Masih Teka Teki Klub Baru Andreas Iniesta

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Mei 2018 | 15:39 WIB

Dibaca: 1 kali

Andres Iniesta sudah dipastikan  meninggalkan Barcelona akhir musim ini, namun begitu gelandang cerdas asal Spanyol tersebut ternyata belum juga menentukan tujuan selanjutnya.

Sempat beredar kabar yang menyebutkan Iniesta bakal berlabuh ke Tiongkok. Namun belakangan, beberapa negara lainnya justru ikut mencuat, seperti Jepang dan Australia.

Iniesta sendiri sudah mendekati keputusan akhir.

Seperti dilansir Sportskeeda, pemain berusia tiga puluh empat tahun tersebut kini berada di antara dua pilihan, yakni Tiongkok dan Jepang.

Sedangkan Australia sepertinya sudah tidak termasuk dalam hitungan Iniesta.

“Saya harus membuat keputusan terbaik yang harus saya ambil,” kata Iniesta kepada Onda Cero seperti dilansir Sportskeeda. “Ada dua skenario, Tiongkok dan Jepang. Masing-masing dengan plus-minusnya. Kami harus seimbang dan memutuskan apa yang terbaik,” katanya.

Iniesta telah memperkuat Barcelona sejak enam belas tahun silam

Musim ini, Iniesta tampil dalam empat puluh tiga laga di semua kompetisi dan sukses membawa Barca merebut trofi La Liga dan Copa del Rey.

Iniesta kini enggan berlama-lama lagi. Sebaliknya, dia mengaku akan segera membuat keputusan atas masa depannya dan segera fokus menghadapi Piala Dunia .

“Pekan depan saya harap bisa memberikan jawaban dan fokus untuk Piala Dunia,” katanya.

Sebelumnya sempat dikabarkan  Iniesta akan bergabung dengan klub asal China; Chongqing Dangdai Lifan.

Namun kemudian pihak klub membantah telah mencapai kesepakatan dengan sang gelandang.

Iniesta kemudian dikabarkan akan bergabung dengan klub asal Jepang; Vissel Kobe. Berita ini pun kemudian dibantah dan Iniesta disebut tengah mempertimbangkan untuk pindah ke Australia.

Ada beberapa klub A-League yang tertarik mendapatkan jasa Iniesta, demikian dikatakan oleh Chief executive A-League; David Gallop.

Yang terbaru, Iniesta kini disebut akan menyusul mantan tandemnya di lini tengah; Xavi Rodriguez.

Seperti diketahui, Xavi langsung bertolak menuju Qatar untuk membela Al-Sadd begitu kontraknya dengan Barca habis pada tiga tahun lalu

Menurut koran Watar Al Sharq, Iniesta sudah mendapatkan tawaran dari salah satu klub besar di Qatar.

Iniesta tengah serius mempertimbangkan tawaran dari klub yang namanya masih dirahasiakan itu karena imbalan finansial yang sangat besar.

Selain itu, Iniesta dijanjikan akan bisa mengembangkan kegiatan komersialnya sembari tetap berprestasi di lapangan.

Iniesta akan berbicara dan melakukan negosiasi dengan klub tersebut.

Klub peminat Iniesta itu berani menjamin akan bisa sukses di atas lapangan nantinya.

Sebelumnya Inesta, mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya untuk hengkang dari Camp Nou. Dia membantah keputusan ini diambil karena persoalan bisnis anggur

“Alasan utama saya pergi adalah murni urusan olahraga. Kami telah menjual wine di China, Jepang, dan banyak tempat lain selama bertahun-tahun. Namun, akan menguntungkan kedua pihak jika memang ada minat mengonsumsi wine di China,” kata Iniesta

“Saya sudah membuat keputusan tentang klub baru saya, tetapi masih ada beberapa detail yang hilang. Semua skenario mungkin di luar Eropa. Ada banyak pilihan. Dalam beberapa pekan saya akan mengambil keputusan yang dianggap sebagai yang terbaik,” ujarnya.

Andres Iniesta sempat dirumorkan bakal berseragam Tianjin Quanjian

Kesepakatan antar kedua pihak kabarnya telah tercapai. Dalam kontrak bersama klub China itu, Iniesta dibebaskan memasarkan dua juta botol wine per tahunnya di pasar negeri Tirai Bambu.

Gelandang Spanyol itu memang tengah menjalani bisnis minuman sari buah anggur fermentasi   yakni bernama Bodega Iniesta.

Bodega Iniesta awalnya didirikan oleh ayah Iniesta dalam kebun anggur seluas sepuluh hektare di desa Fuentealbilla.

Akan tetapi, wine itu sulit bersaing dengan berbagai merek lainnya di wilayah Spanyol. Andres Iniesta lantas mengambil alih usaha sang ayah dan memasarkan produknya ke berbagai benua. Bodega Iniesta diberitakan laku keras di pasar Asia, khususnya China.

Komentar