Laga Rivalitas, Liverpool Taklukkan MU

Penulis: Darmansyah

Senin, 2 September 2013 | 08:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Tanpa Rooney, Mancehseter United, mulai mendaki jalan terjal untuk mempertahankan juara Premier League, setelah di Anfield Stadion, Minggu malam WIB, 1 September 2013, digasak oleh “Si Merah” Liverpool 0-1, dalam laga emosional, dendam dan sakit hati.

Hasil pertandingan kedua rival ini melambungkan Liverpool ke puncak klasemen sementara dengan tiga kali kemenangan dan angka sempurna sembilan. Sedangkan MU yang sekali menang, sekali seri dan sekali kalah melorot pada urutan enam dan berpotensi masuk papan tengah.

Pertandingan kedua tim, yang sama-sama melambangkan warna merah dan “berperang” selama hampir seratus tahun untuk sebuah eksistensi keperkasaan klub sepakbola, menjadi pertaruhan kepemimpinan David Mosley di tahun pertama kepelatihannya di Old Trafford usai pensiunnya Alex Ferguson.

Laga Anfield, yang ditunggu publik sepakbola dunia, memang sebuah laga rivalitas penuh dengan gengsi, intrik dan egoisme. Kini, setelah 20 kali mendapatkan trofi Piala League, Manchester memang lebih unggul dari Liverpool, yang hanya menjuarai Premier League 17 kali.

Sebenarnya, Liverpool, jauh lebih dahulu menjadi klub raksasa dibanding United, untuk menyebut nama Manchester Merah. Liverpool, seperti ditulis “The Guardian” sebelum laga Anfield, Minggu malam, memang punya kesan sinis dengan “Setan Merah” yang memanfaatkan masa “traumatic”nya untuk mengejar trofi.

Klub asal Manchester itu, di bawah kepemimpinan Alex Ferguson mengangkangi Liverpool yang selama satu decade tersandera oleh kasus Heysel, sebuah tragedi berdarah oleh ulah “holligan” yang membunuh belasan fans Juventus ketika pertandingan final Piala Champions di akhir tahun delapan puluhan.

Selama sepuluh tahun Liverpool merana dan dikucilkan dari pentas Europa dan menjadi klub “paria” yang terlunta-lunta di kompetisi domestik. Sejak itulah Manchester United mampu mengejar perolehan gelar Liverpool dan menyalipnya sejak lima tahun terakhir.

Untuk itu kemenangan “The Red” di Anfield di laga pekan ketiga Premier League ini oleh Rodgers, sang pelatih, merupakan jawaban dari sikap eleganitas pemainnya di lapangan.. “Kami tidak bermain baik dan Manchester United bermain sepakbola yang bagus, tapi mental pemain bertahan kami semakin membaik. Hasil yang kami dapatkan menjadi bukti,” ujar Rodgers.

Ditambah kemenangan Steven Gerrard dkk atas Notts County di Capital One Cup, The Reds sudah mencatat empat kemenangan beruntun musim ini. Rodgers tanpa sungkan memuji pemainnya. “Pemain sangat luar biasa,” jelasnya, dilansir dari SkySports.

Sedangkan pelatih United, David Moyes melihat pasukannya sudah bermain dengan cukup baik dan mampu menguasai jalannya laga pada paruh kedua. Sayang, peluang dari United tak bisa dikonversi menjadi gol.

“Saya pikir kami bermain sangat baik. Kami mendominasi penguasaan bola tapi gagal untuk mencetak gol. Terlepas dari kelengahan kami di awal laga, permainan cukup baik,” ujar Moyes seperti dilansir Sky Sports.

“Dari permainan hari ini, saya sangat senang dengan apa yang kami tampilkan. Ini adalah permainan terbaik kami sejauh ini,” sambung mantan pelatih Everton ini.

Menjamu MU di Anfield memang tidak mudah bagi Liverpool untuk mendapatkan poin penuh. Turun dengan kekuatan penuh dan mengandalkan kombinasi Steven Gerrard dan Philippe Coutinho untuk menopang Sturridge di lini depan, Liverpool hanya mendapatkan gol tunggal dari Sturridge saat laga baru berjalan empat menit.

Gol berawal dari tendangan bebas Gerrard yang kemudian disundul Daniel Agger. Melihat bola melayang ke arahnya, Sturridge langsung meneruskannya dengan sundulan hingga bola berbelok arah dan akhirnya masuk gawang MU, yang dikawal David De Gea.

MU langsung berusaha membalas. Beberapa kali skuad asuhan David Moyes itu mencoba menusuk pertahanan Liverpool melalui aksi Ashley Young dan Ryan Giggs di sisi sayap. Namun, barisan belakang Liverpool tampil cukup sigap ketika menahan gempuran skuad MU.

Selepas turun minum, pelatih MU, David Moyes, memasukkan Nani dan Javier Hernandez untuk menambah daya gedor timnya. Di babak ini, MU terlihat menguasai jalannya pertandingan dengan beberapa kali melancarkan serangan yang cukup merepotkan tuan rumah.

Peluang terbaik MU pada babak ini diperoleh Nani pada menit ke-77. Gelandang asal Portugal itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena kiper Liverpool, Simon Mignolet mampu menepis bola tendanganya.

Liverpool yang lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat bukan tanpa serangan. Pada menit ke-73, Nemanja Vidic hampir saja membuat blunder ketika melakukan back pass ke De Gea. Beruntung, De Gea dapat dengan sigap menghalau Sturridge yang berusaha memotong bola.

MU terus berusaha untuk menembus barisan belakang Liverpool. Tiga menit sebelum laga usai, Van Persie mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan. Sayang, tendangannya masih menyamping tipis di sisi kiri gawang Mignolet. Skor 1-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Komentar