Laga Prestise Barca Vs PSG di Parc des Princes

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 April 2013 | 15:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Barcelona tiba di Paris, Senin  tengah hari WIB, bersama pelatih Tito Vilanova, yang baru saja usai menjalani terapi penyembuhan pasca operasi di sebuah klinik di New York,  dan mengisyaratkan kesiapannya menjajal kekuatan PSG dalam laga leg pertama perempat final Champions yang penuh intrik dan provoksi  itu,  di Stade Parc des Princes,  yang disiarkan “live” oleh “SCTV” Rabu dinihari WIB

Berangkat dengan pesawat khusus dari Barcelona, selain Tito Villanova  dan Jourdi  Roura, sang asistennya yang masih menjadi pelatih “caretaker,” Barca juga disertai sang presiden klub, Sandro Rosell. Skuad Barcelona menginap di  “The Hotel du Collectionneur-Arc de Triomphe” dengan  21 pemain, dan langsung menjalani sesi latihan.

Pemain-pemain itu adalah: Victor Valdes, Jose Manuel Pinto, Dani Alves, Gerard Pique, Cesc Fabregas, Xavi, David Villa, Andres Iniesta, Alexis Sanchez, Lionel Messi, Thiago, Javier Mascherano, Marc Bartra, Sergio, Jordi Alba, Martin Montoya, Eric Abidal, Alex Song, Christian Tello, Oier, dan Gerard Deulofeu.

Laga perempat final pertama Champions, seperti di tulis surat kabar Paris “”de Parisien” adalah pertempuran dua raja dengan rasa yang berbeda. PSG, tulis Parisien tak menyembunyikan  ambisinya  untuk menguasai Eropa. Di tangan mantan pelatih AC Milan dan Chelsea,  Carlo  “Don” Ancelotti, PSG tidak hanya ditukangi menjadi tim “hantu”  di sepakbola Europa tapi juga disirami dengan  uang melimpah dari pundi-pundi Pangeran Qatar yang membeli  Zlatan Ibrahimovic David Beckham dan pesohor bola lainnya.

PSG memang sedang menuju tangga teratas elite Europa. “Tiga pertandingan lagi, Les Parisiens akan menuju final di Stadion Wembley, London, 25 Mei nanti,” tulis Parisien dengan penuh provokasi.
Dengan rekor barunya di  laga Liegue, PSG menyiratkan sebagai tim berbahaya. Sebanyak 23 pertandingan kandang dalam kompetisi Eropa, PSG tak pernah kalah. Tak pelak, Parc des Princes kini kembali menjadi stadion angker bagi setiap lawan PSG, tak terkecuali Barcelona, seperti 18 tahun lalu.Dalam pertemuan terakhir di ajang Champions 1994/1995, PSG bermaterikan Rai Oliveira dan George Weah mampu mengandaskan Blaugrana.
“Don”Ancelott, begitu sang pelatih PSG di sapa karena sikapnya yang dingin bak “Mafioso,” i menyikapi laga kali ini dengan nuansa positif. “Perasaan saya bagus jelang pertandingan ini, persis seperti sebelum laga melawan Valencia,” sebutnya kepada UEFA.com..
Tentang Messi dan Iniesta yang dianggap paling berbahay di tim Barca, Ancelotti  mengatakan, tak mau focus  terhadap beberapa pemain Barcelona.  “Kami tak bisa hanya fokus begitu saja terhadap pemain lawan, ketimbang melupakan aset yang kami miliki. Taktik permainan kami tak akan berubah, tak tergantung dengan skuad yang akan mereka turunkan,” tutur Carletto, sapaan Ancelotti.
“Belakangan, kami bertahan dengan baik, melakukan serangan balik dengan bagus, dan menguasai bola dengan baik pula,” lanjutnya lagi. Selain itu, partai kali ini bermakna lain bagi Zlatan Ibrahimovic. Striker Swedia tersebut akan berhadapan dengan mantan klubnya plus Messi, pemain yang diakuinya sebagai yang terwahid di dunia saat ini.
Barcelona pun menyadari pengaruh besar yang ditorehkan Ibrahimovic kala turun bersama Les Parisiens. “Lawan sangat cepat saat mengalirkan serangan balik dan kuat pada bola-bola atas, terutama Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva. Itu baru dua pilihan, mereka masih punya banyak trik di kantong strategi mereka,” ulas Jordi Roura, asisten Barca, saat berkonferensi pers di Parc des Princes, Senin.
“Fase ini penting bagi kami, jadi kami senang bertanding di Paris. Lawan memang tim hebat, dengan pemain-pemain seperti (Javier) Pastore dan (Ezequiel) Lavezzi. Kami harus mengerahkan 100 persen kemampuan, jika kami ingin memenanginya,” tandas Roura.
Tak pelak, Jordi Alba dan Xavi Hernandez pun dimasukkan dalam 21 pemain yang terbang ke Perancis. Dua pilar El Barca itu harus absen akibat cedera hamstring, saat timnya ditahan Celta Vigo 2-2.
“Tito Vilanova juga akan berada di bangku cadangan besok (Selasa). Tak diragukan lagi, dialah bos-nya, dan kami senang dia kembali berlaga bersama kami,” kata Roura. Barcelona sepertinya tak ingin sesumbar lebih jauh dalam laga yang dijadwalkan disiarkan SCTV,  Rabu  mulai pukul 01.30 WIB.
Padahal, Barca telah membuktikan diri sebagai tim terbaik dunia dengan berbagai prestasi dan trofi, baik di tingkat lokal, internasional, maupun personal. Yang terakhir, tentu mata seluruh dunia mengarah kepada Messi. Prestasi terbaru pria berusia 25 tahun itu menyunting gol ke-29-nya yang diciptakan ke gawang 19 klub Liga BBVA secara beruntun. Messi pun telah mencium dua trofi Champions selama berkarya untuk Barca.

Tapi, Ancelotti mengelak jika Messi jadi satu-satunya fokus PSG. Taktik yang dibangunnya, disebut pria asal Italia itu, tidak dibangun berdasarkan satu orang saja. Malahan sebaliknya, Ancelotti menyebut hal yang sama seharusnya dilakukan Barca terhadap Ibrahimovic.
“Anda juga bisa mengajukan pertanyaan, bagaimana Barca akan menghentikan Ibrahimovic? Itu juga akan sulit untuk pemain-pemain Barca,” ujar Ancelotti kepada reporter seperti dilansir Soccerway.
Ibra tampil subur di Ligue 1 musim ini. Bermain sebanyak 27 kali, bomber asal Swedia itu sudah mencetak 25 gol. Kendati demikian, jumlah golnya di Liga Champions baru 2.

Sementara itu  pelatih Arsenal asal Perancis, Arsene Wenger menilai Paris Saint-Germain tetap punya kesempatan untuk mengalahkan Barcelona di Liga Champions. Wenger juga menyarankan PSG untuk mematikan Lionel Messi.
Wenger mengakui Barca memang merupakan tim yang sangat tangguh. Tapi, dia juga yakin The Catalans punya kelemahan yang bisa dieksploitasi oleh PSG.”Kalau Celtic dan Milan bisa menang melawan Barcelona, maka segalanya mungkin untuk tim seperti Paris Saint-Germain. Dan Barcelona tidak tak terkalahkan,” ujar Wenger dalam kolomnya di Eurosport.
“Jelas Barca memiliki kualitas teknik terbaik. Tapi, mereka juga telah kehilangan sesuatu dalam perjalanannya. Mereka sekarang rapuh di lini belakang dan saya tahu bahwa PSG punya potensi serangan yang cukup untuk mengeksploitasi kerapuhan ini, yang di musim-musim sebelumnya tidak ada,” kata manajer Arsenal ini.
Wenger secara khusus juga menyarankan PSG untuk tak membiarkan Messi leluasa bergerak karena Messi adalah sumber gol utama bagi Barca.

Komentar