Madrid Juara Piala Super Europa Kalah MU

Penulis: Darmansyah

Rabu, 9 Agustus 2017 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Real Madrid menang dua gol berbanding satu  atas Manchester United berkat gol Casemiro dan Isco.

Adapun gol Man United dicetak oleh Romelu Lukaku.

Berdasarkan catatan UEFA, Real Madrid memang tampil lebih mendominasi dengan memimpin penguasaan bola.

Dari segi peluang, Los Blancos memiliki enam belas, sedangkan Manchester United mempunyai tiga belas kesempatan.

Casemiro benar-benar memecahkan kebuntuan pasukan Zinedine Zidane. Menerima umpan lambung dari Daniel Carvajal, Casemiro menyambut bola di kotak penalti dengan melepaskan tendangan kaki kiri yang terukur.

Real Madrid menambah keunggulan menjadi dua  gol melalui Isco. Melakukan aksi satu-dua dengan Bale, Isco dengan mudah mengecoh De Gea dari jarak dekat.

Tersengat dengan gempuran sang juara bertahan Liga Champions, anak-anak asuh Jose Mourinho mencoba keluar dari tekanan.

Hasilnya, Man United mampu menceploskan gol memanfaatkan bola liar dari tendangan Nemanja Matic dari luar kotak dua belas pas, Romelu Lukaku dengan tenang menyontek si kulit bulat.

Manajer Manchester United Jose Mourinho tak bisa menerima kemenangan ini dan melayangkan kritik terhadap gol pembuka Real Madrid yang dicetak Casemiro.

Gol gelandang asal Brasil itu dianggap tidak sah karena berada dalam posisi offside.

Casemiro dianggap sudah dalam posisi offside sebelum Dani Carvajal meneruskan umpan kepadanya. Namun, wasit tetap mengesahkan gol tersebut

Gol kontroversial Casemiro diangap Mou sangat menentukan hasil pertandingan. Gelar juara pun bisa berpindah tangan jika laga dilanjutkan ke babak tambahan.

“Saya rasa kami sudah bermain dengan baik. Kami kalah 1-2, selisih satu gol membuktikan bahwa pertandingan tadi memang ketat dan salah satu gol mereka juga offside,” kata Mourinho seperti dikutip BBC Sports.

“Dengan bantuan VAR (Video Assistant Referee) yang bagus, pertandingan tadi harusnya berakhir 1-1 dan berlanjut ke extra time,” sambungnya.

Pria asal Portugal itu menilai laga kedua tim berjalan imbang. Madrid menguasai jalannya pertandingan di babak pertama, sedangkan babak kedua menjadi milik ManUtd.

Namun, kekalahan di Piala Super Eropa menjadi pelajaran berharga bagi Mourinho untuk terus mengevaluasi skuatnya menjelang kompetisi.

“Kami bermain melawan tim yang dihuni pemain luar biasa dan kami mendiskusikan hasilnya sampai nyaris selesai, belum berakhir tampi hampir selesai.”

Keberhasilan Real Madrid memenangi trofi Piala Super Eropa membuat mereka makin layak dinobatkan sebagai klub terbaik saat ini.

Trofi tersebut makin menegaskan dominasi Los Blancos era Zinedine Zidane.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku senang melihat permainan timnya kedua.

Secara keseluruhan ia puas dengan kualitas permainan yang ditunjukkan para pemain Real Madrid sepanjang pertandingan.

“Kami memiliki banyak kualitas di dalam tim dan dengan kerja keras, kami akan mampu meraih banyak hal. Mereka adalah tim yang lapar kemenangan dan selalu menginginkan lebih,” ucap Zidane.

“Permainan tim pada hari ini hampir sempurna. Babak pertama kami spektakuler dan sedikit kesulitan pada babak kedua. Namun, ini adalah partai final dan hal-hal seperti itu sering kali terjadi,” tambahnya.

Bagi Real Madrid, keberhasilan ini membuat mereka meraih gelar keempat Piala Super Eropa atau yang kedua secara beruntun.

Tahun lalu Real Madrid mengangkat trofi ini setelah mengalahkan rivalnya di La Liga, Sevilla.

Sedangkan bagi Man United, hasil ini adalah kegagalan ketiga secara berturut-turut untuk meraih gelar kedua pada ajang tersebut.

Pada laga tersebut, Real Madrid  memakai seragam kedua mereka yang berwarna hitam-hitam, sedangkan Manchester United akan mengenakan seragam kebanggaan mereka yang berwarna merah-putih.

Keputusan ini diambil oleh UEFA setelah melakukan technical meeting dengan pihak Real Madrid dan Manchester United di Skopje.

Meski tidak mengenakan seragam utama mereka, yang berwarna putih-putih, Real Madrid tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Los Merengues tidak memiliki tren buruk saat mengenakan seragam tandang.

Terakhir kali  Real Madrid mengenakan seragam hitam-hitam ini justru berakhir naas. Tim arahan pelatih Zinedine Zidane itu dihancurkan Manchester City dengan di International Champions Cup .

Bagi Real Madrid, ini adalah kali pertama bagi mereka mengenakan seragam tandang di Piala Super Eropa.

Dari lima laga yang pernah dimainkan Los Merengues, semuanya dilakoni dengan mengenakan seragam putih dan hanya tiga di antaranya yang berhasil dimenangi.

Di sisi lain, Man United juga menjuarai Liga Europa  dengan mengenakan seragam biru. Kini, Setan Merah harus mengenakan seragam seragam utama, merah.

Akan tetapi, seragam utama sangat penting bagi Man United di level teratas.

Pasalnya, setiap kali lolos ke final Liga Champions, tim arahan Manajer Jose Mourinho itu tidak pernah bisa menjadi juara ketika mengenakan seragam tandang.

Komentar