Madrid Singkir Barca Dari Copa del Rey

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 Februari 2013 | 10:19 WIB

Dibaca: 0 kali

* Hanya Mourinho Yang Bisa Membunuh Tiki Taka

 HAMYA  Mourinho yang bisa membunuh tiki taka dengan sempurna. Milan, Chelsea dan Celtic hanya bisa menang, tapi membiarkan mereka dipeloroti oleh “ritual”  umpan pendek dan mengiba dengan serangan balik. Mourinho tidak hanya butuh kemenangan, tapi meng”gagah”i klub Catalan itu di rumahnya  dan mengirim pesan paling jelas,”punah sudah tiki taka.”

Mourinho memang jenius. Datang dengan lima pilarnya, yang dalam semi final pertama Piala Raja di Barnebeu absen, Ramos. Di Maria, Cuentrao, Marcelo dan Pepe, pelatih yang disapa dengan “special one”  itu menghardik Barca di Nou Camp dan mengatakan dengan jelas, malam ini milik Madrid. ”Adios untuk mimpi Mu Blaugrana.”

Madrid memang tidak tanggung-tanggung melucuti Barcelona di kandangnya. Membuat garis bertahan secara diagonal dan horisontal, serta menghentakkan serangan lewat sumbunya, Cristiano Ronaldo, Madrid mematikan akselerasi pola 4-3-3   Barca yang menjadi “hantu”  selama dekade terakhir dengan “wall pass” dan “short passing”  serta tusukan sayap kanan dari bek gantungnya, Alves.

Tidak hanya membunuh dan mematikan Iniesta, Messi dan Alves, malam itu, Rabu dinihari WIB, Real Madrid mentelakkan kemenangan 3-1 dan mengusir Barca dari final Copa del Rey.

Mereka boleh jalan terus di La Liga. “Tapi Piala Raja milik kami,” kata Mourinho singkat ketika dikejar wartawan di pintu keluar Nou Camp. Bahkan Mourinho memutuskan tak bertemu media usai  kemenangan Madrid. Ia  memilih kapten Iker Casillas sebagi perwakilan dirinya di ruang media. Casillas sebetulnya absen pada pertandingan tadi karena kiper asal Spanyol tersebut masih menjalani pemulihan dari cedera telapak tangan yang dialaminya. Posisinya diisi oleh Diego Lopez.

Mourinho sengaja menghindar media untuk mengunci rencana kepindahannya ke Paris St Germain. Ia merasa tidak nyaman lagi berada di Barnebeu karena terus diusik oleh “madridista” yang usil. Bahkan Presiden Madrid juga telah mengisyaratkan kepergian Mou. “Saya tidak tahu kapan ia akan memutuskan untuk pergi. Kami tidak nyaman dengan kondisi sekarang,” kata bos besar Madrid itu

Dalam sesi jumpa pers tersebut, Casillas memuji penampilan rekan-rekannya yang tampil gemilang pada pertandingan tadi. “Barcelona tidak sebagus Madrid. Pertahanan tim cukup brilian. Real Madrid telah mengalahkan taktik Barcelona,” jelas Casillas.

Kesuksesan Si Putih tidak lepas dari penampilan apik Cristiano Ronaldo yang memborong dua gol dalam laga itu. Pria Portugal pun menorehkan rekor sebagai pemain pertama yang selalu membukukan gol dalam enam laga tandang El Clasico secara beruntun.

“Cristiano Ronaldo sangat penting. Dia membuktikan dirinya pemain penting di Real Madrid. Dia adalah pemain kami yang paling penting. Dia telah menunjukkan kelas di laga Clasico lainnya. Ronaldo adalah pemain vital. Namun, secara kesuluhan tim tampil sangat bagus. Hal ini harus ditunjukkan di Old Trafford (saat melawan Manchester United). Mudah-mudah, kami bisa membalikkan keadaan dan kami bisa menikmatinya di Real Madrid. Setelah mengalahkan Barcelona, kami berharap bisa membuat kemajuan di Liga Champions. Ini akan membantu,” beber Casillas.

Kemenangan Si Putih tidak terlepas dari penampilan apik Cristiano Ronaldo yang sukses memborong dua gol. Ronaldo membuka rekening golnya dari titik putih pada menit ke-13. Wasit Alberto Mallenco langsung menunjuk titik putih begitu Ronaldo dilanggar Gerard Pique di kotak terlarang. Ronaldo yang menjadi algojo dengan tenang menyarangkan bola ke pojok kiri bawah gawang Barca yang dikawal Jose Manuel Pinto. Hasil ini membuat Madrid untuk sementara unggul dengan agregat 2-1 dan berpeluang besar melangkah ke final.
Tertinggal, Barca menggempur pertahanan Madrid. Pada menit ke-15, Cesc Fabregas dijatuhkan Alvaro Arbeloa di dalam kotak penalti. Namun, wasit tak menilainya sebagai pelanggaran sehingga laga dilanjutkan.

Barca berusaha mengurung Madrid. Namun, Lionel Messi dan kawan-kawan mengalami kesulitan dengan lini pertahanan Madrid yang sejauh ini cukup sigap memotong alur serangan tim tuan rumah. Andres Iniesta mengatasi kebuntuan ini dengan melepaskan bola dari luar kotak penalti. Sayang, usaha Iniesta belum membuahkan hasil karena bola gagal mengenai sasaran pada menit ke-27. Berselang enam menit kemudian, Pedro yang merangsek ke dalam kotak penalti dijatuhkan Xabi Alonso. Namun, untuk kedua kalinya wasit tak menilai insiden tersebut sebagai sebuah pelanggaran.

Madrid berusaha keluar dari tekanan. Serangan balik yang dilancarkan kubu Si Putih beberapa kali cukup berbahaya. Beberapa kali Carles Puyol dan kawan-kawan harus jatuh bangun menghadang serangan tim tamu. Namun, Barca berhasil meredam serangan Madrid hingga akhir babak pertama.

Barcelona nyaris kebobolan pada awal babak kedua. Fabio Coentrao yang melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan Barca berdiri bebas saat menguasai umpan terobosan Alonso. Beruntung, Pinto masih sigap mengamankan bola dari tembakan bek asal Portugal tersebut. Kiper Diego Lopez juga menunjukkan penyelamatan gemilang saat memblok tembakan keras Busquets dari luar kotak penalti pada menit ke-51.

Laga semakin sengit. Kedua tim baku serang. Sebuah penetrasi dari Ronaldo mengancam gawang Barca seandainya tembakannya tidak membentur Pique. Dan, Ronaldo benar-benar berhasil membuat publik Camp Nou terdiam setelah kembali menaklukkan Pinto pada menit ke-57. Berawal dari serangan balik, Di Maria yang dikawal ketat oleh Carles Puyol berhasil melepaskan tembakan. Pinto berhasil memblok tembakan tersebut, tetapi bola jatuh ke kaki Ronaldo. Ronaldo yang berdiri bebas dengan mudah menyarangkan bola ke tengah gawang, sekaligus mengubah skor 2-0 untuk El Real.

Asisten pelatih Barca, Jordi Roura, bereaksi cepat dengan memasukkan David Villa, menggantikan Cesc Fabregas. Sebuah tusukan Pedro nyaris membuahkan hasil seandainya tidak dijatuhkan Coentrao di kotak penalti. Wasit kembali menilai insiden tersebut bukan sebuah pelanggaran.

Impian Barca melaju ke final benar-benar pupus. Gawang Barca untuk ketiga kalinya kembali kebobolan setelah Pinto gagal menghalau tandukan Raphael Varane. Bek asal Perancis itu menyundul bola dari sepak pojok. Gol ini mirip dengan yang diciptakan Varane pada leg pertama di Santiago Bernabeu.
Barca yang harus menciptakan empat gol untuk meraih tiket ke final berusaha keras menciptakan peluang. Usaha mereka membuahkan hasil setelah Jordi Alba menaklukkan Lopez pada menit ke-88. Alba yang menguasai umpan Iniesta berhasil merangsek ke dalam kotak penalti dan menyarangkan bola di sisi kiri gawang Lopez. Itu menjadi satu-satunya gol yang diciptakan Barca pada pertandingan ini. Madrid berhasil menutup dengan skor 3-1. Di babak final, Madrid akan berhadapan dengan Atletico Madrid atau Sevilla.

Komentar