Liga Champion
Sensasi Malaga Dan Pesimisnya City

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Oktober 2012 | 20:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Petualangan Malaga Club de Futbol di pentas sepakbola Eropa  musim 2012 – 2013 menemukan puncak sensasinya  usai matchday ketiga Liga Champion Grup C dengan menaklukkan tim raksasa Liga Calcio, yang juga  langganan juara, AC Milan 1-0 di Stadion La Rosaleda, Kamis dini hari.

Kemenangan ini melengkapi kegaduhan pemberitaan yang dibuat oleh sensasi Malaga terutama komunitas komentator, pengamat dan penggemar sepakbola dunia. Kegaduhan dari tiga kemenangan beruntun tim kelas dua ini yang  semula disepelekan eksistensinya di kompetisi lokal, La Liga, mau pun ketika berparitisipasi dengan tiket Eropa.

Setelah menjengkangkan Zenith Petersburg, juara liga Rusia 3-0 di La Rosaleda,  klub yang bergelar Boquerones itu melanjutkan petualangannya dengan membungkam Anderlecht, klub juara Belgia,  di Stadion Constant Vandent Stock di Brussel juga 3-0, dan untuk kemudiannya membunuh ambisi AC Milan yang sesumbar akan membawa pulang angka penuh dari Rosaleda, 1-0.

“Bukan Barca, Porto dan MU, Tapi Malaga yang terbaik,” komentar dan tulisan hampir semua media di Eropa menyambut angka sempurna, sembilan di putaran pertama penyisihan grup Liga Champions yang ditorehkan Malaga. La Marca, surat kabar yang menjadi ikon sepakbola Eropa menuliskan misteri angka 9-7-0 untuk klub Andalus itu.

Angka sembilan, menggambarkan jumlah nilai dari tiga kemenangan, angka tujuh jumlah gol yang dilesatkan ke gawang lawan dan  angka nol memberitahu bahwa Malaga tidak pernah kebobolan satu gol pun. “Sempurna” tulis Reuters Sport tentang hasil yang diperoleh Malaga dalam debut Eropahnya musim yang sedang berotasi.

Malaga memang sempurna. Barca yang juga memiliki angka sembilan  hanya mencetak tujuh gol dan kemasukan tiga. MU sama-sama mengemas sembilan poin hanya mampu membobol gawang lawan 6 gol dan kemasukan 3 gol. Sedangkan Porto dengan koleksi sembilan  hanya melesatkan gol ke gawang musuh 6 dengan dua kebobolan.

Kesempurnaan Malaga ini disambut dengan dingin  oleh sang pelatih  Manuel Pellegrini. Kepada Sky TV yang mewawancarainya  secara langsung, Pellegrini mengatakan, “Malaga belum lolos.” Ia mengingatkan juga para pemainnya jangan mendahului pesta ke 16 Besar. “Masih ada satu laga home dan dua laga tandang yang akan dimainkan oleh Malaga sebelum memastikan kebaradaannya ke babak selanjutnya.”

Pellegrini memang sebuah kesahajaan pelatih. Kesahajaan ketika dia pada saat yang sama meluapkan rasa prihatinnya atas kekalahan Real Madrid dari Borrusia dalam laga tandang. “Saya tidak tahu bagaimana perasaan Mou atas kekalahan itu padahal Madrid sudah pas berada di tracknya,” ujar Manuel.

Pellegrini juga miris dan merendahkan kalimatnya ketika komentator Sky TV, Matt Wonders mengatakan posisi Malaga berada di atas Barca, Porto dan MU. Bahkan unggul dari Madrid, Arsenal dan Milan. “No,” sergahnya dalam dialek Latin tentang posisi Malaga. “Kami pendatang baru dengan segala kekurangan.”

Ketika diminta pendapatnya tentang keberhasilan Malaga menjadi klub ke empat setelah Milan, Paris Saint German dan Juventus yang berhasil sempurna dalam matchday di Liga Champion dengan angka penuh dan tanpa kebobolan, Pellegrini hanya menunduk dan mengatakan, ”nex time.”

Malaga tidak hanya berselancar dengan sempurna di kompetisi Eropa, tapi sedang melanjutkan petualangannya di La Liga dan  menempati posisi ke tiga diklasemen sementara dengan nilai 17 hingga pekan kedelapan. Malaga berada di bawah Barca dan Atletico Madrid yang mengemas nilai 22 dan berada di atas Real Madrid di posisi empat dengan selisih point tiga.

Dalam pertandingan yang menghasilkan gol tunggal Malaga dari sebuah aksi Joaquin di menit ke 64, AC Milan secara terus menerus berada di bawah tekanan Boquerones. Gol Joaquin itu sendiri adalah penebusan dosanya atas kegagalan eksekusi penalti di menit ke-43 ketika pemain belakang  Milan Costant menjengkangkan Gamez dalam garis terlarang. Wasit Pedro Proenca tanpa ampun menunjuk titik putih. Joaquin yang melakukan passing keras dan bola hanya menghantam tiang gawang.

Milan yang terus mendapat tekanan di menit awal mendapat peluang lewat aksi perorangan Stephan El Shaarawy. Tapi tendangan Shaarawi melebar padahal kiper Caballero sudah out position. Di babak kedua Milan mencoba bangkit dengan mengganti Costant dengan Pato, Aliran serangan Milan datang bergelombang, tapi Malaga sudah menyiapkan banyak jebakan offside.

Matchday ketiga Liga Champion di penyisihan grup yang berlangsung Rabu dan Kamis dinihari WIB memberi kejutan dengan terjengkang lima  klub favourit. Manchester City ditukangi Ayax 1-3, Madrid membawa pepesan kosong dari Borrusia Dortmund 1-2, Chelsea dihempaskan Donetsk 0-1 sedangkan Arsenal dikandangnya sendiri di hancurkan Schalke 0-2.

Di antara klub besar itu yang paling kritis dan hampir tidak punya harapan melaju ke babak 16 Besar adalah City yang baru menoleksi satu poin. Roberto Mancini kepada wartawan usai pertandingan di kandang Ayax dengan nada pesimis mengatakan, “Kami hampir tak punya kesempatan lagi.”

Kekalahan lima klub raksasa Eropa ini, seperti ditulis oleh AFP Sport merupakan makin mendekatnya pemerataan antar klub peserta Liga Champions. “Kini, sangat sulit untuk memprediksi kekuatan tim berdasarkan kualitas pemain,” tulis AFP Sport. []

Komentar