La Liga: Messi-Neymar dan Ronaldo-Bale

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 28 September 2013 | 11:40 WIB

Dibaca: 3 kali

Gary Lineker, “si santun” yang pernah dimiliki Premier League, tak sependapat dengan, Santi Cazorla, punggawa Arsenal yang menegaskan bahwa La Liga berjalan monoton, atau membosankan akibat dominasi dua raksasa asal Spanyol, Real Madrid dan Barcelona.

“Tidak,” kata Lineker. La Liga kini merupakan kiblat baru sepakbola Europa dengan Barca-Madrid di puncak piramidanya. Ada Athletico dan masih ada “Kelalawar Mestala” Valencia. Tapi Barca dan Real yang mendominasi, mungkin betul. Sebab disana ada dua magnet. Mesi-Neymar dan Ronaldo-Bale.

Kedua pasangan di Madrid dan Barca ini menjadi amat menarik karena masing-masing memfungsikan di posisi berbeda. Madrid menempatkan Bale dan Ronaldo sebagai “winger.” Satu penjelajah dan lainnya perusak.

Sedangkan di Barca Neymar dan Messi berada dalam satu alur “striker” dengan posisi yang lebih kedepan bagi Neymar serta “hole striker” untuk peran Messi. Dengan posisi yang menakjubkan ini, kedua tim, menurut Lineker amat merangsang untuk ditonton karena dalam setiap pertandingan ada sesuatu yang baru.

Tentang Gareth Bale, Gary Lineker percaya ia bisa bekerja sama dengan mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Lineker pun mengungkapkan bahwa duet baru Los Blancos akan menjadi saingan duet milik Barcelona, Lionel Messi-Neymar Da Silva.

“Saya pikir mereka (Bale-Ronaldo) akan mencetak sejumlah gol. Masalahnya adalah di mana mereka akan menyeimbangkan sisi lainnya. Ronaldo fenomenal, sementara Bale memiliki potensi besar, dia tampil luar biasa musim lalu,” tutur Lineker, seperti dilansir Absolute Radio’s Rock ‘N’ Roll Football.

“Mungkin mereka masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tapi yang jelas mereka memiliki bakat yang luar biasa sehingga mereka akan menjalani laga yang tak ternilai terlebih saat menghadapi Messi-Neymar,” sambung Lineker.

Bale meninggalkan Tottenham Hotspur demi berlabuh di Santiago Bernabeu musim panas lalu. Lineker pun yakin bahwa dana yang didapat Spurs dari penjualan seorang Bale dapat membantu mantan timnya finis di atas rival sekota, Arsenal musim ini.

“Spurs mungkin akan menyelesaikan musim ini dengan berada di atas Arsenal. Mereka sudah memiliki rencana,” ujar Gary yang bermain dengan Barcelona dan Tottenham Hotspur itu.

Sedangkan Santi Carzola menganulir pernyataan Gary Lineker dengan mengatakan dalam satu dekade ini, persaingan di La Liga hanya diperankan oleh dua klub saja. Klub lainnya, seperti Valencia dan Atletico Madrid hanya sebagai penghias saja, yang tampil meyakinkan di awal musim, namun sering tampil inkonsisten di pertengahan hingga musim berakhir.

Alhasil banyak pemain asli Spanyol yang lebih memilih hengkang dari Negeri Matador tersebut, untuk bisa mendapatkan tantangan lain, terutama ke Inggris. Pada musim panas lalu, pemain berbakat seperti Jesus Navas, Alvaro Negredo, Roberto Soldado, lebih memilih untuk merantau ke negeri Ratu Elizabeth. Sedangkan Fernando Llorente mencoba peruntungannya ke Italia, bergabung bersama Juventus.

“Banyak pemain yang ingin mencoba peruntungan mereka di luar Spanyol, karena di La Liga monoton dengan hanya menyaksikan dominasi Barca dan Madrid saja,” ucap Cazorla, seperti dilansir Give Me Sport.

“Di luar Spanyol ada banyak kesempatan untuk memenangkan gelar. Di Spanyol, dengan dua tim saja yang menguasai, sulit untuk memenangkan gelar. Selain itu, ada masalah keuangan Negara yang dihadapi,”sambung pemain berusia 28 tahun itu.

“Saya tidak berpikir La Liga mengalami kemunduran, tapi juga sejujurnya bahwa pemain seperti Negredo, Soldado, Navas, yang merupakan pemain sangat penting di liga, telah meninggalkan dan bergabung ke Premier League dan saya pikir La Liga telah menurunkan kualitasnya,” tutup mantan pemain Spur itu.

Komentar