Martial Pemain MU dengan Harga Selangit

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 September 2015 | 15:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Anthony Martial. Ya. Itulah debutan baru Manchester United dengan harga selangit.Satu koma tiga triliun rupiah, atau delapan puluh juta euro, biaya yang dirogoh “Setan Merah” untuk mendatangkannya ke Old Trafford dari AS Monaco.

Lantas apa istimewanya Martial bagi Manchester United, idem ditto Louis van Gaal, sang pelatih?
Paling tidak, kedatangan Martial, memberi van Gaal sejumlah opsi baru di barisan depan.

Simak saja pernyataan kapten Manchester United, Wayne Rooney. Wazza yakin bintang muda asal Prancis tersebut akan memiliki karier yang sukses bersama Setan Merah.

Tak pelak, sejuta harapan hinggap di pundak penyerang berusia sembilan belas tahun ini.

Awalnya Rooney sama sekali tidak pernah mendengar nama Martial sebelum bertanya kepada Morgan Schneiderlin yang juga berkewarganegaraan Prancis.

Kendati begitu, dia yakin sang wonderkid memang pantas ditebus oleh United dengan harga selangit.

“Sejujurnya saya tak banyak tahu tentang dia, tapi semuanya telah terdokumentasi dengan baik. Saya belum bisa berkomentar terlalu banyak soal dia,” kata Rooney, seperti diberitakan Mirror, 07 September 2015.

“Musim lalu saya melihat saat dia bertanding melawan Arsenal. Dia tampil fantastis. Dia akan menjadi rekrutan hebat buat kami. Dia memiliki kemampuan yang dari saya lihat, kami yakin dia akan menjadi pemain bagus untuk kami,” jelas Rooney

Walau pun belum menunjukkan kualitasnya, Anthony Martial sudah digadang-gadang sebagai kapten masa depan Manchester United dan Timnas Prancis.

Siapa yang mengatakan itu?

Dorian Martal, sang kakak.

Martial berlabuh di Old Trafford pada jendela transfer musim panas kemarin.

“Anthony memiliki semua kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi kapten Manchester United dan Prancis. Ia selalu menjadi pemimpin alami di tim –ia sudah seperti itu sejak usia enam tahun,” kata Dorian, seperti dilansir Sportsmole, Senin, 07 September 2015

“Adik saya bukan tipikal pemain yang akan berteriak kepada semua pemain di sekitarnya. Ia tidak butuh itu, karena ia berbicara dengan kemampuan yang luar biasa. Anthony seorang bintang dan memiliki ego,
serta kepribadian di lapangan untuk menjadi kapten Manchester United, bahkan Prancis,” tambahnya.

Tentu saja apa yang dikatakan Dorian takkan terjadi dalam waktu dekat mengingat Martial masih remaja.

Ia menambahkan, kepribadian dan karakter pemimpin yang dimiliki sang adik karena dibentuk oleh klub yang memang rajin mencetak kapten besar, sebut saja Patrice Evra dan Thierry Henry.

“Tentu bukan saat ini -karena ia baru sembilan belas tahun- tapi jelas di masa mendatang.”

“ Ia datang dari klub yang memproduksi dua kapten Prancis. Patrice Evra menjadi kapten United sementara Thierry Henry memiliki ban kapten di Arsenal. Ini DNA di sini karena pemain berpendidikan. Mereka diajarkan bertanggung jawab tapi juga hormat,” tuntasnya.

Manchester United resmi mendatangkan Martial, dari AS Monaco dengan kontrak empat tahun.

Kedatangan Martial ke Old Trafford di detik-detik terakhir bursa transfer musim panas ini menyisakan pro-kontra, bukan soal kualitasnya, melainkan pertanyaan apakah ia layak dihargai semahal itu.

Yang jelas, Martial bisa menjadi amunisi besar bagi skuat The Red Devils, terutama di lini depan, yang dalam beberapa musim terakhir disebut-sebut kurang cepat dan penetrasi.

Kini, tugas penting bagi manajer Louis van Gaal untuk menajamkan kembali barisan penyerangnya, apalagi tim harus berkompetisi di Liga Champions

Di Prancis, Martial menjadi pemain utama di barisan depan, mampu menyaingi Dimitar Berbatov dalam memimpin lini depan dengan percaya diri.

Musim lalu, ia mencetak dua belas gol dari ua puluh sembilan penampilan sebagai starter. Meski tampaknya itu bukan catatan yang sensasional, namun ketika mendapat peran, maka ia tidak akan menyia-nyiakannya.

Sebagai striker tengah, ia bisa menebarkan ancaman seperti yang dilakukan Thierry Henry dengan seragam Arsenal ketika baru tiba dari Juventus sebagai seorang winger pada enam belas tahun lalu

Kemampuan Martial untuk mengatasi penjagaan lawan dan menguasai bola akan menjadi lebih bagus kalau ia didukung tiga orang di belakangnya, yang juga bisa mengancam untuk barisan belakang lawan.

Dengan Juan Mata menambah ketajaman tim di lini depan, Wayne Rooney yang suka mengeksploitasi ruang dengan kecerdasan timing larinya, dan permainan langsung Memphis Depay, maka itu akan sangat membantu tugas Martial sebagai striker di depan.

Martial memiliki kecepatan dan permainan yang trickery, dan itu sangat membantu di posisi winger.

Dengan begitu, van Gaal bisa tetap memasang Rooney sebagai striker tengah.

Sejauh di musim ini, Rooney sudah mendapat posisi di nomor sembilan dan ia mencetak hat-trick di play-off Liga Champions saat tandang ke markas Club Brugge, tapi masih menjadi pernyataan di mana posisi terbaik buat sang skipper.

United memiliki opsi menyerang, misalnya Depay bisa melakukan sejumlah tekanan selain Rooney, ditambah dengan Martial kalau ia mendapat ijin untuk secara reguler maju melebihi sang kapten.

Martial juga bisa selalu memberi opsi yang lebih sempit sehingga ia menarik full-back untuk masuk ke dalam dan memberi ruang bagi Matteo Darmian untuk masuk dari sisi kanan.

Van Gaal pernah mengatakan tentang formasi saat ini, empat-dua-tiga-satu, yang bisa menjadi pseudo empat-tiga-tiga, dalam sebuah konferensi pers.

Formasi tradisional dengan menaruh tiga pemain di depan bisa saja dicoba dengan Martial masuk ke dalamnya.

Kualitas Martial untuk menarik pertahanan lawan keluar dari posisi mereka bisa menjadi lebih baik dengan membuat para centre-back itu lebih berpikir tentang menempel garis depan.

Berbagai kecepatan dengan jarak pendek akan bisa mematikan dan Martial punya kualitas untuk melakukan pergerakan di dekat kotak penalti lawan.

Tidak diragukan lagi, van Gaal ingin mengubah ketajaman timnya dengan begitu dramatis, tapi ia membuktikan di musim pertamanya kalau ia memang terbuka akan perubahan.

Kalau van Gaal menginginkan Rooney memimpin lini depan, tapi juga berharap Martial bisa memberi pengaruh besar di tengah, maka ia sebaiknya mengeksploitasi kualitas pemain asal Prancis itu dengan menaruhnya di belakang striker depan.

Dalam posisi ini, Martial akan mencari ruang di antara garis dan ia akan sering melawan pemain-pemain gelandang bertahan yang lebih lambat ketimbang bek-bek tengah yang kadang bisa tajam.

Ia bisa melakukan perubahan posisi dengan penyerang United lain yang juga memiliki kecepatan, Mamphis, yang bisa memainkan faktor besar.

Dengan Martial di posisi nomor sembilan dan Rooney sebagai striker lubang, maka sistem ini memungkinkan kedua pemain itu untuk saling bekerjasama dengan baik.

Komentar