Masih Tentang Heboh Gol Ibra

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 Januari 2017 | 15:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Heboh gol penyama skor Manchester United yang dilesatkan lewat tandukan oleh Zlatan Ibrahimovic ke gawang Liverpool dalam laga di Old Trafford, Senin dinihari WIB kemarin, masih saja menyisakan taanya usai kehebohan bahwa gol itu sebagai “hadiah” wasit.

Wasit legendaris Premier League, Howard Webb, menilai bahwa Manchester United mendapatkan keuntungan dari kesalahan wasit

Laga  Premier League tersebut berakhir dengan skor satu gol berbanding satu.

Liverpool mencetak gol terlebih dahulu lewat penalti James Milner sebelum skor akhir berubah sama kuat berkat lesakan dari penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic.

Namun, Howard Webb menemukan kesalahan dari Mick McDonough yang bertugas sebagai asisten wasit dari Michael Oliver.

Menurut Webb, McDonough lalai. Sebab, bek kanan Man United, Antonio Valencia, berada dalam posisi offside saat menerima umpan dari Juan Mata.

Bola yang diterima Valencia kemudian dia kirim ke kotak penalti Liverpool dan dikontrol oleh Wayne Rooney. Rooney lalu melepaskan umpan lambung dan disambut Marouane Fellaini dengan sundulan.

Bola yang mengenai tiang diambil alih oleh Valencia sebelum dia berikan kepada Ibrahimovic untuk mengemas gol yang mengubah skor akhir menjadi satu sama-

Manchester United mendapat keuntungan dari kesalahan asisten wasit Mick McDonough,” kata Webb kepada The Times.

“Posisi adalah segalanya bagi seorang asisten wasit dan dia tidak berada di posisi yang seharusnya sehingga tidak bisa menilai apakah Antonio Valencia berada dalam posisi offside sebelum menerima bola (dari Mata),” ujar Webb lagi.

Pernyataan wasit yang memimpin laga final Piala Dunia tujuh tahun lalu itu didukung oleh mantan Ketua Dewan Ofisial Pertandingan  Keith Hackett.

“Ketika Michael dan tim melihat kembali tayangan pertandingan, akan ada tiga keputusan yang mereka sesali,” ucap Hackett kepada The Telegraph.

“Kesalahan yang paling serius adalah ketika asisten wasit Mick McDonough tidak melihat Antonio Valencia offside dalam membangun serangan Manchester United pada gol penyama kedudukan,” tutur Hackett.

Terlepas dari keuntungan dari keputusan McDonough, Man United telah menunjukkan peningkatan performa dalam melakukan serangan.

Ibrahimovic sendiri yang menjadi penyelamat muka Manchester United pada laga tersebut, mengatakan “Kami mendapat satu poin. Namun, laga tadi bukanlah permainan top kami”.

Masuknya Marouane Fellaini pada pertengahan babak kedua memang mengubah pola permainan Manchester United.

Mereka bermain mengandalkan umpan-umpan panjang ke jantung pertahanan Liverpool, memanfaatkan postur Ibrahimovic dan Fellaini.

“Kami membuat kesalahan sepele. Pada babak pertama, lawan mencoba melakukan tekanan dan kami kerap berbuat kesalahan saat membangun serangan. Lalu, kami bermain lebih direct pada babak kedua,” ujar Ibrahimovic.

“Ini merupakan pertarungan yang sengit. Saat tertinggal, kami berusaha mengejar dan mengejar. Pada babak kedua, permainan menjadi berbeda dan kami bisa menyamakan kedudukan,” tutur striker asal Swedia itu lagi.

Hasil imbang ini membuat Manchester United tertahan di peringkat keenam dengan empat puluh poin, tertinggal dua angka dari Manchester City yang berada di atasnya dan empat poin dari Arsenal di peringkat keempat.

“Kami ingin mencoba memenangi setiap laga agar bisa memangkas selisih poin dengan tim di atas. Hasil memang hanya bermain imbang, tetapi kami tak kalah dalam lima belas hinga enam belas pertandingan,” ucap Ibra.

Tambahan satu gol membuat Ibra berada di jajaran puncak pencetak gol terbanyak sementara Premier League. Bersama Alexis Sanchez dan Diego Costa, Ibra telah membukukan empat belas gol musim ini.

 

Komentar