Laga Arsenal v Chelsea Menyedihkan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Desember 2013 | 09:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Derby kota London yang mempertemukan Arsenal dan Chelsea berakhir anti klimaks. Skor akhir tanpa gol. Laga ini membuat Arsenal gagal merebut kembali puncak klasemen dari tangan Liverpool.

Duel kedua tim di H-2 Natal ini berlangsung meriah. Fans dari kedua kubu terlihat memadati 60 ribu lebih kapasitas Emirates Stadium, Senin 23 Desember 2013 malam.

Di bawah rintik hujan, Arsenal dan Chelsea membuka laga dengan hati-hati. Mesut Ozil masih jadi sosok sentral dalam penyerangan Arsenal, sementara Chelsea masih mengandalkan kecepatan Eden Hazard dalam membongkar tembok pertahanan Per Mertesacker.

Pertandingan ini walau pun berakhir seri, menyisakan “perang” kata-kata antara Mourinho dengan Wenger mengenai konroversi kontak fisik antara gelandang Chelsea John Obi Mikel fisik dengan gelandang Arsenal Mikel Arteta..

Sejumlah pengamat sepak bola, antara lain Robbie Savage, dari “The Sun,” menilai Mikel melakukan pelanggaran yang seharusnya mendapatkan sanksi berupa kartu merah. Namun, wasit Mike Dean tidak memberikan sanksi apa pun terhadap Mikel.

Berkaitan dengan insiden tersebut, pelatih Chelsea, Jose Mourinho, mengatakan, “Apa yang dilakukan Mikel adalah tekel yang keras, salah satu tekel agresif. Sepak bola itu untuk laki-laki atau perempuan dengan perilaku fantastis.”

Kala itu Mikel dan Arteta terlibat dalam sebuah perebutan bola. Arteta memenangi perebutan bola tersebut dan kakinya mengenai si kulit bundar. Tapi, sepersekian detik setelahnya, pul sepatu Mikel mendarat di kaki gelandang asal Spanyol itu. Arteta langsung mengerang kesakitan setelah kejadian tersebut.

Wasit Mike Dean berada tidak jauh dari posisi kejadian dan tidak menganggapnya sebagai sebuah pelanggaran. Para pemain Arsenal memprotesnya dan menilai Mikel layak diganjar kartu merah.

Apa tanggapan Mourinho terkait permintaan pemain-pemain Arsenal agar Mikel dikartu merah?

“Mereka suka menangis. Tapi, saya lebih memilih untuk mengatakan bahwa orang-orang Inggris, dan saya menjadikan Frank Lampard sebagai contoh, tak akan pernah memprovokasi situasi seperti itu,” ujar Mourinho di situs resmi Chelsea.

“Pemain-pemain dari beberapa negara lain punya itu dalam darah mereka. Bahkan meski Anda terluka, meski ada kontak fisik, meski lawan agresif dengan Anda — ayo, lanjut lagi, ini adalah sepakbola Inggris. Pemain-pemain asing membawa banyak hal bagus, tapi saya lebih memilih darah Inggris dalam sepakbola dan dalam situasi ini, ayo, lanjut lagi,” bebernya.

“Sepakbola adalah permainan dengan kontak fisik. Ini adalah sepakbola Inggris, ini musim dingin, ada air di atas lapangan, sliding tackle yang sangat cepat. Jadi, bermainlah dengan kebanggaan. Saya pikir wasit bekerja dengan baik,” kata Mourinho.

Wenger menilai, timnya bekerja keras menciptakan peluang, tetapi tak memanfaatkannya dengan baik. Ia juga menilai timnya seharusnya mendapatkan penalti, setelah kontak fisik antara Theo Walcott dan Willian dan kartu merah untuk Obi Mikel yang menghadang Arteta.

“Kami seharusnya memenangi laga ini. Mereka datang ke sini untuk bertahan dan mengejutkan kami dengan serangan balik. Kami agak gugup pada awal laga, tetapi kami mengendalikan permainan pada babak kedua dan seharusnya mengakhiri laga sebagai pemenang,” ujar Wenger.

“Peluang yang tercipta pada laga ini sangat sedikit dan kami tak memanfaatkan peluang kami denganm baik. Jika Anda tak bisa menang, Anda tidak boleh kalah.”

“Ketika The Walcott dilanggar Willian, kami seharusnya mendapatkan penalti. Menurut saya, itu jelas penalti. Saya tak tahu kenapa penalti tidak diberikan.”

“Saya melakukan beberapa perubahan karena kami memiliki keseimbangan yang bagus dan saya merasa kami punya kekuatan cukup untuk menang,” tutur Wenger.

Melawan Chelsea di kandang sendiri, Arsenal mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan mengembangkan permainan. Sejumlah peluang yang susah payah diciptakan juga tak membuahkan hasil sesuai harapan.

Pada menit ke-78, misalnya, Olivier Giroud berhasil menjangkau umpan Aaron Ramsey di tengah kotak penalti dan melepaskan tembakan yang meleset ke sisi kanan gawang.

Lima menit menjelang injury time, Giroud kembali mendapatkan peluang mencetak gol. Dari jarak dekat, ia menembakkan bola kiriman Kieran Gibbs, tetapi tembakannya diblok Petr Cech dan John Terry sehingga bola melesat ke atas gawang.

Di sisi lain, Chelsea mampu menciptakan sejumlah peluang. Pada menit ke-32, misalnya, Frank Lampard melepaskan tembakan yang membentur mistar. Pada menit ke-59, giliran Fernando Torres yang mengancam gawang Arsenal. Namun, tembakannya meleset ke sisi kiri gawang Arsenal.

Selama pertandingan, menurut catatan Soccernet, Arsenal menguasai bola sebanyak 61 persen dan melepaskan dua tembakan titis dari tujuh usaha, sementara Chelsea melepaskan empat tembakan akurat dari 13 percobaan.
.

Komentar