Lupakan Pertemanan Mou, Ini Laga Gengsi

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 Februari 2013 | 14:38 WIB

Dibaca: 0 kali

* Fergie: Kami Harus Menang di Barnebeu

“LUPAKAN pertemanan,” judul  surakabar terbitan Madrid, “Marca,” dalam edisi terbarunya, Senin, menyongsong pertandingan “sudden death” leg pertama 16 Besar laga Liga Champions di Santiago Barnebeu, Kamis dinihari WIB, antara “El Real” melawan Manchester “Red Devilss” United.

“Marca,” sepertinya, ingin mengingatkan pertemanan Jose Mourinho  dengan Alex Ferguson jangan dijadikan alasan untuk menjadikan  pertandingan ini sebagai  ajang “persahabatan.” Pertandingan di Barnebeu adalah pertaruhan  “gengsi” dua kutub sepakbola dunia. Pertaruhan dua liga paling menjulang. Dan pertaruhan dari dua klub kaya dari pola permainan yang  berbeda.

Madrid, dengan atau tanpa Mourinho, adalah personafikasi latin yang mengedepankan individual  dalam sebuah belanga “espanola”  majemuk. Personifikasi tim yang mengedepankan serangan terencana dengan umpan pendek yang mendorong pergerakan semua lini dalam sebuah  kerangka besar, mencetak gol sebanyak-banyaknya. Itulah “magis” Madrid yang menjadikan mereka meraih sembilan kali trofi Champions.

Madrid, boleh saja diramu lewat kejeniusan Mourinho yang tidak hanya pintar menekuk permainan lawan, tapi juga sebuah “raksasa” yang pernah mementori gaya sepakbola versi Puskas, Zidane atau pun, kini Ronaldo. Mereka boleh mengatakan, saya yang terbaik secara personal. Tapi Madrid sudah merintis kehebatan itu sebelum semuanya hadir.

Mourinho, dan Madrid, hari-hari menjelang pertandingan dengan MU memang bukan sebuah entitas “raksasa” yang menakutkan. Terdepak dari persaingan La Liga lewat “superioritas” Barca dan diejek dengan penampilan “under form” ketika laga “clasico” dua pekan lalu, memang sebuah beban bagi Mou.

Madrid, ketika menghadapi “Setan Merah” di Barnebue yang magi situ,  bukanlah klub “number one” di Espana. Klub ibukota itu sudah terdepak oleh penyakit carut marut dari dakwa dakwi antara pemain dengan pelatih dan antara pelatih dengan “madridista.”  Bahkan potret perkelahian elite Madrid dengan media yang menghunjamkan pemberitaan buruk tentang nasib klub paling kaya itu.

Dengan kondisi itu, banyak orang yang tidak percaya Madrid akan mampu mengatasi Robin van Persie, Wayne Ronney, Hernandez dan Ria Ferdinand di Barnebeu.  Kekhawatiran dari tumpukan masalah yang “non” lapangan. Tumpukan masalah yang mendegradasikan posisi Mou di Barnebeu dengan spekulasi yang tiap hari mendatanginya.

MU, yang datang ke Barnebue, sepertinya pula, ingin mengatakan,”kami bukan tim papan bawah. Kami datang dengan mental juara.” Mental yang dikemas usai laga melawan Everton yang membuat selisih angka di klasemen liga dengan City sudah dua belas. Mental dari sebuah tim yang kini sedang menapaki jalan lurus ke trofi Premier Legua. Itulah MU.

Klub yang sudah menuntas rotasi di pengujung kompetisi dengan menyegarkan semua pemainnya untuk satu kata,”menang.”  Seperti, dikatakan, Whisley Hampton, spesialis analisis pra pertandingan,”MU kini ditumpangi oleh pemain keduabelas. Pemain yang bernama fighting.

Menjawabn tantangan itu , pelatih Real Madrid Jose Mourinho menyatakan seluruh dunia sudah tak sabar menunggu bigmatch antara timnya melawan Manchester United di Liga Champions, untuk membuktikan siapa yang paling perkasa di antara keduanya. Keperkasaan di lapangan.
“Pertandingan itu sudah dinantikan di seantero dunia,” tegasnya kepada MUTV, seusai menyaksikan aksi MU menumpas Everton 2-0 di Stadion Old Trafford, Minggu (10/2/2013).
“Dunia tak menunggu partai selain itu di Liga Champions, jadi aku berharap kami dapat memberikan apa yang sudah ditunggu oleh seluruh orang di dunia,” papar The Special One.
MU akan bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu dalam laga perdana 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2/2013).Sudah jadi rahasia umum antara Mourinho dan Sir Alex Ferguson memiliki hubungan yang baik.”Saya merasa diistimewakan, karena ia salah satu orang penting dalam dunia sepak bola dan lebih penting lagi, ia pribadi yang baik,” sanjung eks pelatih FC Porto, Chelsea, dan Inter Milan itu.”Seharusnya Rabu besok akan menjadi pertandingan fantastis. Saya berharap menurunkan pemain yang saya inginkan (melawan Madrid),” katanya yang disitir Goal.

Itulah bukti rivalitas antara Ferguson dan Mourinho tak mengurangi keharmonisan keduanya di luar lapangan. “Hubungan saya dengannya selalu fantastis dan saya selalu membanggakannya. Kami telah bertanding dalam begitu banyak laga, dimulai dari laga Porto. Berlanjut dengan Chelsea, Inter, dan sekarang Real. Dalam semua klub itu, saya selalu bertemu dengan Manchester United dan Sir Alex,” cetus Mourinho.
Apakah Anda berambisi menang kali ini? “Tentu saja, saya ingin memenanginya dan demikian juga dengannya (Ferguson), tetapi saya percaya tim yang kalah memiliki sedikit perasaan untuk merasa sedikit berbahagia, karena jalinan pertemanan itu. Tetapi, saya ingin menang,” tegas pria berusia 50 tahun tersebut.

Sementara itu, kapten Manchester United, Nemanja Vidic, meminta timnya tampil solid saat tampil pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada 13 Februari 2013.

Lini pertahanan MU dinilai sejumlah kalangan cukup rapuh. Sebagai penguasa klasemen sementara Premier League, Setan Merah telah kebobolan 31 gol sepanjang musim. Lebih banyak ketimbang tim-tim lain yang berada dalam koridor enam besar.

Dengan memperkuat lini pertahanan, Vidic mengaku yakin hal tersebut bisa menjadi kunci timnya lolos ke babak perempat final. “Kami harus tampil menyatu sebagai tim di sana. Kami harus dapat melakukannya dan tidak kebobolan banyak gol pada leg pertama,” tutur Vidic kepada FourFourTwo, Kamis (7/2/2013).
“Anda harus solid sebagai tim. Bukan hanya di lini pertahanan, melainkan secara keseluruhan. Kami punya skuad berjumlah besar dan juga pemain muda yang berpengalaman yang bisa membantu tim,” sambung kapten timnas Serbia tersebut.

Tidak kalah dari Vidic, penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan, timnya lebih baik daripada klub lamanya, Manchester United. Karena itu, ia yakin Madrid akan mampu mengatasi perlawanan MU di babak 16 besar Liga Champions.
“Aku yakin sesuatu akan berjalan dengan baik. Menurutku, Real Madrid memiliki tim yang lebih baik. Namun, kami harus menunjukkan hal itu di lapangan karena United adalah tim yang sangat kompak dan selalu begitu dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Ronaldo.
Ia memperkuat MU pada 2003 sampai 2009. Pertemuan Madrid dengan MU akan menjadi kesempatan emosional buatnya. Ronaldo sendiri mengaku sudah tak sabar untuk melawan MU, terutama saat bertandang ke Old Trafford, yang akan digelar pada 5 Maret nanti. Sementara leg pertama di Santiago Bernabeu digelar pada 13 Februari.
“Mereka tim yang selalu bermain bagus. Setiap tahun mereka di papan atas, maka menjadi tim yang sangat kami hormati. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, terutama kala main di Manchester,” terang Ronaldo kepada majalah resmi UEFA.
“Pertandingan di Old Trafford akan menjadi laga di mana aku akan merasakan banyak hal. Sudah enam tahun aku di sana. Aku memiliki banyak teman di sana. Ini akan menjadi pertandingan yang

Ronaldo akan bermain di Old Trafford pada 5 Maret. Ia membela Madrid melawan Manchester United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Adapun leg pertama akan digelar di Stadion Santiago Bernabeu pada 13 Februari nanti.
“Ketika undian diumumkan, aku sedang berlatih dan sudah memiliki perasaan bahwa kami akan pergi ke Manchester United. Ketika undian sudah diumumkan, aku sangat bahagia. Tentu, ini akan menjadi pertandingan berat. Madrid dan United adalah dua klub terbesar di dunia dan peluangnya 50-50,” ungkap Ronaldo kepada The Sun.
“Tapi, bagiku, ini akan menyenangkan, sangat menyenangkan. Tentu, aku tahu akan ada banyak perhatian tertuju kepadaku. Namun, bagiku tak ada tekanan. Tak ada tekanan sama sekali. Ini hanya pertandingan sepak bola lawan mantan klub. Aku tak menganggapnya sebagai perang. Aku akan pulang dan sudah tak sabar menunggu kesempatan itu,” ujarnya.
MU memang menjadi kenangan indah buatnya. Bersama klub itu, dia menemukan kebesarannya sebagai pemain bola dan sudah meraih segalanya.”Manchester adalah rumahku dan klub itu masih ada di hatiku. Aku mencintainya. Sebab, ketika Anda diperlakukan dengan sangat baik, Anda pasti tak pernah melupakannya. Aku pun takkan melupakan United, juga orang-orang yang bekerja di sana, juga para suporternya. Makanya, aku bahagia akan kembali ke Manchester,” ujarnya.
“Aku akan melihat rumah lamaku dan bertemu rekan-rekanku di Manchester. Mereka tak ubahnya keluarga bagiku. Ini akan menyenangkan dan menjadi sesuatu yang hebat,” tutupnya.

 

Komentar