Liga Inggris Heboh “Bom” di Old Trafford

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Mei 2016 | 09:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Laga Manchester United versus  AFC Bournemouth di Old Trafford  yang batal dilaksanakan, Minggu malam WIB, 15 Mei 2016, akibat sebuah benda mencurigakan yang mirip dengan bom rakitan membuat heboh Inggris.

Polisi Manchester dibantu militer lalu mencoba mengamankan markas tim MU tersebut.

Bahkan, demi keamanan, militer pun menerjunkan alat pengendali ledakan sebelum benda mencurigakan itu diidentifikasi.

Benarkah itu sebuah bom?

Ternyata  setelah diidentifikasi, polisi setempat pun mengonfirmasi itu adalah sekedar alat latihan.

Polisi menyatakan benda itu tak sengaja tertinggal usai satuan pengamanan melakukan latihan di sana pada Rabu lalu. Benda yang semula dicurigai bom itu ditemukan di toilet sektor barat daya stadion.

Akibat hal tersebut, pertandingan yang seharusnya berlangsung Minggu malam WIB pun diundur jadi Selasa, 17 Mei 2016 pukul 20.00 waktu setempat.

Untuk menangani ‘benda mencurigakan tersebut’ polisi melibatkan pula militer Inggris.

“Saya berterima kasih kepada Manchester United dan Bournemouth atas kerja sama dan bantuan hari ini,” kata pejabat tinggi kepolisan setempat seperti dikutip dari The Guardian.

Otoritas Liga Inggris seperti dikutip dari Sky Sports  tetap menggelar laga  itu di Stadion Old Trafford, Manchester.

Sebelumnya Kepolisian Lokal Manchester mengonfirmasi bahwa benda mencurigakan yang ditemukan di sekitar toilet sektor barat daya Stadion Old Traffrod, merupakan bom palsu.

Kepolisian menemukan benda berupa telepon genggam yang direkatkan ke pipa dan diduga sangat identik dengan bom rakitan.

Unit penjinak bom kepolisian Manchester pun langsung mengevakuasi benda tersebut. Tak ingin mengambil risiko lebih besar, penjinak bom kemudian membawanya ke dalam alat peledak terkendali dan meledakkannya untuk melumpuhkan paket mencurigakan tersebut.

Setelah diyakini benar-benar aman, pihak kepolisian melakukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan benda mencurigakan itu.

“Identifikasi penuh saat ini telah disimpulkan dan alat-alat yang ditemukan bukan sungguhan (bom),” demikian pengumuman kepolisian Manchester dari akun jejaring sosial mereka.

Pertandingan antara MU dan Bounemouth yang harusnya dilakukan itu ditunda 45 menit sebelum diputuskan aparat keamanan dihentikan.

Pejabat Kepolisian Kota Manchester John O’Hare mengatakan pihak militer pun dilibatkan untuk mengantisipasi teror tersebut.

“Kami tidak membuat keputusan [membatalkan] pertandingan dengan mudah dan yang kami lakukan hari ini untuk memastikan keselamatan semua yang ada. Saya berterima kasih atas dukungan dan bantuan semuanya,” kata O’Hare seperti dikutip dari BBC Sport.

Seperti dilansir dari The Guardian, paket mencurigakan itu ditemukan petugas keamanan dalam di toilet sektor barat daya stadion.

Paket itu dinilai mencurigakan karena menyerupai bom kontrol jarak jauh. “Sebuah ponsel ditempelkan pada pipa,” kata sumber The Guardian itu.

Akibat hal tersebut, aparat keamanan pun mengevakuasi para suporter yang berada di tribun timur dan utara atau lebih dikenal dengan istilah Sir Alex Ferguson dan Stretford End. Setelah diputuskan dibatalkan, seluruh suporter pun digiring keluar stadion.

Dikutip dari BBC Sport petugas antibom meledakkan paket mencurigakan itu dengan perangkat peledak terkendali .

Sementara itu ketika evakuasi sedang berjalan Wakil Direktur Eksekutif MU Ed Woodward berbicara dengan Direktur Liga Inggris Richard Scudamore mengenai nasib pertandingan MU versus Bournemouth.

Belakangan, otoritas Liga Inggris menyampaikan pernyataan resmi bahwa kepastian kelanjutan pertandingan itu–hingga berita ini disiarkan–belum diputuskan.

Pertandingan antara MU dan Bounemouth yang harusnya dilakukan itu ditunda 45 menit sebelum diputuskan aparat keamanan dihentikan.

Asisten Kepala Polisi Wilayah Kota Besar Manchester John O’Hare mengatakan pihak militer pun dilibatkan untuk mengantisipasi teror tersebut.

“Kami tidak membuat keputusan [membatalkan] pertandingan dengan mudah dan yang kami lakukan hari ini untuk memastikan keselamatan semua yang ada. Saya berterima kasih atas dukungan dan bantuan semuanya,” kata O’Hare.

Bom itu sendiri ditemukan sekitar 20 menit sebelum waktu kick-off dan aparat keamanan ‘membunyikan’ sandi operasi Kode Merah.

Dikutip dari BBC Sport, tim Bournemouth pun merencanakan kembali ke kota asal mereka pada Minggu malam waktu setempat.

Dikutip dari Manchester Evening News, pejabat senior polisi di kota tersebut mengatakan pasukan antibom dari militer telah dipanggil untuk memastikan paket tersebut dan juga menyapu seluruh stadion.

“Level ancaman terorisme sekarang sedang ‘parah’ jadi kami tidak akan melewatkan apapun. Ini akan membutuhkan waktu lama sehingga itulah alasannya pertandingan ditunda,” kata sang polisi.

Komentar