Leicester ke Perdelapan Final Champions

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Maret 2017 | 07:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Leicester City memastikan tiket  perempat final Liga Champions usai menaklukkan Sevilla secara dramatis dengan agregat tiga gol berbanding dua gol di laga enam belas besar,  Rabu dinihari WIB, dan menandai kebangkitan juara Premier League itu setelah ditinggal sang pelatih Claudio Ranieri.

Laga ini juga ditandai kecemerlangan kiper Leicester City, Kasper Schmeichel  yang berhasil menggagalkan penalti Steven Nzonzi di menit kedelapan puluh.

Tembakan Nzonzi ke arah kanan mampu dibaca dengan baik oleh Schmeichel.

“Saya senang karena berhasil membantu tim melaju ke babak selanjutnya. Sungguh luar biasa, kami bisa berdiri sebagai salah satu klub yang lolos ke perempat final.”

“Keberhasilan kami tak lepas dari kepercayaan diri yang ada di tim ini. Kami bermain seperti halnya yang kami tunjukkan dan lakukan pada musim lalu,” ucap Schmeichel seperti dikutip dari situs resmi Liga Champions.

Meskipun bermain cukup apik di Liga Champions, namun ‘The Foxes’ babak belur di Liga Inggris.

Hal itu akhirnya berujung pada pemecatan Claudio Ranieri.

Setelah Craig Shakespeare memegang kendali di Leicester, performa Schmeichel dan kawan-kawan menunjukkan peningkatan signifikan. Tiga laga awal usai kepergian Ranieri berakhir dengan kemenangan.

Sebelum laga lawan Sevilla, Liverpool dan Hull City juga mereka taklukkan.

“Sebelum laga kami sudah mengatakan bahwa bila kami mampu bermain seperti saat menghadapi Liverpool, maka kami memiliki peluang yang bagus di laga ini.”

“Hal itulah yang kemudian kami coba lakukan sejak pertandingan dimulai,” tutur Schmeichel.

Kehebatan Schmeichel menjaga gawang Leicester agar tak kebobolan dari Sevilla di Stadion King Power pun mengundang pujian dari manajer Leicester Craig Shakespeare.

“Kasper Schmeichel adalah kiper yang hebat dan ketika kami butuh dirinya, maka ia akan melakukan hal yang luar biasa,” ujar Shakespeare memberikan pujian.

Sevilla sendiri sangat menderita pada laga itu.

Gelandang serangnya, Samir Nasri, terkena kartu merah yang berujung pada rusaknya permainan timnya.

Nasri mendapat kartu kuning keduanya  setelah menanduk Jamie Vardy.

Insiden tersebut membuat Sevilla harus bekerja lebih keras untuk mencetak gol yang bisa membawa pertandingan di Stadion King Power berlanjut ke babak tambahan.

Gelandang Sevilla, Iborra, tidak senang dengan keputusan wasit mengusir Nasri.

Ia  mengaku tidak melihat insiden yang melibatkan Nasri dengan Vardy. Tapi, Iborra tidak memungkiri kartu merah yang didapat Nasri mengganggu permainan Sevilla.

“Insiden Nasri? Saya tidak tahu apa yang terjadi. Wasit meniup peluit dan saya melihat di memberi kartu kuning untuk Nasri dan Vardy. Jelas insiden itu mengganggu kami,” ujar Iborra seperti dilansir Football Espana.

Nasri terlihat terprovokasi aksi Vardy yang mendorongnya. Setelah mendapat kartu kuning keduanya, Nasri sempat berusaha menghampiri Vardy. Pertandingan pun sempat terhenti beberapa saat.

Sevilla sendiri sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol pada menit ke-80. Tapi, penalti Steven N’Zonzi berhasil digagalkan kiper Kasper Schmeichel.

Bagi Iborra, kegagalan melangkah ke perempat final murni kesalahan Sevilla sendiri. Iborra mengatakan Sevilla sudah melakukan kesalahan sejak leg pertama, ketika membiarkan Leicester mencetak gol tandang melalui Vardy.

“Saya pikir kami kalah karena diri sendiri. Ketika unggul dua gol di Seville, kami seharusnya bisa meraih kemenangan lebih besar, tapi kemudian kami kebobolan,” ucap Iborra.

“Kami berjuang di leg kedua ini, Leicester mencetak gol melalui bola mati dan kami punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan, tapi gagal melakukannya,” sambung Iborra.

Pelatih Leicester, Shakespeare langsung berujar bahwa  pencapaian timnya sangat luar biasa. Para pemain dan klub ini bisa bangga akan hal ini.

“Kami mampu mengambil kembali keberuntungan kami, tetapi kami juga menunjukkan karakter bermain yang menakjubkan,” tutur Shakespeare seperti dikutip dari situs resmi klub.

Setelah berada di babak delapan besar, Leicester tentunya tak akan bisa bersantai karena calon lawan yang ada semakin berat dan merupakan klub papan atas Eropa.

Selain Leicester, klub lain yang sudah memastikan tiket perempat final adalah Barcelona, Borussia Dortmund, Bayern Munich, Juventus, dan Real Madrid.

“Kami akan menikmati keberhasilan yang kami capai malam ini dan bersiap untuk menghadapi tim manapun yang jadi lawan kami berdasarkan undian nanti,” ucap Shakespeare.

Salah satu pencetak gol Leicester City, Marc Albrighton pun kesulitan mendeskripsikan kebahagiaan yang ia dan rekan-rekannya rasakan.

“Saya kehilangan kata-kata. Sebuah malam yang fantastis untuk klub ini. Kami harus bekerja keras menghadapi tim bagus, tetapi pada akhirnya kami layak atas kemenangan ini,” kata Albrighton

 

Komentar