close
Nuga Bola

Mancini Resmi sebagai Pelatih Gli Azzurri

Robertro Mancini kembali lagi ke Italia.

Kali ini ia akan menjadi pelatih bagi tim nasional Italia

Kepastian Mancini sebagai pelatih Timnas Gli Azzuri itu diumumkan langsung oleh Federasi Sepak Bola Italia

Roberto Mancini  resmi sebagai pelatih timnas Italia dengan masa jabatan selama dua tahun ke depan,” tulis laman Gli Azzuri.

Sebelumnya memang sudah santer disebut bahwa Mancini  sebagai kandidat kuat pelatih Italia setelah Carlo Ancelotti menolak tawaran tersebut.

Sinyal Mancini akan menangani Gli Azzurri sudah nampak jelas ketika ia resmi meninggalkan kursi pelatih Zenit St. Petersburg pada pekan lalu.

Mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City tersebut diproyeksikan membangun kembali kekuatan timnas Italia yang sempat ambruk karena gagal melaju ke Piala Dunia .

Sebelumnya, FIGC terpaksa memecat Gian Piero Ventura pada November taun lalu setelah gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia usai disingkirkan Swedia pada babak play-off.

Kegagalan timnas dengan gelar lima kali juara dunia ini berlaga di Piala Dunia menjadi yang pertama dalam enam puluh tahun terakhir.

Posisi Ventura sempat digantikan Luigi Di Biagio yang berstatus sebagai caretaker.

Kini kursi kepelatihan ada di bawah kendali Mancini yang ditugaskan mengantar Italia lolos ke Piala Eropa

Sebelumnya, Federasi sepak bola Italia  mengakui mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City, Roberto Mancini, tertarik menjadi pelatih Timnas Italia.

Komisaris FIGC Roberto Fabbricini telah membenarkan isu yang menyebut keinginan Mancini memimpin Gli Azzurri.

Fabbricini mengatakan akan ada perbincangan lanjutan antara FIGC dan Mancini terkait posisi pelatih di Timnas Italia karena sosok  Mancini masih tercatat sebagai pelatih kesebelasan asal Rusia, Zenit Saint Petersburg.

“Kemarin ada pertemuan antara komisaris Alessandro Costacurta, manajer tim Azzurri Oriali dan Roberto Mancini, yang menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan hubungan dengan Zenit dan untuk menjadi pelatih tim nasional,” ujar Fabbricini kepada ANSA seperti dilansir Football-Italia.

“Kami menyepakati akan ada perbincangan lebih lanjut pada  Mei dan di akhir musim liga  Rusia,” sambung Fabbricini.

Keinginan Mancini melatih timnas Italia tidak lantas memastikan langkah mantan pemain Sampdoria itu menjadi juru taktik juara dunia empat kali.

Fabbricini menilai masih ada banyak hal yang harus dirundingkan dengan Mancini untuk menempati jabatan yang lowong sejak pemecatan Gian Piero Ventura pada November tahun lalu.

“Saya katakan belum ada yang pasti. Bersama Mancini kami akan mengklarifiasi apakah FIGC memiliki anggaran dan kami juga akan berbicara dengannya mengenai rantai pelatih tim Azzurri yang akan memberikan kepastian mengenai pelatih masa depan,” kata Fabbricini.

Mancini menangani Zenit . Untuk sementara klub pemilik empat gelar Liga Primer Rusia itu menempati peringkat kelima dan sudah dipastikan tidak akan meraih gelar juara musim ini.

Kiprah Mancini di dunia kepelatihan sudah dimulai sejak 2001. Fiorentina, Lazio, Inter, Man City, dan Galatasaray adalah klub-klub yang ditangani Mancini sebelum Zenit.

Selama tujuh belas tahun menjadi pelatih, beberapa gelar bergengsi yang diraih Mancini adalah juara Serie A dan juara Liga Primer Inggris.

Selain nama Mancini sebelumnya FIGC disebut-sebut mengincar nama tenar seperti Antonio Conte dan Carlo Ancelotti untuk mengisi posisi pelatih timnas Italia.

Luigi di Biagio tercatat sebagai pelatih sementara timnas setelah Ventura diputus kontrak pascakegagalan Italia tampil di Piala Dunia musim ini.

Sebelumnya ada empat nama yang digadang-gadang sebagai pelatih Gli Azzurri.

Nama-nama itu di antaranya, Antonio Conte, Carlo Ancelotti, Claudio Ranieri, dan Roberto Mancini.

“Nama-nama tersebut adalah mereka yang sudah sangat dikenal. Mancini saat ini ada di Roma, tapi kami belum menghubunginya.”

“Conte juga begitu bersemangat ingin kembali menangani Azzurri lagi. Ancelotti masih membuka peluang dan Ranieri masih berpeluang juga,” terang Fabbricini dikutip dari Football Italia.

 Kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia mendongkel posisi Gian Piero Ventura dari kursi pelatih. Berikutnya Carlo Tavecchio yang lengser dari jabatannya sebagai Presiden FIGC.

Hingga saat ini pun belum terpilih Presiden FIGC untuk gantikan Tavecchio setelah pada Kongres FIGC berakhir buntu.

Fabbricini langsung bergerak cepat menjalankan roda organisasi yang masih tanpa Presiden FIGC. Salah satu misinya adalah menentukan pelatih Timnas Italia. Ia juga menegaskan tidak ada kandidat yang menjadi prioritas.

“Tak ada nama yang berada paling atas, kami harus mengevaluasi plus dan minus [masing-masing kandidat],” terang Fabbricini.

“Kami juga harus mengevaluasi fungsi Federasi dan memastikan semuanya berjalan hingga akan diteruskan oleh pengurus yang baru. Saat ini kami juga akan harus mengevaluasi yang harus dilakukan bersama Costacurta.”