Laga “Final” Piala Liga, Chelsea v Liverpool

Penulis: Darmansyah

Selasa, 27 Januari 2015 | 17:59 WIB

Dibaca: 0 kali

“The Blues” Chelsea belum sepenuhnya pulih dari “sakitnya,” kala mengalami kekalahan terburuk empat gol berbanding empat dari Bradford City di Piala FA, dan harus menghadapi Liverpool di leg kedua Piala Liga, Rabu dinihari WIB, 28 Januari 2015.

Chelsea seperti dibangunkan oleh alarm pengejut untuk laga-laga besar berikutnya, ketika harus menghadapi Liverpool di semifinal Piala Liga dan Manchester City di pekan kedua puluh satu Premier League, Minggu, 31 Januari 2015.

“Saya yakin banyak yang menyadari bahwa permainan kami tidak seperti biasanya saat melawan Bradford. Dan itu tidak boleh terjadi lagi saat melawan tim besar,” kata Jose Mourinho, pelatih Chelsea.

Cahill juga mengaku timnya sangat terpukul usai pertandingan lalu. Keunggulan 2-0 yang diraih Chelsea atas Bradford, tanpa diduga bisa berbalik menjadi 4-2.

“Laga kemarin menunjukkan bahwa kami tak bisa bersantai meski sudah unggul terlebih dulu. Tak boleh angkat kaki dari pedal gas meski hanya untuk sepuluh menit.”

Sementara saat menghadapi Liverpool di leg pertama, Mou mengaku mendapat lawan yang setara ketika harus berhadapan dengan Raheem Sterling.

“Sterling adalah pemain yang sangat berbahaya. Dia sangat cepat,” katanya lagi.

“Tapi saya pastikan, pertandingan nanti akan berbeda dari sebelumnya.”

Mourinho yakin bahwa kekalahan dari Bbardford tidak akan mempengaruhi mental tim pada laga melawan Liverpool.

“Banyak pemain bintang kami yang tidak ikut berlaga malam itu. Jadi, menurut saya tidak akan banyak pengaruhnya,” ujar Mou seperti dikutip dari Sport Africa.

“Saya tidak yakin jika performa Ivanovic, Matic, dan Costa akan terpengaruh kekalahan kemarin. Mereka tidak terlibat sama sekali kemarin.”

Kekalahan Chelsea kali merupakan catatan terburuk The Blues sejak 2008 lalu. Mou pun mengaku malu atas hasil tersebut.

Menurut lelaki asal Portugal ini, kekalahan timnya dari tim di divisi yang lebih rendah memang melaukan. Tapi, lanjutnya, kami harus bangkit dan memenangkan laga berikutnya.

“Yang sudah terjadi, lupakan saja.”

Sementara itu pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, berharap bisa memperoleh hasil lebih baik dari yang diperoleh di leg pertama kala bertemu dengan Chelsea

“Ini memang pertandingan tim. Tapi mengetahui bagaimana ia bekerja, membuat ini menjadi tantangan yang menarik,” ujar Rodgers seperti dituliskan Sky Sports.

Pernah merasakan kekalahan dari Chelsea sebelumnya, hasil imbang di leg pertama lalu memberi harapan baru bagi Rodgers.

“Pertandingan pekan lalu itu merupakan laga luar biasa. Jose akan selalu menampilkan permainan sebaik itu.”

“Namun, tak ada yang harus kami takutkan. Saat ini kami sudah dalam performa tim yang baik dan bermain dan bekerja dengan sangat baik. Kami yakin akan menang,” katanya menambahkan.

Kekalahan Chelsea di ajang Piala FA pekan lalu menjadi salah satu pendongkrak keyakinan Rodgers untuk juga bisa menaklukkan The Blues.

“Yang penting adalah dukungan suporter. Bradford City dapatkan itu kemarin. Energinya luar biasa bagi tim yang bermain.”

Malam nanti, Liverpool sangat mungkin diperkuat pemain andalannya yang baru pulih dari cedera, Daniel Sturridge.

Bomber Liverpool Daniel Sturridge diketahui sudah kembali ikut latihan lagi bersama skuat tim lainnya.

Menurunkan Daniel Sturridge yang baru pulih cedera untuk menghadapi Chelsea malam nanti, menurut Manajer Liverpool Brendan Rodgers, sangatlah berisiko.

“Tidak.. Tidak,” ujar Rodgers saat ditanya kemungkinan Sturridge menjadi pemain utama di leg kedua semi final Piala Liga melawan Chelsea, seperti yang diberitakan The Guardian.

Rodgers mengatakan, Sturridge sangat ingin bermain dalam laga besar lagi seperti yang akan dilakoni The Reds hari ini.

“Tapi kami harus realistis. Kami juga harus sangat berhati-hati.”

Sturridge sudah menepi sejak Agustus lalu lantaran cederanya yang sering sekali menyerangnya di tempat yang sama.

Dari hasil pemeriksaan beberapa bulan belakangan, Sturridge diharuskan terus beristirahat selama enam bulan, yang berarti ia baru bisa berlaga pada akhir Februari mendatang.

Ia bahkan sempat dikirimkan ke Amerika Serikat untuk ditangani oleh tim medis yang juga pernah bekerja sama dengan timnas Jerman di Piala Dunia lalu.

“Laga ini memang penting, bahkan sangat penting. Tapi sudah menunjukkan, tanpa Sturridge, tim masih sangat baik-baik saja.”

Rodgers mengaku telah bicara dengan Sturridge, dan sang pemain memang ingin sekali bermain dalam laga tersebut. “Tapi risikonya besar.”

The Reds pernah sangat menderita tanpa Sturridge saat menghadapi West Ham United, Tottenham, Arsenal, Southampton, dan Manchester United.

Namun belakangan, Liverpool menunjukkan performa yang sangat baik, bahkan menahan imbang Chelsea di leg pertama semifinal Piala Liga pekan lalu.

Komentar