Masih Meriah Berita Laga MU Vs Liverpool

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 Januari 2017 | 09:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua hari usai laga Manchester United melawan Liverpool di Old Trafford, yang berakhir dengan skor satu berbanding satu, media Inggris masih saja menurunkan berbagai latar belakang pertandingan.

Mantan wasit terbaik Liga Primer Inggris, Graham Poll, misalnya, menilai penampilan wasit yang mempin pertandingan kedua tim, Michael Oliver, tamp[il tanpa cacat.

Menurutnya, Oliver menunjukkan kematangan yang melampaui usianya yang masih muda untuk ukuran usia wasit.

“Ia tidak terganggu apapun pada salah satu pertandingan paling populer di Liga Primer ini. Nyaris setiap keputusannya sempurna,” kata Poll dalam tulisannya untuk Daily Mail.

“Keputusan paling penting Oliver mungkin adalah keputusan termudahnya, yaitu ketika Paul Pogba menyentuh bola saat menyambut umpan silang. Tak mungkin terelakkan lagi harus ada penalti.”

Poll juga memuji keputusan Oliver ketika menampik permintaan penalti dari Liverpool saat Pogba berbenturan dengan pemain Liverpool di kotak terlarang.

Poll menilai sikap Oliver saat itu menunjukkan betapa Oliver sangat mengendalikan pertandingan.

Sementara itu, Poll menyebut momen terbaik Oliver muncul di menit-menit akhir pertandingan ketika Roberto Firmino ditarik Ander Herrera hingga terjatuh. Firmino kemudian membalas tindakan tersebut dan mendorong Herrera hingga mendarat di tanah.

Oliver memberi kartu kuning pada dua pemain tersebut.

“Sang wasit menolak untuk tertipu Herrera yang terjatuh sembari memegang wajah. Oliver secara tepat melihat bahwa Firmino hanya mendorongnya di dada,” tutur Poll. “Herrera seharusnya malu atas tindakan tersebut.”

Penampilan Oliver juga menuai pujian dari manajer Manchester United, Jose Mourinho.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Oliver mampu mengendalikan pertandingan ketika pemain kedua tim tampil emosional dan laga berjalan dengan intensitas tinggi.

“Wasit sangat baik dalam aspek itu,” kata Mourinho seperti dikutip dari The Guardian.

“Memang ada agresi, tapi hasilnya baik, sehingga ini jadi promosi yang baik ke seluruh dunia untuk Liga Primer Inggris.”

Manchester United terselamatkan dari kekalahan melawan rival abadi, Liverpool, di hadapan publik sendiri di Stadion Old Trafford.

Dalam laga tersebut, MU tertinggal lebih dulu dari Liverpool berkat gol James Milner dari titik putih pada babak pertama.

MU baru bisa menyamakan kedudukan ketika laga hampir memasuki lima menit terakhir waktu normal.

Saat laga memasuki menit akhir, Zlatan Ibrahimovic berhasil mencetak gol penyeimbang lewat sundulan menyambut assist Antonio Valencia dari sayap kanan.

Gol Ibrahimovic adalah hasil bombardir serangan MU pada menit tersebut. Serangan bermula dari operan chip Juan Mata untuk mengembalikan bola kepada Valencia yang melakukan lemparan ke dalam.

Valencia lalu melepaskan umpan silang dari sayap kanan yang disambut Wayne Rooney di sisi berseberangan–di dalam kotak penalti.

Bola lalu dilambungkan Rooney yang disambut Marouane Fellaini. Namun, bola mengenai mistar, dan disambar Valencia yang bergerak masuk dari sisi kanan–lalu operannya berhasil disundul Ibra berbuah gol.

Persoalan yang kemudian muncul adalah posisi Valencia dinilai offside sebelum dia mendapatkan operan dari Juan Mata.

Dalam tayangan ulang terlihat Valencia dalam posisi offside. Namun, hakim garis tak menyadari hal tersebut karena berada di belakang Valencia.

“Itu jelas sekali offside,” kata Graeme Souness, mantan manajer dan juga gelandang Liverpool yang saat ini menjadi pengamat di Sky Sports.

“Hakim garis jelas sekali dalam posisi yang salah, tidak melihat ini dan itulah gol yang mereka  dapatkan. Namun, sulit untuk menampik MU berhak merebut poin karena mereka begitu ngotot.

Legenda Arsenal, Thierry Henry, yang juga menjadi analis di Sky Sports menyambut komentar Souness.

Menurut Henry, “Ada banyak pertandingan sepak bola yang mendapatkan keputusan tersebut.”

Di dunia maya pun perdebatan terjadi mengenai gol Ibrahimovic tersebut.

Sementara itu, dalam wawancara usai pertandingan, Manajer Liverpool Juergen Klopp menolak berkomentar mengenai dugaan posisi offside Valencia sebelum gol Ibrahimovic tercipta.

Di satu sisi, Klopp menyatakan dia puas dengan kepemimpinan wasit Michael Oliver.

Dari tayangan ulang, posisi hakim garis memang tidak dalam perspektif yang pas untuk menilai Valencia dalam posisi offside.

Mengacu pada garis samar yang berada di rumput lapangan, jika ditarik garis lurus Valencia terlihat berada di belakang pemain terakhir Liverpool, Dejan Lovren.

Seperti yang diungkap Souness, hakim garis berada dalam posisi yang salah karena tak berdiri sejarar di pemain terakhir Liverpool.

Hal itulah yang mungkin membuat posisi Valencia tak terlihat offside dalam perspektif hakim garis.

Gol itu pun kembali menimbulkan perdebatan mengenai perlu atau tidaknya teknologi video digunakan dalam pertandingan sepak bola terkait keputusan-keputusan kontroversial.

Salah satu yang pernah diterapkan adalah dalam Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan America

Wasit pemimpin semifinal Piala Dunia Antarklub kala itu mengesahkan gol Cristiano Ronaldo yang sempat dianulir karena diduga offside.

Namun, gol itu kemudian disahkan setelah ada tinjauan kembali lewat tayangan ulang. Dalam tayangan ulang terlihat Ronaldo tak dalam posisi offside saat menerima umpan James Rodriguez.

Berita lainnya dari pertandingan itu datang dari Jose Mourinho yang juga mengeluarkan komentarnya yang bernada ketus terhadap salah satu pekerja media di Inggris.

Salah satu jurnalis mempertanyakan keputusannya menarik keluar bek sayap kiri Matteo Darmian dan digantikan dengan Marouane Fellaini.

Dengan nada kesal, pria yang biasa dijuluki ‘The Special One’ itu balik ‘menyerang’ kritikan sekaligus pertanyaan dari wartawan tersebut.

“Kenapa? Anda ingin membelinya? Anda seorang agen? Anda bekerja untuk federasi sepak bola Italia?” sergah Mourinho balik mempertanyakan pertanyaan yang dilontarkan wartawan terkait keputusannya mengganti Darmian, seperti dikutip Goal.

“Jika Anda sudah memiliki Antonio Valencia bermain di sayap kanan, Anda tak bisa bertahan hanya dengan dua pemain. Anda membutuhkan pemain ketiga untuk memberikan perlindungan di dalam dan menjaga keseimbangan, serta Darmian telah melakukannya dengan baik

“Kemudian, kami tertinggal. Saya harus menarik Darmian dan Mkhitaryan bermain di bek sayap kiri untuk sedikit menutupinya dan Valencia sebagai pemain sayap kanan, sedikit menutupinya dan Anda harus mengambil risiko apapun.”

Mourinho memang tak biasanya mengganti pemain seperti Darmian dengan pemain lain di posisi yang sama seperti Daley Blind. Namun, ia menggantikannya dengan Fellaini.

Namun, patut diakui pula keberadaan Fellaini di akhir-akhir babak kedua memberikan kemajuan signifikan. Terbukti, gol yang dicetak Zlatan Ibrahimovic berkat sundulan pemain Timnas Belgia itu yang memantul setelah mengenai tiang gawang Simon Mignolet.

“Saya mengamati jalannya pertandingan, kami kalah (penguasaan). Saya selalu melihat di sisi yang sama. Saya memiliki masalah di leher saya karena selalu melihat di sisi kiri (ManUtd),” tutur Mourinho.

“Saya melihat terlalu banyak pemain berkaus kuning (Liverpool) di depan saya. Saya mulai berpikir, mari mencobanya”

 

Komentar