Laga Ambisius Chelsea di final Piala Liga

Penulis: Darmansyah

Kamis, 26 Februari 2015 | 19:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Stadion Wembley, yang magis, dan mematikan itu, akan menjadi pertaruhan dari ambisi Chelsea untuk memenangkan laga final Piala Liga, melawan Tottenhamp Hotspur, Minggu malam, 01 Februari 2015.

Ambisi ini juga disertai keinginan Jose Mourinho untuk memancang satu trofi awal di musim ini sebelum merengkuh dua trofi lainnya yang masih sangat terbuka, Premier League dan Liga Champions.

Mourinho, sebelumnya, pernah dua kali menjuarai Piala Liga Inggris bersama Chelsea, ketika datang pertama kali ke Stamford Bridge, pada awal musim sebelas tahun lalu.

Disaat yang sama, sebelas tahun lalu, Mourinho juga menjuarai Premier League yang membuat dirinya meraih status double-winner pada musim perdananya menangani Chelsea.

Pada masa keduanya bersama Chelsea ini, Mourinho belum pernah merengkuh satu trofi pun.

Akhir pekan ini, ada peluang untuk mengangkat trofi pertama pada masa keduanya di Chelsea.

Ada tiga trofi yang dapat dimenangi Chelsea musim ini. Trofi yang pertama berkesempatan digondol pada akhir pekan.

Kendatipun sudah tersingkir di babak keempat Piala FA, usai kalah dari tim tingkat ketiga Inggris Bradford City, Chelsea masih punya sejumlah ajang lain untuk dimenangi.

Yang pertama tentu saja Premier League, dengan The Blues masih bercokol di puncak klasemen sampai pekan kedua puluh enam dengan enam puluh poin, atau unggul lima angka dari Manchester City yang menjadi pengejar terdekatnya.

Setelah itu ada pula ajang Liga Champions, dan ‘Si Biru,’ dipertengahan pekan lalu bermain imbang di markas Paris Saint-Germain dalam partai leg pertama babak enam belas besar. Leg kedua akan dilangsungkan di Stamford Bridge pada 11 Maret 2015.

Peluang ketiga, dan yang terdekat untuk coba diwujudkan, hadir di ajang Piala Liga Inggris, dengan skuat Jose Mourinho sudah menjejak partai puncak yang bakal dimainkan di Wembley pada akhir pekan, Minggu malam WIB.

“Trofi ini bisa jadi amat penting. Kami sudah memiliki musim yang amat bagus musim lalu. Secara personal itu bagus tapi kami tak memenangi apa-apa. Musim ini kami bisa mengubahnya,” tegas bintang Chelsea Eden Hazard di London Evening Standard.

“Kami punya tiga trofi untuk diraih musim ini dan aku pikir kami mampu melakukannya. Kami memiliki sebuah tim yang amat bagus dan segala sesuatu yang kami perlukan untuk menang. Aku tahu secara mental kami amatlah tangguh,” serunya.

Usaha Chelsea untuk tampil sebagai kampiun di akhir pekan niscaya tidak bakal mudah karena Tottenham Hotspur, yang menjadi lawan di final, sudah pasti juga punya tekad serupa.

Bek Chelsea Branislav Ivanovic menegaskan pentingnya menjuarai Piala Liga Inggris di akhir pekan, demi meraih sukses-sukses berikutnya di ajang lain pada musim ini.

“Secara psikologis ini sangatlah penting,” kata Ivanovic seperti dilansir Sports Mole.

“Setelah pertandingan itu kami tinggal fokus ke liga dan Liga Champions, tapi memenangi final ini bisa memberi kami keuntungan psikologis yang besar sebelum menghadapi beberapa bulan terakhir musim ini. Kami mesti memaksimalkannya.

“Ini sangatlah penting bukan cuma buat diriku sendiri tapi kami semua. Tim ini bersama manajernya sekarang belum memenangi trofi, jadi peluang itu masif buat kami,” tegasnya.

Ini merupakan kali kedua Chelsea berjumpa dengan Spurs di final Piala Liga Inggris. Sebelumnya mereka pernah berjumpa di partai puncak tujuh tahun lalu, dengan The Lily Whites menang di extra time.

Kali ini dalam menghadapi Tottenham Hotspur mereka memerlukan kehati-hatian terhadap pemain muda White Rat Lane, Harry Kane Penjaga gawang The Blues Thibaut Courtois mengaku tak mau lagi dipermak Kane.

Kane memang wajib diwaspadai Chelsea saat meladeni Spurs Pemain itu memang sedang bersinar terang di musim ini.

Kane menjadi starter saat Spurs melawan Chelsea di dua pertandingan liga musim ini. Setelah Chelsea menang tiga gol di Stamford Bridge, Kane mencetak dua gol di White Hart Lae untuk membantu timnya gantian mengalahkan rivals sekotanya itu lima gol banding tiga.

“Anda mencoba dan menganalisa sepert apa tim dan para striker dengan menonton video,” sahut Courtois di Telegraph. “Tapi sepakbola dan setiap pertandingannya berbeda. Setiap mereka datang di depan Anda, situasinya bisa beda.”

Saat ditanya bagaimana Kane saat melakukan penyelesaian, Courtois menjawab: “Ya, aku tahu itu. Tapi aku tidak mau mengatakannya sekarang.”

Belum diketahui siapa yang akan dipasang Jose Mourinho di bawah mistar gawang Chelsea.
“Mourinho membuat keputusan untuk semua pemain sehari sebelum pertandingan. Kami hanya mempersiapkan pertandingan ini bersama-sama,” lanjut Courtois.

“Aku tidak pernah merasa nervous. Jika Anda bermain Anda harus siap untuk datang dan bermain. Anda cuma harus siap meski Anda hanya berada di bangku cadangan. Di hari Minggu, itu adalah laga final dan semua hal bisa terjadi,” kata dia menambahkan.

Sementara itu kabar apes datang dari Chelsea, yang mengungkapkan Nemanja Matic tak bisa memperkuat Chelsea pada laga melawan Tottenham Hotspur di final Piala Liga Inggris.

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, menyebut absennya Matic itu akan memberi keuntungan kepada kubu lawan.

Matic adalah salah satu pilar penting untuk Chelsea pada musim ini. Pemain asal Serbia itu menjalankan peran gelandang bertahan dengan sangat baik. Dia juga kompak berpasangan dengan Cesc Fabregas sebagai poros di lini tengah.

Akan tetapi, Matic tak bisa tampil saat The Blues menghadapi Tottenham di Stadion Wembley, karena dia harus menjalani skorsing dua pertandingan setelah mendapatkan kartu merah pada laga melawan Burnley, akhir pekan lalu.

Matic diusir wasit lantaran mendorong Ashley Barnes dengan keras. Aksi dorong tersebut dilakukan Matic bukan tanpa alasan. Dia mendapat tekel horor dari Barnes yang bisa saja membuat kakinya patah.

“Itu akan menjadi sebuah keuntungan (bagi Tottenham bahwa Matic akan absen). Dalam sepakbola, keuntungan adalah keuntungan,” tutur Mourinho seperti dikutip London Evening Standard.

“Mereka memiliki skuat yang sangat bagus dengan dua pemain untuk setiap posisi,” tambahnya.

“Apa perbedaan antara Erik Lamela dan Andros Townsend? Nacer Chadli dan Christian Eriksen? Paulinho dan Ryan Mason? Vertonghen dan Fazio — sebenarnya Vertonghen suka membuat pemain lawan terkena kartu,” kata Mourinho.

Mourinho kini harus memikirkan siapa pemain yang akan menggantikan Matic pada laga melawan Tottenham. Pasalnya, John Obi Mikel yang menjadi pelapis Matic juga tak bisa main lantaran mengalami cedera lutut.

Komentar