Lionel Messi Hijrah ke Manchester City?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 November 2016 | 09:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Media terkenal Spanyol, “marca,” dalam edisi onlinenya, Selasa, 15 November 2016, memberi kejutan sekaligus menyisakan teka-teki tentang kemungkinan hijrahnya Lionel Messi dari Barca ke Manchester City, bersamaan dengan ditundanya  keputusan untuk perpanjangan kontrak olehnya  di  Nou Cam

Keputusan ini membuat Manchester City smenyiapkan  peluang untuk merekrut Messi.

Kontrak Messi di Barcelona bakal berakhir pada dua tahun mendatang.

Selanjutnya “marca,” menulis,  Manchester City bakal jadi klub dengan kesempatan paling besar untuk merekrut Messi bila ia berniat pergi dari Barcelona.

Sejumlah media di Spanyol bahkan menyebutkan Messi masih ragu untuk memperpanjang kontrak di klubnya.

Messi dirumorkan sudah menyampaikan keinginannya untuk tidak memperpanjang kontrak

Pihak klub pun mengakui lobinya terhadap Messi untuk memperpanjang kontrak masih belum menemui titik terang.

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu mengakui belum ada kejelasan terkait masa depan Messi di Barca.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, tapi kami akan berusaha menjelaskannya  bahwa ia masih yang terbaik di klub,” tutur Bartomeu.

Sebelumnya, Messi juga sempat menyatakan keinginannya untuk pulang ke negaranya, Argentina dan kembali merumput ke klub pertamanya di Newell’s Old Boys

Lantas kenapa Messi tertarik dengan Manchester City?

Ya, di City ada ‘rasa Barcelona’  diyakini merupakan modal kuat bagi City untuk bisa merekrut Messi.

Dari jajaran staff, ada Pep Guardiola, Txiki Begiristain, dan Ferran Soriano yang semuanya pernah berkarier di Barcelona.

Sebelumnya, Guardiola dikabarkan pernah mengontak Messi dan Neymar meskipun hal itu dibantah secara tegas oleh Guardiola.

Namun di balik bantahan itu, Guardiola juga seolah mengembuskan isu bahwa Messi mungkin menginginkan perubahan.

Guardiola juga yakin bila Messi pergi, maka akan ada 4-6 klub yang akan langsung antusias mengejarya.

“Saya tak menghubungi Messi. Saya ingin Messi mengakhiri kariernya di Barcelona.”

“Namun mungkin dia ingin perubahan, bisa saja untuk sang anak, atau untuk belajar bahasa Inggris dan menjalani kehidupan baru,” ucap Guardiola saat itu.

Berbeda dengan Guardiola, Soriano bahkan lebih berani menyatakan ketertarikan klubnya pada Messi.

“Sangat wajar bila Messi mengakhiri kariernya di Barcelona. Namun bila ia menghubungi kami suatu hari nanti, maka kami akan membukakan pintu untuknya segera,” kata Soriano.

Messi sudah ada di Barcelona sejak usia junior. Ia belajar di akademi La Masia sampai akhirnya promosi ke tim utama pada usia tujuh belas tahun. Sejak itu, Messi terus menjelma jadi sosok vital bagi Barcelona.

Selain spekulasi Messi, pelatih Barcelona, Luis Enrique, juga menjadi sorotan media karena  belum mau memikirkan perpanjangan kontrak

Enrique baru akan mengambil keputusan menjelang kontraknya berakhir, pada akhir musim ini.

Enrique akan menunggu hingga pemenang Liga Spanyol telah dipastikan sebelum memulai langkah selanjutnya.

Seperti ditulis  Sport English, Enrique tidak ingin masalah perpanjangan kontrak jadi bahan perbincangan yang bisa mengganggu konsentrasi anak-anak didiknya.

Ia paham Barcelona ingin tetap mempertahankan jasanya, tapi ia perlu membicarakan dengan orang-orang terdekatnya sebelum mengambil keputusan.

Hingga saat ini, kedua pihak belum pernah bertemu untuk membicarakan kontrak Enrique.

Sport English memperkirakan, salah satu dilema Enrique dalam mengambil keputusan bukan masalah keuangan, tapi bisakah keberhasilannya selama tiga musim melatih berlanjut ke siklus selanjutnya.

Enrique memang memiliki pemain-pemain paling berbakat di dunia dalam skuatnya, tapi jabatan sebagai pelatih Barcelona juga membuatnya sangat kelelahan — hal sama juga terjadi ketika Pep Guardiola memutuskan berhenti dan kemudian mengambil waktu istirahat satu musim.

Beruntung bagi Enrique, Barcelona memahami kondisinya dan tak ingin memaksakan perpanjangan kontrak tersebut.

Satu hal yang diketahui Barcelona adalah Enrique lebih memilih masa perpanjangan kontrak yang singkat, ketimbang mengulang siklus tiga tahunan seperti saat ia mengambil alih dari Tata Martino.

Enrique selalu menegaskan bahwa kontrak jangka pendek membuat kedua pihak merasa lebih nyaman.

Komentar