Klopp Berang Liverpool Out di Piala Liga

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 September 2017 | 08:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Juergen Klopp, pelatih Liverpool meradang usai timnya dikalahkan Southampton satu gol dan   tersingkir dari semifinal Piala Liga Inggris pada  laga leg kedua, Rabu dinihari WIB, 20 September.

Dengan nada getir Klopp  mengucapkan selamat pada Southampton yang melaju ke final.

Liverpool kalah agregat dua gol. Dan pada leg pertama  The Reds menyerah juga menyerah satu gol dari The Saints.

“Kami seharusnya bisa bertahan lebih baik saat menghadapi dua serangan balik, tapi di babak kedua kami melakukannya jauh lebih baik,” ujar Klopp, seperti dilansir Liverpool Echo.

“Kami menciptakan dua peluang yang luar biasa dan kami biasanya mencetak gol dalam situasi itu, tapi kami tidak. Kami tersingkir dan kami harus menerima itu,” jelasnya.

Pelatih asal Jerman ini tidak melihat ada yang salah dengan performa anak-anak asuhannya. Menurut Klopp, Liverpool tetap menciptakan peluang, tetapi pada akhirnya timnya memang tidak bisa mencetak gol.

“Saya baik-baik saja dengan kinerja tim. Tapi dalam Piala Liga, saya ingin bicara tentang rencana ke final, tidak berbicara tentang kinerja tim,” beber pelatih berusia 49 tahun ini.

“Tujuh puluh hingga delapan  persen dari laga seperti ini untuk kami, karena pertahanan yang jebol, tapi kami bukan satu-satunya tim di dunia yang melakukan hal ini,” papar Klopp.

Manajer asal Jerman tersebut  juga mengaku telah mengasah kemampuan lini belakang Liverpool dalam setiap latihan.

“Performa kami oke. Kami tak meraih poin yang kami inginkan, tak meraih hasil yang kami dambakan,” katanya. “Tak masalah, begitulah adanya.”

“Kami tahu apa yang ingin kami lakukan, apa yang harus kami lakukan, dan kami tahu permainan sepak bola apa yang ingin kami mainkan,” ucap Klopp.

“Jadi itu semua bagus. Tapi tentu saja kami kecewa telah tersingkir.”

Menurut Klopp, memang tidak semua permainan bagus bisa berujung pada kemenangan. Namun penampilan Liverpool malam itu, menurut dia, adalah performa yang bagus dalam keadaan yang sulit.

Klopp juga menyinggung angin sebagai salah faktor yang menyulitkan timnya. Menurut dia, kondisi berangin itu lebih menguntungkan Southampton, yang menerapkan strategi bertahan dan serangan balik.

“Babak pertama sulit. Saya tak tahu, bila Anda merasakannya, angin di sini sangat aneh,” ujar Klopp. “Sangat sulit dihadapi. Anda melihat satu atau dua kali bola tiba-tiba berhenti dan tak ada yang tahu kenapa. Ini menyulitkan bagi kami, jelas sekali.”

“Kami melakukannya setiap saat. Bertahan adalah hal yang berbeda, bertahan bersama-sama dan bertahan secara individu, ini adalah situasi satu lawan satu, ini adalah situasi dua lawan satu,” ucap Klopp usai laga kepada situs resmi Liverpool.

“Saya tidak berpikir para lawan banyak menembak melawan kami, saya tahu mereka tidak melakukan hal itu, mereka tidak memiliki banyak situasi untuk melakukan penyelesaian akhir.”

“Kami bertahan dengan sangat baik dalam banyak momen. Kami tahu bagaimana cara bertahan ketika situasi bola mati, lemparan ke dalam dan kemudian Anda berubah dua atau tiga kali dan akhirnya, itu tidak bekerja.”

Eks pelatih Borussia Dortmund itu menambahkan bahwa kebobolan lebih dulu selalu mempersulit tim. Padahal, Liverpool mampu menciptakan banyak peluang.

“Saya merasa sangat buruk saat ini. Tentu saja ini bukan tentang tidak mengetahui bagaimana melakukannya pada situasi tersebut, tetapi berat ketika berhadapan dengan situasi kebobolan lebih dulu setalah bermain baik pada babak pertama,” ungkap pria lima puluh tahun tersebut.

“Namun kami harus seperti ini, kami mampu membuat tujuh atau delapan peluang dan kami masih bisa bermain sepak bola. Itu keren dan bagus, tetapi selama Anda mengalami kebobolan seperti ini, hidup benar-benar terasa sulit.”

Kekalahan ini membuat Liverpool harus melupakan impian merengkuh gelar Piala Liga Inggris karena mereka sudah tersingkir.

Dengan demikian, The Reds tinggal mengalihkan fokus pada ajang Premier League dan Liga Champions.

Akhir pekan ini, Liverpool kembali mendapat lawan yang sama dan duel pun akan terjadi di tempat yang sama pula.

Pasukan Juergen Klopp akan berstatus tamu ketika melawan Leicester pada pekan keenam Premier League

Komentar