Media Inggris Fokus Laga MU Lawan QPR

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 13 September 2014 | 15:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Hampir semua media Inggris menempatkan laga perdana “Setan Merah” dengan skuad “dinamit”nya melawan Quen Park Ranger di Old Trafford, Minggu malam WIB, 14 September 2014, sebagai berita utama dengan analisa yang dinamis dari dua pengamat Premier League, Martin Keown dan Hikkins.

Kedua pengamat itu mengingatkan, laga pertama “skuad” mahal Louis van Gaal akan memberi petunjuk terhadap peta persaingan Premier League secara menyeluruh. Ad indikasi van Gaal akan memberitahu klub elite liga, seperti Liverpool, Chelsea, City dan Arsenal bahwa mereka telah memasuki arena “boxing day” di steiap laga yang dimainkan.

Menurut “The Mirror,” dengan sedikit nyeleneh, para fan Premier League telah mengenyamping laga besar Manchester City melawan Arsenal di Emirates dan hanya ingin menyaksikan bagaimana aksi “The Reds Devils” di Old Trafford, walau pun mereka menghadapi klub papan tengah Quen Park Ranger.

Ppekan keempat Premier League, seperti dikatakan Martin Keown, merupakan laga “pembuka” bagi gebrakan Manchester United. Laga itu menjadi panggung ‘Setan Merah’ untuk menampilkan racikan Louis van Gaal dengan para pemain mahalnya untuk pertama kali.

Di laga itu, MU bisa menurunkan semua pemain yang didatangkan menjelang penutupan bursa transfer musim panas lalu.

Seperti yang dirilis Analis keuangan Deloitte, MU menjadi klub paling royal di Premier League pada bursa transfer kali ini. Mendatangkan Marcos Rojo, Angel Di Maria, Daley Blind, dan Radamel Falcao, ‘Setan Merah’ sudah menggelontorkan dana senilai hampir tiga triliun rupiah

Belanja paling besar dilakukan MU saat mendatangkan Di Maria. Transfer pemain asal Real madrid itu ke MU itu sekaligus memecahkan rekor transfer dalam sejarah sepakbola Ingris Raya.

Nah, amunisi baru itu digadang-gadang mampu mendongkrak performa MU yang belum juga oke di tiga laga pertama kompetisi. Belum satupun kemenangan diraih tim besutan Louis van Gaal tersebut.

Di atas kertas, QPR masih inferior dibandingkan MU. The Red Devils tak pernah kalah dalam dua belas kali pertemuan dengan QPR di Premier League, dan memenangkan sepuluh laga

Tapi menilik posisi di papan klasemen sementara musim ini, MU memang masih berada di bawah QPR. MU ada di peringkat ke-empat belas. Adapun QPR menempati posisi dua trap di atas ‘Setan Merah’.

Van Gaal memahami harapan tinggi yang diusung para suporter. Meneer Belanda itu menyebut MU butuh waktu untuk membangun tim yang hebat.

“Fans menantikan para pemain baru tentunya, tapi kami harus membangun hierarki baru dan itu selalu butuh waktu. Kami sudah bertindka hebat di bursa transfer. Itu sangat bagus dan kami harus mencetak hasilnya, dimulai dengan menghadapi QPR,” ucap Van Gaal seperti dikutip Sports Mole.

Manchester United melakukan belanja besar musim panas ini. Manajer tim Louis van Gaal yakin bisa membuat para pemain top itu solid demi membawa MU minimal menempati posisi ketiga di akhir kompetisi seperti target yang dipatok manajemen.

MU membuat perombakan besar-besaran sejak kedatangan Van Gaal. Beberapa pemain dilepas, ‘Setan Merah’ juga mendatangkan sederet pemain. Luke Shaw dan Ander Herrera menjadi dua pemain yang datang lebih dulu. Disusul, pembelian sejumlah pemain top.

Sebut saja, bintang La Decima Liga Champions Real Madrid Angel Di Maria, superstar Kolombia dan klub-klub yang pernah dibela, Atletico Madrid dan AS Monaco Radamel Falcao. Ditambah Marcos Rojo dan Daley Blind.

Van Gaal gembira MU mendukung belanja besar itu. Meneer Belanda itu yakin bisa membuat klop para pemain-pemain itu.

“Buat pelatih akan selalu menjadi mudah karena dia memutuskan apa yang dilihat dan diobservasi,” kata Van Gaal seperti dikutip Mirror.

“Saya seorang pelatih yang melakukan itu. Saya tak khawatir sedikitpun karena saya sudah melakukannya selama dua puluh lima tahun.

“Kamu selalu ingin membeli pemain terbaik dalam posisi yang kamu butuhkan. Dan kami sudah melakukan langkah yang oke di bursa transfer, meskipun kami tak tampil di Liga Champions,” ucap dia.

Manchester United musim ini tak ditargetkan juara, namun untuk finis di tiga besar. Manajer Louis van Gaal menyatakan target ini sebagai sasaran yang masuk akal.

Van Gaal yang punya jejak rekam cemerlang pun didatangkan demi mengembalikan kesuksesan ‘Setan Merah’. Namun seperti yang telah berulang kali dikatakan manajer asal Belanda tersebut, MU butuh proses dan waktu.

Manajemen MU pun memahami hal ini dan mendukung penuh Van Gaal. Oleh karena itu, musim ini MU tak langsung ditargetkan juara melainkan masuk empat besar terlebih dahulu dan lolos Liga Champions. Sasaran utamanya adalah finis di posisi tiga atau lebih baik.

“Saya pikir itu masuk akal karena Manchester United ingin berada di Liga Champions,” kata Van Gaal seperti dilansir sportsmole.

“Kami telah berbicara soal target-target, sebuah klub seperti Manchester United harus memasang target dan saya pikir untuk finis di antara tiga besar itu masuk akal,” bubuhnya.

Komentar