Media Ejek van Gaal Lebih Jelek dari Moyes

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 September 2014 | 08:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Media Inggris kini sedang tidak bersahabat dengan Louis van Gaal, pelatih anyar Manchester United, yang didatangkan setelah klub Old Trafford itu mendepak David Moyes dari posisi manajer dalam waktu tidak sampai satu musim.

Manchester United “terpaksa” mendatangkan Louis van Gaal, yang ketika itu masih menjadi pelatih Belanda, dan di gadang-gadang akan membuat Manchester United bangkit dari keterpurukan musim lalu.

Eee, ternyata Louis van Gaal belum bisa membuktikan tangan dinginnya. Dari tiga laga di Premier League plus satu laga di ajang Capital One Cup, belum sekalipun manajer asal Belanda itu membawa United menang.

Pada pertandingan perdana Premier League musim ini, United takluk dari Swansea City di Old Trafford. Lalu, MU ditahan imbang oleh tuan rumah Sunderland, kemudian disusul hasil imbang saat bertandang ke Burnley.

Hasil lebih tragis dialami United di ajang Capital One Cup saat dibantai klub kasta ketiga, MK Dons dengan skor empat gol tanpa balas..

Seperti dilansir sebuah situs tukang ejek di Inggris, “Paddy Power,” dari tiga pertandingan di Premier League musim ini, MU baru mengoleksi dua poin. Catatan ini, seperti dihitung oleh situs itu, ternyata lebih buruk dari torehan MU musim lalu saat masih ditangani David Moyes. Saat itu, dari tiga laga, United asuhan Moyes mengumpulkan empat poin.

Bukan hanya itu, catatan-catatan lain yang membuktikan Moyes ternyata lebih baik dari Van Gaal musim ini. Dana belanja yang dikeluarkan Setan Merah untuk mengarungi musim ini sebesar seratus tujuh puluh juta juta pounds. Sedangkan musim lalu, Moyes hanya mengeluarkan dua puluh delapan juta pounds.

Harga sebuah poin yang ditorehkan United besutan Van Gaal di Premier League menjadi lebih mahal. Dengan dua poin yang baru dikoleksi MU sejauh ini, artinya satu poin bernilai delapan puluh limajuta pounds.

Bandingkan dengan Moyes yang mengumpulkan empat poin dengan dana transfernya yang hanya dua puluh tujuh juta juta pounds. Artinya, setiap poin yang dihasilkan Moyes bersama Setan Merah bernilai tujuh koma tiga belas juta pounds, jauh lebih murah dari era Van Gaal.

Bahkan, selama Agustus 2014, United asuhan Van Gaal hanya menorehkan dua gol.

Kini, MU menduduki peringkat ke-empat belas klasemen sementara Premier League musim ini dari tiga pertandingan. Dan Moyes kembali membuktikan lebih bagus dari Van Gaal. Sebab, dari tiga laga pertama musim lalu, United bertengger di posisi enam klasemen sementara.

Media Inggris juga menulis kalau sosok van Gaal sangat tidak bersahabat dengan pemain. Ia keras dank eras kepala. Ia sering tidak memedulikan kehebatan pemain. Contohnya Danny Welbeck dan Javier Hernadez yang ia “buang” ke Arsenal dan Real Madrid. Nani ia tukar dengan Rojo ke Lisbon Sporting.

Benarkan van Gaal sosok keras saat melatih anak buahnya. Ternyata tidak juga. Manajer asal Belanda yang pernah membesut Barcelona dan Bayern Munich itu juga ternyata jago melucu di hadapan para pemain.

Hal tersebut diungkapkan bek muda Setan Merah, Tyler Blackett. Dia tak menampik kalau para pemain bisa tertekan dengan tuntutan yang diberikan Van Gaal. Namun, manajer berjuluk Si Tulip Besi itu juga jago dalam mencairkan suasana.

“Dia menekan kami dengan keras, tapi dia juga cukup santai. Dia tampaknya tahu kapan harus serius dan kapan waktunya tertawa,” kata Blackett, sebagaimana dilansir Give Me Sport, Rabu, 10 September 2014.

“Dia memiliki candaan-candaan lucu saat bersama pemain, tapi dia juga bisa mengintimidasi,” sambung pemain yang pernah dipinjamkan ke Blackpool dan Birmingham City tersebut.

Blackett juga berbicara tentang kesempatan yang diberikan Van Gaal kepadanya pada awal musim ini. Seperti diketahui, pada tiga pertandingan perdana Premier League musim ini, bek binaan akademi MU itu selalu bermain selama sembilan puluh menit.

“Saya memang berharap masuk tim utama. Saya telah bermain baik di pramusim dan tim meraih hasil-hasil bagus. Manajer baru selalu tertarik dengan para pemain muda, dan saya tahu itu adalah suatu kesempatan,” kata pemain berusia dua puluh tahun itu.

Komentar