Louis Van Gaal Belum Sepenuhnya Pensiun

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Januari 2017 | 08:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Kamis pagi WIB, “the mirror,” media paling terkenal di Inggris kembali menurunkan tulisan panjang tentang Louis van Gaal yang memutuskan “pensiun” dari kepelatihan setelah klub Spanyol, Valencia, dan sebuah klub di Cina menawarkan tempat dan gaji besar kepadanya.

“Saya memutuskan untuk istirahat dari kepelatihan. Saya belum memikirkan untuk kembali ke lapangan,” tulis van Gaal dalam pernyataan terbarunya di akun pribadinya.

Pernyataan ini, seperti ditulis “mirror,” menimbulkan spekulasi apakah Gaal benar-benar pensiun “habis” dari sepakbola.

“Masih ada pertanyaan yang tersisa dari pernyataan itu,” tulis “mirror.”

Sebelum pernyataan ini, van Gaal sempat membuat kritik keras kepada media Inggris yang “menyerang” dirinya selama berada di Old Trafford.

Gaal  kala itu adalah pelatih  MU selama dua tahun.

Ia sukses menyumbangkan gelar Piala FA di tahun terakhirnya.

“Memenangi Piala FA dengan MU adalah prestasi terbesar saya,” kata Van Gaal kepada De Telegraaf.

“Saya menghabiskan enam bulan terakhir dari waktu saya di sana dengan kerja keras dan penuh kritikan. Media Inggris bertanggung jawab untuk itu.”

“Tekanannya tidak manusiawi. Saya harus tetap setia pada filosofi saya dan terus memotivasi pemain. Ketika Anda masih bisa memenangi Piala FA di bawah tekanan seperti itu, Anda bangga akan hal tersebut,” kata dia.

Van Gaal sebenarnya punya segudang prestasi. Ia juara La Liga bersama Barcelona, Bundesliga bersama Bayern Munich, Liga Belanda bersama Ajax Amsterdam dan AZ Alkmaar. Van Gaal bahkan sukses menjuarai Liga Champions bersama Ajax.

Namun begitu, menjuarai Piala FA terasa paling spesial karena ia dalam tekanan yang begitu kuat.

“Kami kehilangan seorang pemain karena kartu merah di final dan bermain dengan 10 orang di waktu tambahan. Ini membuat Piala FA trofi yang fantastis bagi saya. Kami menghadapi begitu banyak kesulitan,” Van Gaal mengakhiri.

Meski juara, Van Gaal akhirnya lengser dari kursi Manajer MU.

Ia digantikan Jose Mourinho yang dulu pernah jadi asistennya di Barcelona.

Van Gaal meneken kontrak dengan durasi tiga musim.

Sebetulnya dia sudah ingin pensiun usai melatih timnas Belanda di Piala Dunia namun tawaran untuk menukangi MU datang dan tak bisa dia tolak.

“Dalam enam bulan terakhir itu di United, situasinya begitu sulit. Itulah kenapa trofi yang saya menangkan, Piala FA, saya anggap trofi terbesar dalam karier saya,” tutur Van

“Ibaratnya saat mereka meletakkanmu di atas panggung dengan balok di kelapamu, kepala saya itu terperangkap dalam enam bulan,” katanya.

Piala FA bagi mantan pelatih Barcelona tersebut adalah buah kerja kerasnya terus menginpirasi para pemain MU.

“Setelah melewati semua itu, saya pun pergi dengan sebuah trofi. Itu luar biasa bagi saya,” katanya.

Sebelumnya, Van Gaal bersikeras pekerjaannya di Old Trafford akan menjadi yang terakhir di dunia sepak bola. Dia pun berharap bisa menyelesaikan kontraknya bersama MU sebelum pensiun.

Tapi, seperti dilansir The Sun, Minggu (29/5/2016), Van Gaal kemungkinan tidak akan segera mengakhiri kariernya di sepak bola, karena didorong ingin ‘balas dendam’ setelah diperlakukan seperti itu oleh MU.

Media itu menyebut Van Gaal bersedia untuk mempertimbangkan pekerjaan lain di sepak bola internasional.

Van Gaal memang marah dan kecewa dengan perlakuan MU.

Bahkan, istrinya, Truus, mengatakan kepada BBC bahwa pemecatan hanya beberapa menit setelah MU meraih Piala FA.

Sebuah sumber mengatakan kepada The Sun: “Dia telah mendengar semuanya selama musim itu, tapi kenyataannya dia tetap masih manajer dan kemudian memenangkan Piala FA.”

“Di Wembley ia masih belum memiliki kata resmi tentang masa depannya. Tapi ketika ia berbicara dengan Ed Woodward, ia tahu itu berakhir.”

Pemecatan Van Gaal dilakukan lewat rapat yang digelar di Carrington, Inggris, Senin pagi waktu setempat. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil CEO Manchester United, Ed Woodward.

Di MU, sebenarnya, Van Gaal  masih menyisakan kontrak selama dua belas bulan lagi. Namun menurunnya performa MU selama ditanganinya membuat manajemen tidak punya pilihan selain mendepaknya.

“Saya sangat kecewa tidak bisa menuntaskan rencana tiga tahun saya,” kata Van Gaal. “Saya percaya fondasi berada di tempatnya untuk membangun klub ini dan meraih sukses ke depannya.”

Komentar