“Kudeta” Ban Kapten Brasil Makin Heboh

Penulis: Darmansyah

Selasa, 18 November 2014 | 08:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Neymar dan Thiago Silva, kudeta ban kapten

“Kudeta” ban kapten Brasil oleh Neymar dari Thiago Silva mengalami guncangan keras di tim “Selecao” setelah pelatih Dunga, seperti diungkapkannya kepada “O’Globo, mengakui sebagai orang yang bertanggung jawab atas peralihan kepemimpinan itu.

Dunga menegaskan tidak ada yang dirugikan oleh peralihan ban kapten itu. Neymar pantas menerimanya karena Silva tidak berada dalam kondisi yang fit. “Ia cedera dan harus bergulat dengan penyembuhan. Dia juga mulai menurun performanya sehingga tim memerlukan orang yang fit sebagai pemimpin,” kata Dunga.

Sebelumnya Thiago Silva mengeluh bahwa pengambil-alihan ban kapten itu tidak diinformasikan kepadanya. Silva mengakui ia di “fait acompli” dalam masalah ban kapten itu.

Terhadap keluhan Silva itu Neymar ikut meresponsnya. Neymar menepis adanya rumor keretakan hubungan antara dirinya dengan Thiago Silva setelah ban kapten itu disandangnya.

Posisi Thiago Silva sebagai kapten tim Samba digantikan oleh Neymar usai gelaran Piala Dunia lalu. Namun, si pemain bertahan kemudian tampak kurang sreg dengan hal itu karena merasa tidak diberi tahu lebih dulu oleh Dunga maupun Neymar.

Atas hal tersebut berhembuslah rumor kalau hubungan Thiago Silva dengan Neymar di skuat Brasil sudah merenggang akibat perihal ban kapten. Tetapi Neymar kini menyebut bahwa segala urusan terkait ban kapten Selecao tidak melahirkan masalah dengan Thiago Silva.

“Kami sudah bicara. Terkadang ketika kita mengucapkan sesuatu itu bisa dimaknai berbeda, tapi ini merupakan situasi yang rumit,” kata Neymar di Soccerway.

“Kami punya hierarki dan Dunga adalah pelatih di sini, dan kami tahu apa yang dikatakannya benar-benar ia katakan. Aku dan Thiago tak ada masalah, kami teman baik dan ini takkan mencederai pertemanan kami.

“Kami adalah dua pria dewasa dan kami tahu apa yang terbaik buat kami dan tim, jadi tak ada yang sudah berpengaruh kepada pertemanan kami,” tegasnya.

Sebelumnya Dunga juga sudah mengomentari curhatan Thiago Silva atas hal ini. Ia menegaskan bahwa apapun yang sudah terjadi sehubungan dengan ban kapten Brasil merupakan keputusannya yang tak bisa diganggu gugat.
Pelatih Brasil Dunga memberikan respons tegas atas keluhan Thiago Silva yang sebelumnya mengeluh karena merasa tak diinformasikan bahwa dirinya bukan lagi kapten tim Samba.

Setelah Piala Dunia lalu Thiago Silva tidak lagi menjabat sebagai kapten Brasil. Dunga, yang menggantikan Luiz Felipe Scolari, memberikan bak kapten kepada Neymar.

“Saya menghormati rekam jejak dari setiap pemain di tim Brasil, tapi beginilah cara kerja saya,” tegas Dunga di Reuters.

“Tak ada satu orang pun yang dirugikan ketika mereka sudah dipanggil ke tim Brasil. Tim Brasil adalah tim Brasil, di sini setiap hari mesti ditaklukkan; setiap detiknya, seluruh sesi latihan.”

Kami percaya pada hierarki dan aturan, jadi setiap orang di grup ini akur dengan yang lainnya. Kami percaya pada pengaturan kerja, kami tak suka improvisasi.

“Kami sudah berusaha mencari pemimpin baru dan kami harus punya sejumlah pemimpin. Ketika beberapa pemain bergabung dengan tim ini, mereka sudah nyaman sedari hari pertama. Lainnya butuh waktu untuk beradaptasi.”

“ Yang lain mendapat perhatian spesial di klubnya dan di sini mereka harus membaginya dengan pemain lain. Beberapa ditaburi pujian dengan klubnya, tapi ketika datang ke sini mereka dikritik dan disorot. Pemain harus siap untuk menanggung beban kritik tersebut,” tegasnya.

Pada Piala Dunia lalu di negerinya sendiri, Brasil kandas di semifinal setelah kalah dari Jerman. Dunga lantas didatangkan dalam usaha membangun ulang kekuatan Selecao. Di bawah arahannya setelah Piala Dunia, Brasil kini sudah merangkai lima kemenangan beruntun tanpa kebobolan.

Komentar