Laga Dua Derby Premier League Seri

Penulis: Darmansyah

Minggu, 28 September 2014 | 08:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua laga derby di pentas Premier League, Sabtu malam WIB dan Minggu dinihari WIB, 28 September 2014, Merseyside di Anfield, antara Liverpool dengan Everton, dan North London di Emirates, kala Arsenal menjamu Tottenham Hotspur, berakhir persis dengan angka yang sama, satu banding satu gol.

Di Anfield, Everton mengenyahkan kesakralan stadion milil “Si Merah” dengan membuyarkan harapan Liverpool untuk menang setelah gol Phil Jagielka di menit-menit akhir membatalkan kemenangan The Reds.

Brendan Rodgers, pelatih Liverpool, dengan nada kecewa menyebut hasil disebabkan kesialan semata. Secara performa, dia menilai ‘Si Merah’ sudah tampil sangat baik.

“Sangat jelas bahwa kami jadi tim yang tampil jauh lebih baik di laga hari ini dibanding lawan. Ketika Anda kebobolan di masa-masa akhir, itu menunjukkan bahwa keberuntungan tidak berpihak pada kami. Tapi saya jelas sangat bangga dengan para pemain,” kata Rodgers di situs resmi klub.

Berdasarkan catatan whoscored, Liverpool sedikit tertinggal dalam penguasaan bola dibanding Everton Tapi soal kreasi peluang, Si Merah. lebih unggul dengan delapan tembakan on target dan satu membentur tiang. Sedangkan The Toffees hanya punya lima tendangan tepat sasaran.

“Saya rasa intensitasnya sudah hampir kembali ke posisi di mana kami sebelumnya selama sembilan bulan terakhir. Secara taktik, saya pikir kami tampil sangat baik di laga tadi,” sahut Rodgers.

“Saat harus bertahan, kami bertahan sangat apik. Kami mendapatkan keunggulan, seharusnya kami bisa mendapatkan setidaknya dua gol lagi dan kami harusnya dapat sebuah penalti. Hasilnya mengecewakan, tapi saya rasa dalam hal performa, yang mana saya jelas lihat saat ini, jauh lebih baik daripada level sebelumnya,” lanjutnya.

“Saya tidak merasakan bahaya apapun selama pertandingan. Saya pikir organisasi para pemain sangat bagus. Konsentrasi mereka bagus,” demikian manajer asal Irlandia Utara ini.

Berstatus tuan rumah, Liverpool langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit pertama. Beberapa kali The Reds menggempur pertahanan The Toffes. Namun belum membuahkan hasil hingga turun minum.

Di babak kedua, Liverpool meningkatkan intensitas serangan. Namun beberapa kali serangan Liverpool masih terbentut benteng kokoh pertahanan Everton yang digalang Leighton Baines Cs.

Liverpool akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui tendangan bebas Steven Gerrard. Meski mampu membaca arah bola, tepisan kiper Everton Tim Howard terlalu lemah..

Everton sendiri terus berusaha mencoba mengejar ketertinggalan. Dan saat laga memasuki injurytime, Everton akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui sepakan keras Phil Jagielka dari luar kotak penalti.

Berlainan dengan laga di derby Merseyside di Anfield. Laga derby “London North” di Emirates menjadi kasus pembalikan ketika Arsenal ketinggalan satu gol dari Tottenham Spur.

Arsenal yang grafik permainannya bagaikan “roller coaster” sangat menderita dengan penampilan Spur yang impresif dan terus menekan. Arsene Wenger memang bisa memuji semangat juang dan determinasi Arsenal, tapi posisinya di klasemen liga sangat memuaskan Wenger, sang pelatih.

Menjamu Spurs di derby London Utara, Arsenal tampil relatif dominan. Kendati demikian, Arsenal justru tertinggal lebih dulu setelah Nacer Chadli membobol gawang Wojciech Szczesny. Gol Alex Oxlade-Chamberlain menyelamatkan Arsenal dari kekalahan sekaligus memaksakan laga berakhir seri.

Kendati senang dengan semangat juang yang ditunjukkan oleh timnya, Wenger tetap kecewa berat dengan kegagalan Arsenal dalam memetik poin penuh. Dia menilai Arsenal layak mendapat hasil lebih dari laga ini.

“Kami punya banyak kualitas dan saya frustrasi ini berakhir 1-1 karena kami berusaha. Kami punya semangat hebat dan determinasi luar biasa,” ujar Wenger kepada Sky Sports.

“Saya frustrasi karena kami kehilangan dua poin dan juga karena kami tidak memanfaatkan set-piece dengan maksimal. Khususnya sepak pojok, kami punya ruang untuk berkembang di aspek itu, karena ketika Anda punya 14 sepak pojok dan ada tiga atau empat tendangan bebas, kami harus lebih baik,” katanya menambahkan.

Pelatih Tottenham laga tandang kali ini adalah yang pertama kali bagi mereka bisa keluar dari markas Arsenal dengan membawa pulang poin setelah empat kunjungan sebelumnya selalu menelan kekalahan.

“Saya pikir ini adalah sebuah hasil yang bagus untuk kami,” ujar sang pelatih Spur Pochettino yang dilansir BBC. “Mungkin Arsenal menguasai pertandingan dan punya hasil yang lebih banyak daripada kami tapi kami bermain bagus dan bertahan dengan bagus.

“Saya senang dengan penampilan dalam sebuah pertandingan yang sulit. Saya pikir imbang hasil yang adil.”

“Kami mencitak sebuah gol hebat. Itu adalah sebuah filosofi yang mana sulit sekali dijaga utuk selama sembilan puluh menit sekalipun, tapi dalam jalurnya.

Bermain tanpa gol di babak pertama, Arsenal kian meningkatkan intensitas serangan mereka ke jantung pertahanan Tottenham. Santi Cazorla dan Mesut Oezil memperoleh kesempatan di awal babak kedua, sayang belum bisa membuat The Gunners unggul.

Gol Chamberlain dari tendangan Oezil yang gagal diteruskan Welbeck, namun bola malah jatuh ke kaki Chamberlain yang langsung tak menyia-nyiakan peluang. The Gunners kembali melancarkan serangan, sepakan

Tottenham mencoba menurunkan tempo permainan demi mendapatkan hasil imbang, sedangkan serangan Arsenal juga tak lagi membahayakan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai, Arsenal harus puas bermain imbang 1-1 dengan Tottenham.

Komentar