Madrid Tanpa Gelar, Takluk dari Atletico di “Copa del Rey”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 18 Mei 2013 | 06:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Jose Mourinho menemukan dirinya terlunta-lunta di Bernabeu. Sabtu subuh WIB, Real Madrid, yang ia latih selama tiga musim menjadi klub kasta “paria” setelah di musim ini gagal meraih trofi di semua kompetisi.

Di final Copa del Rey, di Santiago Bernabeu, Mourinho  tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika “El Real” dikalahkan Atletico Madrid 1-2  dalam laga paling dramatis, lewat perpanjangan waktu,  setelah mereka bermain imbang 1-1 selama sembilan puluh menit yang juga menandai perjalanan karir terburuk dalam karier kepelatihannya.

Laga El Derbi Madrileno kali ini menyajikan laga yang keras dan penuh intrik. Tercatat, 15 kartu kuning dan 2 kartu merah keluar dari kantung wasit Carlos Clos Gomez. Bahkan pelatih Jose Mourinho pun diusir keluar lapangan oleh wasit.

Agar tidak mengakhiri musim tanpa gelar, Madrid yang mengincar trofi ini sebenarnya bermain ngotot sejak menit-menit awal laga. Mengandalkan kombinasi Ronaldo, Luka Modric, dan Mesut Oezil, Madrid langsung menekan pertahanan rumah lewat beberapa serangan balik cepat.Ronaldo membawa Madrid unggul lebih dulu sebelum disamakan Diego Costa. Dua gol itu tercipta di babak pertama.

Paruh kedua laga tak ada gol tercipta sehingga laga harus diteruskan ke 2×15 menit extra time. Miranda tampil sebagai pahlawan lewat gol yang dicetaknya di paruh pertama perpanjangan waktu.

Hasil itu membuat Madrid harus mengakhiri musim tanpa gelar setelah sebelumnya juga gagal di Liga BBVA dan Liga Champinos. Sementara, bagi Mourinho, yang pada musim depan dikabarkan akan meninggalkan Madrid, ini adalah kali pertama dirinya mengakhiri musim tanpa gelar.

“Ini adalah musim terburuk dalam karier saya. Kampanye tahun ini gagal dilakukan, tetapi dua musim pertama saya di sini cukup sukses,”ujar Mourinho, yang pada pertandingan tersebut mendapat kartu merah.Terkait, kabar kepindahannya dari Madrid musim depan, Mourinho mengatakan,”Saya masih memiliki sisa kontrak tiga tahun lagi. Saya masih belum berbicara dengan Presiden Florentino Perez mengenai masa depan saya.”

Kedua tim sudah lima kali bertemu di final Copa del Rey. Dan, hasil ini memantapkan dominasi Atletico yang menang 4 kali dan hanya kalah sekali. Madrid yang mengincar trofi ini agar tidak menutup musim tanpa satu gelar pun sebenarnya bermain ngotot sejak menit-menit awal laga. Mengandalkan kombinasi Ronaldo, Luka Modric, dan Mesut Oezil, Madrid langsung menekan pertahanan rumah lewat beberapa serangan balik cepat.

Taktik itu pun membuahkan hasil saat pertandingan memasuki menit ke-13. Berawal dari serangan balik, kubu tuan rumah mendapatkan hadiah tendangan pojok. Kesempatan itu pun tidak disia-siakan Ronaldo yang sukses mencetak gol setelah mampu menanduk bola umpan tendangan pojok Oezil satu menit berselang.

Tertinggal, Atletico mencoba membalas. Pada menit ke-21, Arda Turan sukses melewati Michael Essien di depan kotak penalti Madrid. Sayang, usahanya setelah melakukan aksi tersebut belum membuahkan hasil karena bola tendangan kerasnya masih melebar tipis di sisi kanan gawang Madrid.

Hingga memasuki pertengahan babak, Atletico terlihat cukup kesulitan menembus rapatnya barisan belakang Madrid. Namun, kembali berawal dari serangan balik, pada menit ke-35, Atletico sukses menyamakan kedudukan setelah Diego Costa mampu mencetak gol.

Gol tersebut berawal dari aksi Radamel Falcao di tengah lapangan yang mampu mengecoh beberapa pemain Madrid. Setelah itu, dia memberikan umpan terobosan kepada Costa yang kemudian langsung diteruskan dengan tendangan terarah ke pojok kiri gawang, tanpa mampu dihalau kiper Madrid, Diego Lopez.

Selepas turun minum, Madrid meningkatkan tempo permainan. Meski Atletico mampu memberikan perlawanan, pada menit ke-61, skuad asuhan Diego Simeone itu hampir saja kebobolan jika Juafran tidak melakukan penyelamatan gemilang saat memblok tendangan Oezil.

Madrid terus menekan pertahanan Atletico. Delapan menit berselang, giliran Ronaldo yang mengancam gawang kiper Atletico, Thibaut Courtois. Akan tetapi, lagi-lagi usaha itu gagal membuahkan hasil karena bola tendangan bebas Ronaldo kembali membentur mistar gawang Atletico.

Hingga memasuki menit ke-80, kedua kubu masih terus berusaha membongkar pertahanan lawannya. Bahkan, kedua tim itu belum sama sekali melakukan pergantian pemain hingga 10 menit terakhir di waktu normal. Hingga wasit meniup peluit panjang skor 1-1 pun bertahan dan laga dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada babak 2 x 15 menit, Madrid langsung memasukkan Gonzalo Higuain, Angel Di Maria, dan Alvaro Arbeloa. Meski Madrid mengawali pertandingan dengan baik, Atletico lebih dulu mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol melalui Koke pada menit ke-95. Beruntung kiper Madrid, Diego Lopes, tampil cemerlang saat menahan bola tendangan Koke tersebut.

Tiga menit berselang, pendukung Atletico bersorak setelah Miranda mampu mencetak gol ke gawang Diego Lopes untuk membuat timnya berbalik unggul 2-1. Gol tersebut dilesakan bek asal Brasil itu seusai memaksimalkan umpan silang Koke.

Peluang terbaik Madrid di babak tambahan ini diperoleh Higuain dan Oezil. Namun, dua kesempatan emas itu masih dapat digagalkan dengan baik oleh kiper Courtois. Madrid harus bermain dengan 10 pemain setelah Ronaldo mendapat kartu merah kedua setelah dinilai melanggar pemain Atletico, Gabi, pada menit ke-115.

Keputusan itu pun sempat membuat situasi pertandingan berjalan panas karena pelatih Atletico, Simeone, sempat terlibat aksi dorong dengan bek Madrid, Pepe. Mencoba terus menyerang, Madrid gagal menyamakan kedudukan dan pertandingan pun berakhir 2-1 untuk kemenangan Atletico.

 

Komentar