil alih kepemilikan Inter, adalah pebisnis di bidang investasi, termasuk perbankan dan keuangan, infrastruktur, real estate dan turisme. Ia adalah Wakil Ketua Perbankan dan Keuangan Kamar Dagang Indonesia. Roeslani juga menaruh saham di D.C United.

Handy Soetedjo adalah seorang pengusaha yang berinvestasi di bidang tambang, minyak dan gas, real estate dan berbagai perusahaan media. Soetedjo merupakan rekan bisnis Thohir di Grup Mahaka dan ikut terlibat dalam pembelian klub basket Philadelphia 76ers NBA pada 2011 lalu.

Menurut Massimo Moratti, yang kini memegang 30 persen sahamnya, Thohir ialah orang yang benar-benar bermaksud baik, memiliki karakter bijaksana dan dapat diandalkan untuk Inter Milan. “Yang penting ialah bahwa dia (Thohir) selalu menghormati pekerjaannya dan saya pikir fan juga memiliki pemikiran yang sama.”

Komentar