Liverpool “Berantakan” Tanpa Gerrard

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Januari 2015 | 08:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Liverpool yang akan ditinggalkan Steven Gerrard, musim depan, diprediksi akan “berantakan” karena ketiadaan sosok pemandu yang selama tujuh belas tahun menjadi “ikon” di Anfield.

Salah satu yang mengkhawatirkan kondisi Liverpool tanpa Gerrard adalah mantan kiper The Reds, Bruce Grobbelaar. Bahkan ia menyebut, jika Liverpool akan “punah” jika ditinggal oleh Stevie G, sapaan akrab Steven Gerrard.

Bagi Grobbelaar, yang bergabung dengan The Reds di medio yang sangat panjang, Gerrard sudah menjadi “ikon” tim sehingga bisa menimbulkan karut-marut di awal kepergiannya.

“Saya dan banyak mantan pemain Liverpool lainnya terkejut jika Fenway Sports Group, pemilik Liverpool, dan manajemen tidak ingin Steven Gerrard tetap bertahan hingga akhir kariernya.”

“ Jika saya bagian manajemen, saya akan memberikannya satu pekan bermain dan satu pekan libur. Dia tetap seorang pemimpin dan kami masih membutuhkannya. Liverpool masih sangat bergantung padanya,” kata Grobbelaar seperti dilansir Talksports, Rabu, 07 Januari 2015.

“Siapa yang akan memimpin tim ini? Jika kalian tidak memiliki orang seperti Gerrard, mungkin klub akan berantakan,”sambungnya.

Musim depan Liverpool akan ditinggal sang kapten Steven Gerrard. Dengan Gerrard kini masih berperan amat besar, Liverpool diprediksi akan kacau jika tak punya pengganti sepadan.

Kontrak Gerrard dengan Liverpool akan habis di musim panas dan pemain tiga puluh empat tahun itu sudah mengonfirmasi bakal berpisah dengan klub yang sudah ia perkuat semasa masih jadi pemain akademi pada umur sembilan tahun.

Salah satu bukti peranan Gerrard itu adalah lewat dua golnya dalam kemenangan dua golnya atas Wimbledon, yang meloloskan Liverpool ke babak keempat Piala FA, Selasa, 06 Januari 2015 dinihari WIB kemarin.

Tidak hanya Grobbelaar, yang khawatir dengan kepergian Gerrard. Bek The Reds asal Slovakia, Martin Skrtel mengaku merasakan hal yang berbeda di tubuh timnya ketika Gerrard mengumumkan kepergiannya.

Bek Liverpool itu tak bisa membayangkan bagaimana jadinya Liverpool tanpa dibela pemain berkharisma tinggi seperti Gerrard.

“Jujur saya sangat terkejut. Dia telah di sini dalam waktu yang lama dan ketika dia tidak berada di sini lagi musim panas nanti, pasti akan ada perbedaan di dalamnya. Sangat sulit membangun tim tanpa keberadaannya,” jelasnya seperti mengutip “Liverpool Echo.”

“Dia pemain yang luar biasa. Kami akan merindukan masa-masa saat di dalam maupun luar lapangan. Tak akan ada yang bisa menggantikan dirinya,” urainya.

Steven Gerrard menolak kontrak baru yang ditawarkan oleh Liverpool. Seandainya kontrak baru tersebut ditawarkan lebih cepat, Liverpool tak akan mendapatkan penolakan dari sang kapten.

Musim ini menjadi musim terakhir Gerrard dalam seragam Liverpool

Liverpool bukannya tak menawarkan kontrak baru kepada Gerrard. Mereka telah melakukan hal tersebut pada akhir November silam. Tawaran dari Liverpool adalah perpanjangan kontrak selama satu musim.

Akan tetapi, Gerrard menolaknya. Dia memilih untuk pergi dari klub yang sudah dia bela sejak umur sembila tahun. Setelah musim ini berakhir, dia akan berkarier di Major League Soccer di Amerika Serikat.

Kalau saja Liverpool mengajukan tawaran kontrak baru lebih cepat, misalnya sebelum musim ini dimulai, Gerrard pasti akan menerimanya.

“Ya, kalau kontrak disodorkan kepada saya di pramusim, saya akan menandatanganinya,” ujar Gerrard dalam wawancaranya dengan Liverpool Echo.

“Saya pensiun dari timnas Inggris demi mencurahkan semua tenaga saya untuk Liverpool,” tambahnya.

“Catatan cedera saya sangat baik dalam dua setengah tahun terakhir dan dari sudut pandang pribadi musim lalu saya menjalani musim yang bagus,” kata Gerrard.

Hal lain yang memantapkan Gerrard untuk meninggalkan Anfield adalah waktu bermainnya yang mulai dikurangi oleh manajer Brendan Rodgers. Dia beberapa kali jadi cadangan meski berada dalam kondisi fit.

“Periode antara musim panas sampai akhir November memberi saya waktu untuk berpikir,” ujar Gerrard.

“Tak ada yang perlu disalahkan dan saya tak marah soal itu. Ada orang-orang lain di skuat dan klub juga punya hal lain untuk dipikirkan,” katanya.

“Saya tak menyalahkan manajer atau siapapun di klub,” tegas ayah tiga anak ini.

Komentar