“Live Streaming” Juve v Barca di Liputan6

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 Mei 2015 | 11:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Untuk memberi tontonan menarik bagi penggemar sepakbola di Indonesia, “Liputan6,” jaringan televisi milik “SCTV,” akan menyiarkan langsung siaran pertandingan final Liga Champions, antara Barcelona melawan Juventus, yang dihelat pada Senin dinihari WIB, 07 Juni, di Olympiastadion, Berlin.

“Liputan6” akan memberikan kepuasan kepada publik lewat siaran langsung “live streaming” an dengan begitu penonton bisa menikmatinya sambil bergerak.

Kabar baik lainnya untuk Barcelona dan Juve diperoleh dari UEFA yang memperkenankan kedua tim memakai jersey utamanya dalam final Liga pada awal Juni mendatang.

Untuk laga final Liga Champions 2014/2015, UEFA sudah menetapkan kalau Juventus akan bertindak sebagai tuan rumah sementara Barcelona menjadi tim tamu.

Karena jadi tuan rumah, Juventus berhak memakai jersey utama mereka yang berwarna hitam dan putih dalam corak garis vertikal.

Meski bertindak sebagai ‘tamu’ Barcelona ternyata tidak harus memakai seragam kedua mereka.

Karena warna jersey utama kedua tim sangat kontras, UEFA sudah mengizinkan Lionel Messi dkk tampil dengan seragam utamanya yakni biru-merah dalam corak garis vertikal. Demikian dikutip dari Marca.

Sejak Liga Champions berubah format di tahun 1992, Barcelona sudah maju empat kali ke final.

Di seluruh laga tersebut Barca selalu tampil dengan seragam utamanya dan menjadi juara di tahun 2006, 2009 dan 2011. Satu-satunya kegagalan jadi juara adalah di tahun 1994 ketika kalah dari AC Milan.

Sementara di tahun 1992 Barca jadi juara Piala Champions dengan memakai seragam oranye, di mana mereka mengalahkan Sampdoria dengan .

Di tahun 1986 Barcelona kalah dari Steaua București di final saat memakai seragam biru, sementara di 1961 Barca tunduk di tangan Benfica dalam seragam utama mereka.

Untuk Juventus, final terakhir Liga Champions mereka adalah di tahun 2003.

Tampil dengan seragam putih-hitam ketika itu, Bianconeri kalah adu penalti oleh AC Milan. Di tahun 1996 Juventus justru jadi juara saat memakai jersey berwarna biru, mereka mengalahkan Ajax Amsterdam juga lewat penalti.

Prediksi terhadap laga itu mulai menjadi perhatian pengamat dan mantan pemain. Hristo Stoichkov mendukung mantan klubnya, Barcelona, untuk menjadi juara Liga Champions musim ini.

Stoichkov yakin Blaugrana akan mengalahkan Juventus dengan selisih paling tidak dua gol.

Mantan pemain Barcelona, Hristo Stoichkov memberikan prediksi terkait laga mantan timnya itu melawan Juventus di final Liga Champions 7 Juni mendatang. Pria yang juga legenda Bulgaria itu mengaku yakin Barcelona bisa libas Juventus.

Tak tanggung-tanggung, Stoichkov memprediksi jika Barcelona bakal menangdua gol tanpa balas atas Juventus di laga yang berlangsung di Olimpiastadion Berlin tersebut.

Legenda Bulgaria itu punya alasan mengapa memprediksi hasil seperti itu.

“Barca akan menang karena mereka lebih berbakat ketimbang Juventus,” ujarnya seperti dikutip Goal.

Stoichkov, yang pernah membawa Barcelona juara pada dua puluh tiga tahun lalu, juga memuji Luis Enrique. Dia menilai mantan rekannya di Barcelona itu sangat cocok dengan Barcelona.

“Dia punya visi yang sangat jelas, dia pelatih tepat untuk Barcelona. Meski dia sempat terpengaruh dengan kepergian direktur sport Andoni Zubizaretta,” sambungnya.

“Dia punya kelebihan saat mengomandoi pemain. Dia punya karakter dan dia juga pernah berjaya saat menjadi pemain.”

Dia tak setuju jika Lionel Messi menjadi satu-satunya pahlawan di Barcelona. Bahkan, dia juga tak sepakat jika trio MSN berperan besar atas kesuksesan Barcelona.

Stoichkov menilai kesuksesan Barcelona ditentukan oleh semua pemain.

“Dia pemain spesial dan bakal menjadi yang terbaik. Di belakang Messi, Suarez dan Neymar ada 8 pemain bagus lain yang membuat tim ini sukses,” tuturnya.

Mantan pelatih timnas Bulgaria ini mengaku heran karena Real Madrid berniat untuk memecat Carlo Ancelotti.

“Ancelotti pelatih bagus. Dia bakal bertahan di Madrid jika tak ada yang aneh-aneh terjadi,” pungkasnya.

Barca selangkah lagi akan merebut trofi Liga Champions kelimanya. Mereka akan bertemu Juve di Berlin pada pertandingan final.

Melihat materi pemain yang dimiliki kedua tim, Stoichkov yakin Barca akan keluar sebagai pemenang. Dia bahkan memprediksi kemungkinan skor akhirnya.

“Barcelona akan mengalahkan Juventus dengan selisih paling tidak dua gol karena semua pengorbanan yang sudah mereka lakukan sepanjang musim dan karena mereka punya lebih banyak talenta,” ujar Stoichkov kepada Onda Cero.

“Mereka juga memiliki Lionel Messi, yang sangat luar biasa dan seseorang yang akan selalu menjadi salah satu yang terbaik,” tambah mantan bintang timnas Bulgaria itu.

Sementara itu, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, ingin timnya menjalani final Liga Champions dalam kondisi puncak. Oleh karena itu, dia akan memastikan Juve tak kehilangan momentum.

“Saya pikir dari hari ini sampai 6 Juni kami punya laga besok (melawan Lazio), Napoli, dan terakhir melawan Verona. Kami tak bisa beristirahat sepanjang waktu menjelang final,” tutur Allegri di Football Italia.

“Para pemain perlu bekerja dan berlatih agar mencapai laga nanti dalam kondisi puncak. Pokoknya, kami akan memikirkan soal itu setelah final Coppa,” katanya.

Gelandang e Juventus, Giorgio Chiellini tak ingin terburu-buru memikirkan final Liga Champions. Dia mengaku tengah menikmati euforia usai Juve sukses meraih trofi Coppa Italia yang sudah dinanti selama dua puluh tahun.

“Masih ada beberapa waktu menuju Berlin. Sekarang kami ingin menikmati trofi ini Coppa Italia bersama fans karena kami layak mendapatkannya,” kata Chiellini dikabarkan Football-Italia.

“Juventus belum meraih gelar juara Coppa Italia sejak dua puluh tahun. Karena itu kami sangat menginginkan trofi ini. Tim ini juga memiliki motivasi tinggi. Kami saling membantu untuk membawa tim menjadi lebih baik lagi,” terangnya.

“Kami berada dalam performa baik untuk menghadapi situasi sulit seperti ini. Kami bermain dengan sangat baik dengan tidak memberi kesempatan kepada lawan. Tim juga diisi dengan pemain yang bisa mengubah permainan,” tutupnya.

football italia, marca, sky sports dan mirror

Komentar