Manchester United Tak Lagi Klub Kaya

Penulis: Darmansyah

Senin, 14 Desember 2015 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United klub paling kaya di Premier League?

Spontan, Louis van Gaal, sang pelatih, mengubah mimiknya, dalam wawancara dengan “sky sport tv,” Senin, 14 Desember 2015, dan mengatakan,”no.”

Betulkah Manchester United tidak lagi klub kaya raya?

Dengan tenang van Gaal menambahkan,” Itu masa lalu.

Kini, katanya, klub-klub papan bawah di Liga Primer Inggris mulai mengejar keuntungan finansial yang dimiliki klub-klub papan atas, termasuk di antaranya Manchester United.

Pelatih asal Belanda itu kemudian mengatakan bahwa hal ini yang menjadikan MU kesulitan untuk mendapatkan pemain di bursa transfer.

“Tahun depan, semua klub di Liga Primer Inggris akan memiliki anggaran belanja yang lebih besar dari seluruh klub di Eropa,” kata van Gaal dalam sesi wawancara “sky sport tv,” usai kekalahan timnya melawan AFC Bournemouth

Perkataan van Gaal ini merujuk pada mulai berlakunya kontrak hak siar lima tahunan di Premier League.

Suntikan dana segar dari hak siar ini yang membikin klub-klub EPL selalu memecahkah rekor transfer.

Bahkan, total belanja klub EPL nyaris dua kali lipat dari Serie-A, liga dengan total belanja tertinggi kedua di Eropa.

Van Gaal menilai hal ini pada akhirnya akan mempersulit langkah MU.

“Ini membuat perbedaan besar.”

“ Setiap klub pada akhirnya bisa membeli pemain manapun. Manchester United memang punya banyak uang, tapi klub-klub lain selalu memberikan banderol harga tinggi untuk MU ketimbang untuk Bournemouth.”

Mantan manajer Bayern Munich itu kemudian memberikan contoh bagaimana setiap pekannya kesebelasan-kesebelasan semenjana bisa mengalahkan tim yang berada di atasnya di papan klasemen Liga Primer Inggris.

“Ini tidak sering terjadi di liga lain kecuali di Liga Inggris.”

Van Gaal, dalam wawancara itu juga mengatakan bahwa para pendukung membebankan harapan yang sangat tinggi kepada kesebelasannya.

“Masa-masa MU mendominasi Liga Primer Inggris telah usai dan sukar untuk didapatkan kembali.”

“Saya berkerja dengan sangat keras, dan pemain saya juga bekerja dengan sangat keras dengan semua yang kami bisa,” kata van Gaal.

“Masalahnya kami harus memenuhi ekspektasi, dan di Manchester United ekspektasi ini sangat tinggi. Ini masalah kami.”

Louis van Gaal mengakui kerap menerima kritikan baik dari mantan pemain maupun para penggemarnya sendiri.

Dan menurut van Gaal ekspektasi dari mereka tidak mungkin dipenuhi.

Menurut van Gaal, ada banyak hal positif yang bisa diambil dari setiap pertandingan, misalnya saja para pemain muda yang tampil bagus.

Namun, tuturnya lagi, tidak ada yang mau mempertimbangkan hal itu ketika menilai Manchester United.

“Mereka tidak mau mendengar saya. Mereka mengatakan bahwa klub seperti Manchester United harus menang.”

“ Itu di masa lalu. Anda harus menganalisis keadaan klub sekarang dan tidak bisa membandingkannya dengan sepuluh tahun lalu.”

Sementara itu mantan kapten Manchester United, Roy Keane, terus terang menilai skuat Manchester United saat ini kekurangan pemain berkualitas serta tidak memiliki karakter.

Selain itu ia enilai tim tersebut kehilangan sosok pemimpin di atas lapangan.

“ManUtd memiliki banyak pemain bagus, tapi saya pikir mereka tak cukup bagus untuk ManUtd. Mereka kekurangan kualitas,” ujar Keane kepada ITV.

“Mereka kekurangan karakter dan kepemimpinan, terlebih jika melihat gol-gol yang bersarang di gawang mereka.”

Keane enggan menuding langsung arsitek ManUtd saat ini, Louis van Gaal sebagai biang buruknya performa tim tersebut.

Keane–yang kini menjadi asisten manajer timnas Republik Irlandia–menilai para anggota skuat ManUtd saat ini tak banyak membantu manajer asal Belanda itu.

Para pemain ManUtd, kata Keane, tak bermain sesuai dengan harapan.

“Manajer mendapatkan banyak kritikan, tetapi para pemain juga seharusnya juga mendapat kritikan,” ujar Keane melanjutkan.

“Mereka bermain seperti robot, Anda bisa berbicara tentang taktik dan sistem permainan. Tapi Anda membutuhkan semangat, keinginan, dan menunjukkan karakter. Secara teknis mereka semua pemain bagus, tapi tak memiliki semangat.”

Komentar